Dewa Kentu Yang Tak Terkalahkan

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada unsur mistisnya…….. jika ada kesamaan nama, tokoh dan organisasi hanyalah kebetulan saja

Di pagi buta yang cukup mendung ini, Bayu masih sibuk menyusun koran dan majalah yang akan diantarkan kepada langganannya. Ada banyak langganannya yang menanti koran dan majalah itu tiba di rumah mereka dalam keadaan baik. Melihat cuaca yang sedikit tidak bersahabat, menambah pekerjaan extra Bayu, ia mulai membungkus satu persatu koran dan majalah itu dengan plastik, agar tidak kebasahan jika hujan akhirnya turun. Itulah kegiatan Bayu sehari2, sebelum ia berangkat ke kampusnya. Hidupnya yang miskin membuat ia harus bekerja keras untuk membeli buku2 kuliahnya dan membiayai sekolah kedua adik perempuannya yang masih SMA, sementara sang ayah hanyalah seorang satpam dirumah seorang Dokter. Sedangkan ibu mereka hanyalah buruh cuci dirumah sang Dokter. Kehidupannya yang miskin tidak membuat Bayu berkecil hati, walau karena kemiskinannya, ia sering direndahkan oleh teman2 kuliahnya. Bayu selalu mengalah jika dilecehkan oleh teman2 kuliahnya yang merupakan anak2 konglomerat dan pejabat di Ibukota tersebut. Setelah menghantarkan semua koran dan majalah ke rumah para langganan dengan motor bututnya, Bayu biasa langsung berangkat ke kampus. Ada beberapa orang teman kuliahnya yang juga berlangganan majalah modis kepadanya. Walau teman2nya tersebut sering melecehkannya, namun mereka sering memberikan tips yang besar saat membayar uang langganan perbulannya. Hal tersebut cukup menghibur Bayu, karena ia sangat butuh uang itu untuk biaya kuliah adik2nya nanti, walau tidak banyak, ia perlahan2 mulai menabung demi persiapan kuliah adik2 perempuannya, ia tidak ingin adik2 perempuannya mengalami pelecehan yang sama jika mereka kuliah nanti. “hai kacung….. dimana majalahku………..” Bayu langsung menolehkan wajahnya mendengar suara keras yang sangat ia kenal. Alex Triono, anak kedua dari generasi ketiga keluarga besar Triono, merupakan konglomerat urutan 20 terkaya di Ibukota. “sekalian bawakan tasku, saya sudah membayar uang langganan saya ke rekeningmu, dan memberikan cukup banyak tips disana” lanjut Alex, setelah menerima majalah sport dari Bayu, ia melempar tasnya kearah Bayu, yang langsung dengan sigap ditangkap oleh Bayu. Alex berjalan angkuh diiringi 3 orang temannya, banyak mata memandang kejadian itu. Ada yang merasa kasihan terhadap Bayu, ada pula yang merasa jijik dengan Bayu. Kalau bukan karena kepintaran Bayu, tidak mungkin ia bisa kuliah di kampus elite ini, hampir semua konglomerat besar di kota itu mengkuliahkan anaknya di kampus ini, demi mendongkrak prestasi kampus, Rektor kampus memberikan biasiswa pada beberapa siswa pintar dari kalangan menengah kebawah. Dan Bayu salah satu siswa yang beruntung mendapatkannya. Dan 5 orang lagi dari berbagai jurusan, Jelita, Rahayu, Tari, Yunita dan Uchi. Mereka semua berbeda2 jurusan, namun kadang Rektor memanggil mereka berkumpul untuk memberikan pengarahan2an penting agar mereka tidak menyinggung anak2 dari konglomerat yang merupakan para d0natur (jadi d0natur HANYA melalui admin team, BUKAN lewat staff lain) besar di kampus itu. Disanalah mereka akhirnya saling kenal, dan sering berkumpul di perpustakaan kampus. Mereka berenam sudah biasa direndahkan dan dilecehkan dikampus itu, terutama saat sedang istirahat di kantin. Mereka harus menempati meja paling pojok di kantin itu, semua teman mereka seolah merasa jijik dengan kehadiran mereka di kantin. Bahkan ada yang suka terang2an melempari meja mereka dengan makanan. Namun hal tersebut tidak membuat mereka berkecil hati. Tujuan mereka adalah ingin menuntut ilmu dan segera mendapatkan pekerjaan yang layak untuk masa depan mereka. Menjelang sore hari, Bayu melangkahkan kakinya kearah parkiran motor, ia lelah sekali hari ini, begitu banyak mata kuliah yang ia jalani hari ini. Begitu sampai di parkiran motor, ia terkejut melihat dua ban motor bututnya dalam keadaan ban kempes, sebenaranya ia sangat marah sekali. Sudah beberapa kali ia mengalami hal ini, dan mengeluarkan banyak uang untuk mengganti ban dalam motor kesayangannya itu. Jika bukan karena ia sangat membutuhkan motor itu untuk mngantarkan koran dan majalah ke langganannya, rasanya ia ingin menjual saja motor tua itu. Akhirnya Bayu memutuskan untuk mendorong motor tuanya. Ia pun berjalan menuntun motor butut itu keluar kampus, diiringi tawa dan sindiran teman2nya yang kebetulan melihat dia. “hehehehehehe……. kiloin aja motor gitu mah, lumayan buat jajan……..” “motor gitu ngerusak pemandangan kampus aja……..” “hati2 nanti jalan kampus rusak gara2 motor butut lu nyet………” Dan banyak umpatan sindiran lainnya mengiringi langkah Bayu ke pintu gerbang kampus yang cukup jauh. Ketika Bayu tiba didepan pintu gerbang kampus. Bremmm….. Tiba2 berhenti sebuah mobil Toyota Alphard keluaran terbaru, tepat di depan Bayu. Bayu diam, menunggu siapa yang hendak melecehkannya lagi, belum puaskah mereka membuatnya menahan marah. Tiba2 pintu depan mobil itu terbuka, keluar kaki Panjang yang mulus dari pintu depan mobil itu, tampak seorang wanita ramping dan cantik dengan tinggi 175, mengenakan rok span hitam dan jas hitam. Berjalan mendekati Bayu. Bayu tertegun sesaat, sementara semua orang yang berdiri di sekitar gerbang juga terpana dengan kecantikan wanita itu. bertanya2 dalam hati mereka……. “Bayu Perkasa……..?” ucap wanita itu Anggun “ya….? Saya…….?” Ucap Bayu gugup. “Mohon Tuan Bayu ikut saya……. Nyonya Besar ingin bertemu……. biarkan motor itu disini, nanti akan ada yang mengurusnya.” Ucap wanita itu sambil berjalan kearah pintu mobil, membukakannya untuk Bayu. Setelah menggeser motornya kearah trotoar, lalu menguncinya, Bayu segera menghampiri wanita itu, lalu masuk kedalam mobil. Setelah pintu ditutup, wanita itu kembali ke masuk ke kursi depan mobil, menutupnya, lalu mobil itu melaju pergi, meninggalkan berjuta pertanyaan dibenak orang yang menyaksikannya. Beberapa teman Bayu menyaksikan hal itu……. bertanya2 ada apakah gerangan? Suruhan konglomerat dari keluarga mana wanita cantik itu? apakkah Bayu telah menyinggung salah satu dari keluarga konglomerat di Ibukota? Mobil itu melaju kearah pusat kota, lalu memasuki halaman sebuah gedung bertingkat, langsung berhenti didepan pintu utama gedung tersebut. Tampak berbaris sepuluh orang wanita cantik berbadan cukup tegap, dengan menggunakan setelan jas hitam dan celana hitam menyambut mereka. “Selamat datang Tuan Bayu, Selamat Sore Nona Cantika “ ucap mereka bersamaan sambil membungkukan badan mereka, ketika Bayu turun dari mobil itu. “Silakan Tuan Bayu ikuti saya” ucap wanita itu yang ternyata bernama Cantika. Mereka berjalan bersama memasuki gedung dengan ketinggian 20 lantai tersebut. Semua orang membungkukan badannya ketika berpapasan dengan Bayu dan Cantika. Mereka menuju lift, lalu naik ke lantai paling atas gedung itu. Setibanya diatas, mereka disambut dengan dua wanita yang tidak kalah cantiknya dengan Cantika, memakai jas hitam dan celana panjang hitam, mereka berdua langsung mengiringi langkah Bayu dan Cantika. Menuju ruangan dengan pintu jati yang besar. tok……tok…..tok…… “Nyonya, Tuan Bayu sudah datang……..” triak Cantika. “Masuk……..” ujar suara wanita dari dalam ruangan tertutup itu. Cantika langsung membuka pintu besar itu. “mari Tuan Bayu……… “ ucap Cantika mempersilakan Bayu masuk terlebih dahulu, diikuti Cantika, namun kedua wanita yang tadi mengiringi mereka tetap berdiri di luar pintu. Ketika Bayu masuk, wanita cantik dan anggun dengan tinggi 165 cm yang sedang berada dibalik meja besar, segera berdiri, langsung menghampiri Bayu. “Halo Dik Bayu, masih ingat saya?” ucap wanita itu sambil memeluk Bayu yang masih diam kebingungan. Tercium harum wangi parfum mahal dari tubuh wanita itu, sangat kontras dengan bau baju Bayu yang sudah berkeringat akibat aktifitasnya seharian. Bayu menatap wajah cantik wanita yang diperkirakan Bayu berumur 35an itu, sambil mencoba mengingat2 dimana mereka pernah bertemu, serasa familiar sekali wajah wanita itu. Wanita itu menyuruh Bayu untuk duduk dahulu di bangku sofa yang ada di ruangan itu. setelah Bayu duduk, wanita itu duduk pula disamping Bayu persis, sambil dua tangannya yang halus menggenggam kedua tangan Bayu. Sementara Cantika terlihat sibuk menyiapkan dua cangkir teh di salah satu meja yang ada di sudut ruangan yang sangat luas itu. “Perkenalkan dulu nama saya Aulia Ningrum” ucap wanita itu yang ternyata bernama Aulia Ningrum. “kamu ingat, dua tahun yang lalu saat terjadi kerusuhan di jalan Ketapang” lanjut Aulia. “Oh iya, saya ingat….. “ jawab Bayu kembali ingat dengan wajah wanita cantik di depannya. “saat itu saya terjebak ditengah2 kerusuhan, dik Bayu menolong saya, ketika mobil saya di hancurkan dan dibakar orang, semua barang saya termasuk dompet dan handphone saya ikut terbakar saat itu, bahkan kepala saya sempat terluka akibat terkena lemparan batu. Dik Bayu sempat menyelamatkan saya ke rumah dik Bayu. Lalu membawa saya kerumah sakit Harapan, saya tidak tahu waktu itu Dik Bayu bahkan membayar lunas biaya perawatan saya, sebelum dik Bayu pergi menghilang. Bahkan saya belum sempat memperkenalkan diri saat itu. Sejak saat itulah saya bertekad mencari Dik Bayu, saya sedikit mengalami kesulitan, rumah dik Bayu berada di kawasan yang ramai, dan saya sedikit lupa arah saat itu. satu bulan yang lalu kebetulan saya melewati kampus dik Bayu, melihat dik Bayu keluar sambil membawa motor itu, motor yang dik Bayu pakai mengantar saya kerumah sakit kala itu. makanya saya yakin itu dik Bayu sang penolong saya” ucap Aulia mencoba mengingatkan Bayu awal pertemuan mereka. “iya, maaf saya harus segera pergi waktu itu, karena khawatir dengan kedua adik perempuan saya.” ucap Bayu. “akhh….. dik Bayu punya dua orang adik perempuan rupanya” ucap Aulia. “iya…. Bagaimana kabar ibu sekarang?” lanjut Bayu. “duh jangan panggil saya Ibu dong, saya belum menikah, kalau bawahan saya wajar memanggil saya ibu atau nyonya hehehehhehehehe…….. dik Bayu kan bukan bawahan saya. Panggil saya mbak Aulia saja” ucap Aulia sambil tersenyum, dan masih terus memegang erat tangan Bayu. “iya Mbak Aulia….” Ucap Bayu tersenyum juga. “sebenarnya saya punya sedikit masalah dik Bayu…….” Ucap Aulia dengan wajah sedih. “masalah apa Mbak Aulia?” tanya Bayu. “sebenarnya sudah sejak empat tahun lalu saya terkena penyakit kangker, minggu kemaren saya sudah divonis dokter, saya hanya bisa bertahan paling lama enam bulan lagi” “akhh…… saya ikut sedih mendengarnya” ucap Bayu pelan. “saya sempat takut awalnya, namun saya sudah pasrah sekarang, sebab itu saya ingin bertemu Dik Bayu” lanjut Aulia. “apa yang bisa saya bantu Mbak? apakah Mbak butuh seorang donor organ, saya bersedia jika memang cocok, yang saya minta, tolong jaga adik2 saya nanti jika memang organ penting saya yang Mbak butuhkan” ucap Bayu. “duh….. Dik Bayu baik sekali, sejak awal bertemu saya langsung bisa tahu kebaikan Dik Bayu yang benar2 tulus, tidak ada donor yang bisa menolong saya, jadi bukan itu yang saya minta” lanjut Aulia terharu, hingga sempat menetes air matanya. “lalu Mbak Aulia minta tolong apa? Akan saya lakukan jika saya sanggup” lanjut Bayu. “saya ingin Dik Bayu melanjutkan kerja keras saya selama ini” ucap Aulia. “maksud mbak…?” Bayu kebingungan. “saya ingin mewariskan seluruh kekayaan saya kepada Dik Bayu, dengan satu syarat” ucap Aulia dengan wajah serius. “saya….? hehehehe Mbak Aulia bisa aja bercandanya….” Ucap Bayu yang sempat terkejut. “saya tidak bercanda Dik Bayu…… namun Dik Bayu harus siap menerima syaratnya terlebih dahulu” lanjut Aulia. Bayu pun menatap mata lentik Aulia, terpancar keserius disana. “apa syaratnya……..” tanya Bayu dengan wajah serius juga. “ikut saya………” ucap Aulia sambil berdiri menggandeng tangan Bayu. “panggil semua pengacara saya, suruh tunggu di ruang rapat…… saya tunggu Cantika di ruang aula, jalankan yang seperti saya arahkan tadi pagi” ucap Aulia tegas kearah Cantika. “baik Nyonya……. “ jawab cantika langsung melakukan beberapa panggilan. Aulia dan Bayu berjalan menuju lift, turun satu lantai kebawah. Begitu keluar lift, terdapat ruangan kecil dengan satu meja dan satu bangku disamping pintu putih. Aulia terus berjalan menuju pintu putih itu. sambil tetap memegang tangan Bayu erat2. Begitu pintu itu terbuka…… “Selamat Sore Nyonya……… Selamat Sore Tuan Muda………..” bergema suara dari 30 orang wanita dengan pakaian beladiri berwarna hitam, mereka semua menundukan kepala. Berbaris mengelilingi matras besar yang ada ditengah2 ruangan. Sementara di sekeliling ruangan banyak tergantung alat2 latihan beladiri dan alat2 olahraga lainnya. Bayu sampai terkagum2 melihat kelengkapan alat2 olahraga dan alat beladiri yang tersedia dalam ruangan itu, tertata rapi. Olahraga Bayu selama ini hanyalah lari, itupun ia lakukan paling banyak hanya tiga kali seminggu, saat mata kuliah sedang tidak banyak, sehingga ia punya waktu buat olahraga disore hari. Disalah satu sisi matras terdapat sebuah sofa panjang dengan meja kecil di depannya. Aulia menarik tangan Bayu kearah meja kecil itu. “kita tunggu sebentar…….” Ucap Aulia, sambil menarik Bayu untuk duduk di sofa panjang itu. Setelah mereka duduk, ketiga puluh wantia tersebut langsung menegakan kembali badan mereka secara bersamaan. Bayu smpat terkagum2 melihat kekompakan mereka, tubuh mereka rata2 tingginya mencpai 170-175. Bayu dan Aulia berbincang2 sejenak, Aulia menjelaskan sedikit tentang wanita2 yang ada dihadapan mereka, yang rupanya merupakan pengawal pribadi Aulia, Cantika adalah kepala keamanan sekaligus orang kepercayaan nomer satu Aulia. Pengawal pribadi ini di bentuk pertama kali sejak kejadian kerusuhan dua tahun yang lalu itu. Aulia tidak mau keselamatannya terancam lagi seperti kejadian itu. “Pagi nona Cantika……..” kembali bergema suara ketiga puluh wanita. Bayu menengokan kepalanya kearah pintu, sementara Aulia masih santai menyeruput teh manisnya. Terlihat Cantika memasuki ruangan, dengan mengenakan baju beladiri ditubuhnya. Disamping aulia juga berjalan dua wanita yang tadi menyambut mereka di ruangan Aulia. Merekapun sudah mengenakan seragam beladiri yang sama. Cantika dan dua wanita itu langsung menuju tengah matras, menghadap Bayu dan Aulia. “kami siap menerima perintah….” ucap Cantika sambil membungkukan badan, bersamaan dengan dua pendampingnya. “Dik Bayu, perkenalkan nona Cantika, nona Siska dan nona Santi…..” ucap Aulia kepada Bayu. Bayu pun segera menundukan kepala, dibalas oleh tundukan kepala ketiga wanita tersebut. “Mereka semua bertiga, dan tiga puluh lainnya adalah ahli bela diri” lanjut Aulia. Bayu manggut2 pelan tanda mengerti. “Syarat yang saya ajukan jika dik Bayu mau menerima warisan kekayaan saya adalah….. dik Bayu harus membuat mereka bertiga tumbang, tidak sanggup berdiri atau menyerah, gaya bertarung seperti apa? Dik Bayu yang tentukan, mereka akan ikuti aturan Dik Bayu, namun harus adil aturannya” ucap Aulia tegas. “hah……………?” Bayu terkejut. Menatap Aulia sesaat, lalu menatap ketiga wanita di depannya. “kenapa? Dik Bayu tidak sanggup?” “sebentar…. sebentar….. biar saya berpikir sesaat……” ucap Bayu sambil bangkit berdiri, berjalan mengelilingi sofa. Bagaimana ia melawan tiga ahli bela diri dan membuat mereka menyerah atau tumbang….. gaya bertarung……? Bahkan ia tidak pernah belajar beladiri seumur hidupnya. Sementara Aulia terlihat santai sambil menyilangkan kedua kaki mulusnya, hingga rok nya sedikit tersingkap pada bagian pahanya. Saat melihat paha mulus Aulia, langsung terbersit sebuah ide dalam otak cerdas Bayu. “Baik saya terima tantangannya, namun saya minta ijin mandi dahulu dan minta seragam yang sama buat bertarung” jawab Bayu. “nona Cantika, siapkan segera…” ucap Aulia datar, sembil sibuk dengan handphonenya, membalas pesan2 yang masuk. “Baik Nyonya……” ucap Cantika. Cantika langsung memberi kode kepada wanita2 yang ada di sekeliling lapangan. 6 wanita segera bergerak, satu mengantarkan Bayu ke kamar mandi yang ada di dalam ruang Latihan, sementara lima lainnya segera mangambil perlengkapan mandi dan pakaian ganti yang diminta Bayu. 30 menit kemudian…… Bayu keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Tubuhnya dengan tinggi 175 berat badan 65 terlihat sedikit atletis, namun tidak terlalu berotot. Bayu terlihat berjalan santai. “ok saya sudah siap……” ucap Bayu setelah sampai di depan Aulia. “cara bertarung apa yang kamu mau mereka lakukan?” tanya Aulia. “cara bertarung kentu…….” Jawab Bayu sambil menghadap Cantika, Siska dan Santi………. “Kentu….?” Mata Aulia menyipit kebingungan. “apa…………..?” triak semua wanita yang ada disana dengan pipi merona merah terlihat pada sebagian wajah wanita2 cantik itu. “iya, Kentu merupakan pertarungan syahwat, dan membutuhkan keahlian serta setamina yang kuat. Dan saya rasa semua wanita dewasa tahu cara kentu. Jadi sama2 adil……. Kecuali Mbak Aulia mau menarik ucapannya tadi, bawah cara bertarung dan aturan saya yang nentukan” ucap Bayu santai sambil tersenyum puas. “baik saya terima cara pertarungan kentu” ucap Aulia. “tapi Nyonya……..” “kenapa nona Cantika, apakah anda mengaku kalah sebelum bertarung?” potong Bayu. Cantika menoleh kearah Siska dikanannya, Siska menganggukan kepala tanda siap, Cantika menolehkan kepala kearah Santi, Santi pun menganggukan kepala tanda siap. “Baik, saya siap…… apa aturannya…..” ucap Cantika sambil menganggukan kepalanya. “Aturannya gampang, harus telanjang bulat sebelum menyerang, yang sudah tidak sanggup berdiri atau menyatakan menyerah, maka dinyatakan kalah, bagaimana?” tanya Bayu. “Ok siap…….” Jawab Cantika yakin, mereka bertiga, masa kalah dengan pemuda bau kencur seperti Bayu. Walau Bayu tampan, namun melihat tubuhnya yang tidak kekar, Cantika yakin Bayu akan kehabisan nafas hanya dalam beberapa menit saja. Namun Cantika tidak mengetahui, bahwa Bayu memiliki strategi tersendiri dalam pertarungan ini. Bayu pun segera melangkah Maju ketengah arena. Bayu sudah pada posisi. Cantika, Siska, dan Santi membentuk formasi mengelilingi Bayu. Mereka menunggu aba2 dari Aulia. “Siap……………. Mulai……………….” Triak Aulia memberi aba2. Tiga puluh wanita disekeling arena terlihat tegang, menunggu siapa yang memulai serangan terlebih dahulu. Tampak Bayu masih diam ditengah, melirik kea rah Cantika, Santi dan Siska secara bergantian. Sementara Cantika, Santi dan Siska bergerak memutari tubuh Bayu dengan mengambil ancang2 siap menyerang………………. Sett…. Sett… sett….. Cantika, Santi dan Siska melakukan serangan bersamaan, mereka segera melepas semua pakaiannya beserta pakaian dalamnya, menyerang maju, langsung berlari mengelilingi Bayu, berusaha membuka seluruh pakaian Bayu. Bayu yang melihat sasarannya sudah dekat langsung memberikan serangan balasan, saat mereka sedang berusaha membuka baju Bayu, tangan Bayu sudah bermain di itil Cantika dan Siska. Mulutnya secara bergantian menghisap payudara Cantika dan Siska. Sementara Santi yang berada dibelakang Bayu, luput dari serangan Bayu. Jari tangan Bayu langsung mengelus2 celah memek Cantika dan Siska, bermain2 sebentar di itil mereka yang sudah mulai mengeras, lalu mengelus2 lagi, membuat Cantika dan Siska sedikit kewalahan mendapat serangan nikmat dimemek mereka yang sudah mulai basah. Santi berhasil melepas baju Bayu, Santi melanjutkan membuka bagian celana Bayu, Cantika yang tidak mau kalah, sibuk mengelus2 dada Bayu yang berbulu, Siska menurunkan badannya saat melihat celana Bayu sudah turun, Siska dengan sigap segera menarik celana boxer Bayu, hendak memberikan serangan blowjob dikontol Bayu, namun Siska terpental kaget hingga terduduk mengangkang di matras, saat melihat kontol Bayu yang besar dan Panjang melompat keluar saat celana boxer itu turun. Cantika dan Santi terkejut melihat Siska yang jatuh tertegun, lalu mereka berdua menoleh kearah kontol Bayu yang sudah ereksi maksimal. “Akhhhh…………….” Mereka menutup mulut mereka bersamaan, terkejut melihat ukuran kontol Bayu, diperkirakan panjangnya 20cm diameternya sekitar 6cm, dengan 3 baris gerigi dipangkal kepala kontolnya, membuat kontol itu semakin terlihat lebar. Melihat Siska terpental dengan kaki mengangkang, memperlihatkan celah memeknya yang sudah mulai basah, Bayu langsung melompat kearah kedua kaki Siska, kepalanya langsung menyerang pangkal paha Siska yang terbuka, lidahnya langsung terjulur keluar. Bayu dengan rakus menjilat2 memek basah Siska. Siska pun tidak siap dengan serangan mendadak Bayu. “akhhhhh…………sttthhhhhhh……………stttthhhhhh………..” Siska mendesah2 nikmat saat memeknya dijilat dengan rakus oleh Bayu. Cantika dan Santi hanya diam terpaku, mereka masih syok melihat kontol Bayu yang begitu besar dan Panjang. Percaya diri mereka langsung hilang, tubuh mereka mendadak lemas seolah tak bertenaga, membayangkan kontol besar itu sebentar lagi akan mengaduk2 memek mereka yang masih sempit. Tiga puluh wanita yang berdiri mengelilingi arena pun terkejut, bahkan ada yang jatuh bersimpuh, tidak kuat menahan kaki mereka yang mendadak lemas. Sementara Aulia masih santai sambil menonton, tidak ada keterkejutan dimatanya, ia sudah menebak, sebab waktu itu, ia dapat merasakan tonjolan besar kontol Bayu, saat ia tidak sengaja menyenggol kontol Bayu ketika dipapah Bayu di bahunya saat Bayu menyelamatkan ia dulu. Sementara itu Bayu mulai melakukan serangan pamungkasnya, mengarahkan kontol besarnya kearah memek basah Siska. Langsung menghentak kuat. “argggkhhhhhhhh……………………….” Lolong Siska, saat memek sempitnya serasa terbelah dua, saat kontol besar Bayu menyeruak masuk langsung menyentuh mulut rahimnya dengan keras. “akhhhhhh…………akhhhhh…………………akhhhhhhhhhhhhhhhhhh……………………..” triak Siska saat mendapat orgasme pertamanya dengan 4 sodokan kontol besar Bayu, tubuhnya bergetar hebat. Bayu tidak menghentikan pompaannya, ia terus menggoyang dengan cepat memek basah Siska. “akhhhh……akhhhhh……akhhhhh…….akhhhhhhh…………………” jerit Siska lagi hanya dalam waktu kurang dari 10 detik. Siska terus mendapatkan orgasmenya tanpa henti, seiring pompaan kontol Bayu yang tidak mau berhenti. “saya…… akhhhh…… nyerah………akhhhhh……………………….” Siska mengaku kalah pada orgasmenya yang ke sepuluh, hanya dalam waktu kurang dari 3 menit. Sudah terlalu ngilu ia rasakan dimemeknya, bahkan memeknya sudah terlihat sangat memerah. Siska hanya bisa berbaring pasrah, segera 4 orang wanita yang ada dipinggir menggotong tubuh Siska, dibawa keluar arena, di letakan di sisi luar arena. Setelah mencabut kontolnya dari memek Siska, Bayu langsung berdiri dan berbalik badan menghadap Cantika dan Santi, mereka berdua merinding sambil menatap kedua mata Bayu, terpancar aura syhawat yang sangat dahsyat dikedua mata Bayu. Tampak tersirat ketakutan dimata Cantika dan Santi. Hingga membuat kaki mereka lemas, hingga mereka berdua pun jatuh berdampingan, tanpa sadar memek mereka berdenyut seolah menanti serangan Bayu. “akhhh…………………..” jerit ketakutan Cantika, saat Bayu menjilat memek basahnya, ia mengira Bayu akan langsung menacapkan kontol besarnya itu kememeknya……….. Mendapat serangan jilatan dari Bayu, membuat birahi Cantika langsung naik. Melihat temannya diserang dengan ganas, Santi yang sempat lemas ketakutan, langsung bangkit membantu Cantika, ia langsung bergerak cepat kebawah tubuh Bayu, memasukan kontol besar itu kemulutnya, memberikan hisapan dan kocokan yang dahsyat di kontol besar itu, namun serangan Santi sedikit mengalami kesulitan dikala mulut mungilnya hanya bisa memasukan ujung kepalanya saja, kontol besar itu tidak muat dimulut mungil Santi. Tanpa menyia2kan waktu Bayu langsung bangkit, sesaat setelah yakin memek Cantika sudah sangat basah, sehingga membuat kontol besarnya terlepas dari mulut Santi. Bayu langsung menempatkan kontol besarnya pada celah sempit Cantika, lalu menghujamkan dengan kuat. Hingga menekan dengan keras mulut rahim Cantika. “akhhhhhhhhhhh…………….. tidak……………. ini terlalu besar……………… akhhhhhhhhhhh…………….” Jerit Cantika saat knotol besar itu mulai membelah memek basahnya. Bammmm………… Bammmm…………. Bammmm…………. “akhhhhhhhhhhh…………………………..” tubuh Cantika langsung bergetar hebat hanya dengan tiga hantaman keras kontol besar Bayu. Bayu terus melakukan pukulan2 beruntun pada rongga basah memek hangat Cantika, tidak memberikan waktu kepada Cantika untuk berpikir dan bernafas. “akhhhh……..akhhhhh……..akhhhhhh………akhhhhhhhhhhhhhhhhh…………..” Cantika mendapatkan multi orgasmenya secara berturut2 dalam waktu singkat. Santi yang melihat temannya kewalahan melayani gempuran dahasyat Bayu, langsung mengambil posisi dibelakang Bayu, memutir2 putting Bayu, memberikan serangan rangsangan tambahan kepada Bayu, untuk memperlemah serangan Bayu kepada Cantika. Namun serangan Santi tidak banyak mempengaruhi Bayu, hujaman kontol Bayu tidak melambat, malah Bayu makin mempercepat hantaman kontol besarnya, ia ingin segera mengakhiri pertarungan ini. Bammmm…………. Bammmm………… Bammmm…………. “akhhhhhhhhh…………………” tubuh Cantika kembali bergetar hebat, entah sudah berapa puluh kali Cantika mendapatkan orgasmenya, namun Cantika tetap berusaha bertahan semaksimal mungkin, mengharapkan nanti Santi dapat menyelesaikan pertarungan dengan kemenangan ditangan mereka. Melihat lawannya sudah mulai lemah, walau Cantika belum berteriak nyerah, Bayu langsung memutar badannya, ia langsung melumat bibir manis Santi, mendorong dengan keras tubuh santi keatas matras. Bukkk…………. Tubuh Santi jatuh terlentang, kedua kaki Bayu berada diantara sela kaki Santi, sambil terus melumat bibir Santi, kedua tangan Bayu memberikan serangan remasan lembut dikedua payudara santi yang sangat kencang. Kontol besaranya juga memberikan serangan bawah yang tepat pada celah basah dan itil Santi. “sssttthhhh…….. sssthhhh…… sssthhh……….. “ desah Santi kewalahan mendapatkan serangan balik dari Bayu. Cantika yang terkejut melihat Bayu melepaskan dirinya, ia langsung berusaha bangkit untuk menolong Santi, namun baru saja hendak berdiri, tubuhnya langsung terjatuh lemas kembali kelantai matras. Ia sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri, tubuhnya sudah terlalu lemas setelah mendapatkan hampir dua puluh kali orgasme dahsyat. Cantika akhirnya hanya bisa pasrah terlentang. 4 orang segera memasuki arena, menggotong tubuh Cantika kepinggir arena. Sementara itu Bayu terlihat sudah mulai mengarahkan kontol besarnya kelobang sempit Santi. Membuat Santi langsung ketakutan, Santi tidak sempat mengelak dari serangan Bayu yang teramat cepat dan mendadak. Bammmm…………………. “akhhhhkkkk……………………………. Sakit………………. “ triak Santi melolong dahsyat, Santi langsung pingsan seketika, ketika Bayu berhasil merobek selaput dara Santi, rupanya Santi masih perawan tingting. bahkan Bayu belum sempat mulai mengayunkan pinggulnya. Hampir 15 orang wanita yang berada dipinggir arena terduduk lemas melihat keganasan kontol Bayu. Bayu langsung bangkit saat melihat lawannya telah pingsan. Ia berdiri dengan senyum kemenangan menghadap Aulia. Plok….plok….plok….. Aulia memberikan tepuk tangan kepada Bayu………… “Selamat…….. tapi ini belum berakhir…………… serang………..” ucap Aulia memberikan aba2 kepada 30 wanita yang ada disekeliling arena. Mendapatkan perintah dari Nyonya Besar, mereka semua langsung menanggalkan pakaian mereka, walau ada rasa takut dihati mereka, namun mereka tidak berani membantah perintah dari Nyonya Besar. Sett……sett…..sett….sett….sett…..sett….sett…. 30 puluh orang wanita yang telah telanjang bulat bergerak dengan sangat cepat, bergerak hendak menyerang setiap inci tubuh Bayu. Bayu hanya santai berdiri, bahkan ia belum menggerakan tubuh sama sekali. Bammm….. Bammm….. Bammm….. Kurang dari 10 menit sudah tiga tubuh wanita berada dalam posisi nungging dan lemas. Bammm…… “akhhhhh…………” Bammm….. “akhhhhhh…………..” Terdengar benturan pertarungan kelamin yang sangat keras, diiringi teriakan2kan wanita yang berjatuhan mendapatkan orgasme hebatnya. Hanya dalam waktu kurang dari 4 jam ke tiga puluh wanita tadi tumbang tak bergerak, ada yang dalam posisi terlentang lemas, ada yang dalam posisi nungging lemas, bahkan ada yang dalam posisi saling tindih lemas ketika kontol Bayu secara brutal menghajar memek mereka bergantian. Sementara tubuh Bayu sudah berdiri tegak kembali, dengan kontol besar dan panjangnya masih mengacung keras kearah Aulia, keringat deras mengalir dari tubuh Bayu. Dikelilingi gelimpangan tubuh wanita2 yang sudah tidak dapat bangkit lagi, terlihat sebagian wanita itu menyinggungkan senyum puas di bibir mereka. plok…..plok…plok….. “hebat….. tidak salah saya mewariskan seluruh kekayaan saya pada Dik Bayu…. Saya dapat melihat aura mendominasi dan ambisi yang kuat dari mata Dik Bayu” ucap Aulia sambil mendekati Bayu, lalu menutupi tubuh Bayu dengan kimono. “terimakasih Mbak Aulia” ucap Bayu tersipu malu mendapatkan sanjungan dari Aulia. “mari….. sekarang kita ke ruang rapat, menemui pengacara saya, biarkan mereka disini beristirahat” lanjut Aulia sambil menarik tangan Bayu….. Setibanya di ruang rapat, telah menunggu delapan orang berpakaian rapi duduk berjejer, mereka menunggu kedatangan Nyonya Besar dari 5 jam yang lalu. Menunggu dengan sabar, sambil menikmati suguhan ringan dihadapan mereka. “Nyonya Besar…………Tuan Bayu………..” mereka bangkit dan membungkukan badan ketika melihat Aulia memasuki ruangan bersama seorang pemuda tampan yang nyaris telanjang, hanya memakai kimono menutupi tubuhnya. “silakan duduk……..” ucap Aulia, setelah ia dan Bayu mengambil tempat dihadapan delapan orang itu. “sudah kalian persiapkan dukumen yang saya minta” tanya Aulia dengan wajah seriusnya. Terlihat sebuah kamera besar berdiri merekam semua kegiatan yang sedang berlangsung. “sudah, begitu Nyona Besar tanda tangani dan Tuan Bayu tanda tangani, maka seluruh asset kekayaan Nyonya besar akan menjadi milik Tuan Bayu begitu Nyonya Besar meninggal nanti” ucap salah satu dari mereka yang kelihatannya merupakan pemimpin dari mereka. Aulia pun mengambil berkas itu, lalu menandatanganinya, lalu menyerahkan berkas itu untuk Bayu tandatangani. Setelah Bayu tandatangani, berkas itu diambil lagi oleh pemimpin mereka. “Perkenalkan mereka adalah pengacara kita, Tuan Nixon merupakan direktur utama diperusahan lawyer yang kita miliki” ucap Aulia kepada Bayu sambil menunjuk kearah pemimpin mereka. “Senang berkenalan dengan anda Tuan Nixon” ucap Bayu. “Jangan sungkan Tuan Bayu, sekarang saya adalah bawahan anda” ucap Nixon sambil membungkukan badan. Nixon lalu menyodorkan sebuah handphone Apple keluaran terbaru kehadapan Bayu. “jika butuh saya dan semua bawahan anda, data nomernya sudah saya susun rapi dalam kontak di hanphone ini, sesuai permintaan Nyonya Besar” ucap Nixon. Bayu terkejut, handphone N2300 adalah handphone yang selama ini ia miliki, mendapatkan handphone mahal seperti itu membuat ia ragu untuk mengambilnya. “heheheheh……… “ Aulia tertawa melihat reaksi polos Bayu, bahkan ia sudah mewarisi kekayaan dengan nilai yang sangat luar biasa, handphone itu tidak ada artinya sama sekali. “Saya permisi dulu Nyonya Besar, Tuan Bayu…… “ ucap Nixon sambil membungkukan badan, 7 anak buah Nixon pun membungkukan badan, dan mereka segera keluar dari ruangan itu setelah memberekan kamera rekaman yang sejak tadi merekam kegiatan mereka. Aulia langsung menarik tangan Bayu yang sedang melihat2 handphone barunya, untuk berdiri. Aulia menarik Bayu kearah kursi utama di meja rapat itu, sudah berjejer dua kursi besar diujung meja berbentuk oval memanjang itu. Setelah mereka duduk, Aulia segera memencet tombol kecil ditelpon meja yang ada dihadapannya. “Suruh mereka masuk…………..” ucap Aulia dimuka telpon. Terlihat enam orang memasuki ruangan, dua orang terlihat membersikan meja, empat orang lainya menata ulang meja kembali. Setelah enam orang itu keluar, tampak masuk 12 orang dengan pakain jas yang terlihat mahal, kedalam ruangan rapat itu, mereka segera menempati kursi mereka masing2. Sesuai peran dan kedudukan mereka. “Nyonya Besar…. Tuan Bayu…… “ ucap mereka kompak sambil membungkukan badan, sebelum mereka semua duduk. “perkenalkan mereka semua adalah direktur2 yang mengepalai beberapa cabang usaha yang perusahaan kita kelola” ucap Aulia kepada Bayu. “Tuan Hendro adalah direktur Investasi dan Keuangan Pusat perusahan kita, Tuan Wahyu adalah direktur Wisata dan Hiburan pusat, Tuan Danu merupakan direktur Pendidikan, Teknologi dan Pengembangan Pusat, bahkan kampus tempat Dik Bayu belajar milik perusahan kita, Tuan Hanif adalah ….. bla….bla….bla…..bla…..” Aulia memperkenalkan mereka satu persatu kepada Bayu. “Kantor mereka semua ada di 13 lantai pertama Gedung Utama kita ini, sementara perusahaan2, gedung2, pabrik2 , peternakan, perkebunan, hotel2 dan lain2 milik kita banyak tersebar di berbagai penjuru dunia” lanjut Aulia Bayu hanya manggut2 terkejut sekaligus kagum dengan begitu banyak cabang usaha yang perusahaan miliki. “Cantika akan menjadi asisten Dik Bayu, dan akan menjadi penghubung Dik Bayu kepada mereka semua. Tuan Hendro akan menjadi mentor Dik Bayu agar lebih memahami cara kinerja perusahaan kita, nomer mereka semua dan orang2 yang penting diperusahaan ada di handphone yang baru saja Dik Bayu terima” lanjut Aulia memberikan pengarahan dengan serius ke Bayu. Setelah berbincang2 sesaat dengan 12 direktur itu, Aulia dan Bayu segera keluar meninggalkan ruang rapat, kembali ke ruangan kerja Aulia. Sesampainya di ruang kerja utama. Aulia langsung menyuruh Bayu kembali duduk di sofa. Terlihat Cantika juga telah hadir disana, dan sudah memakai kembali jas hitamnya dengan rok hitam. “Ini Dik Bayu pegang, ada cukup uang disana untuk kamu gunakan sehari2” ucap Aulia sambil menyerahkan dua buah kartu hitam dan dua buah kartu emas ATM dari sebuah Bank ternama. Bayu berpikir hanya kartu ATM biasa, mungkin hanya ada beberapa juta disana. Setelah berbincang2 dan sedikit bernostalgia. “Dik Bayu bisa pulang ke vila dengan salah satu mobil dari koleksi yang ada di parkir khusus, Nona Cantika akan menjadi supir sekaligus asisten anda” “wah……… tidak dapatkah saya kembali kerumah orangtua saya? Dan saya hanya ingin motor kesayangan saya kembali” ucap Bayu sedikit terkejut. “hehehehe silakan Dik Bayu, jika itu membuat dik Bayu nyaman, namun alangkah baiknya demi keamanan Dik Bayu, menggunakan salah satu mobil yang ada saja” ucap Aulia sedikit khawatir. “saya rasa saya akan baik2 saja, karena motor adalah keahlian saya. Saya cukup handal mengendarainya” ucap Bayu, ia tidak ingin perubahan yang terjadi mendadak ini diketahui oleh keluarganya dulu. Ia khawatir akan banyak pertanyaan dari orangtuanya yang telah mendidik dia dengan tegas. Setelah berpikir sesaat akhirnya Aulia mengijinkan hal itu. Aulia hanya khawatir keselamatan ahli warisnya. “Nona Cantika lakukan seperti yang sudah saya arahkan…….” Ucap Aulia kepada Cantika. “Baik Nyonya Besar….. mari Tuan Bayu, motor Tuan ada digarasi kita” ucap Cantika mengajak Bayu. Bayu pun pamitan kepada Aulia, lalu mengikuti Cantika menuju motor kesayangannya. Mereka memasuki lift lalu menuju B2 tempat parkir khusus perusahaan. Hanya kendaraan yang dimiliki Aulia yang berada disana dengan pengamanan extra ketat. Setibanya di parkiran tampak berjejer beberapa mobil mewah dan motor sport mewah disana, terselip diantara motor mewah itu tampak motor tua Bayu sudah bersih dengan kondisi ban diganti baru. Bayu pun langsung terlihat senang, ia langsung menaiki motornya. “Tuan Bayu, jangan lupa sepulang kuliah langsung ke sini untuk belajar dan berlatih” ucap Cantika, sambil membungkukan badan. “terima kasih nona Cantika “ sambil Bayu mengedipkan matanya. Wajah Cantika seketika merona digoda Bayu sedemikian rupa. Bayu pun segera mengendarai motor tuanya meninggalkan gedung itu. sepanjang perjalanan keluar gedung banyak orang yang membungkukan kepala mereka saat berpapasan dengan motor Bayu. Bersambung…………………..
#2

Dalam perjalanan pulang terlintas dibenak Bayu untuk membelikan adik2nya sebuah kue, sebagai oleh2. Hatinya sangat riang hari ini. Ia pun segera mampir ke sebuah mall untuk membeli kue. Dalam perjalanan menuju toko kue…. “ hei…. Bukankah itu Bayu si tukang koran……. ?” triak orang yang sangat ia kenal. Tampak berjalan kearahnya Dimas dari keluarga besar Sanjaya konglomerat terkaya no 23 di ibukota, Bersama Sakti dari keluarga Burga, konglomerat no 25 di ibukota, Bersama pacar2 mereka Linda dan Yola. “hai manusia sampah…. Sedang apa kamu di sini? Apakah kamu sedang menjajakan koranmu dimall ini?” sindir Dimas kepada Bayu sambil merangkul Linda dengan mesra. “tidak, saya hanya hendak membeli kue untuk adikku dirumah, ok saya tinggal dulu….” Ucap Bayu berusaha ramah terhadap teman kampusnya itu. “hati2 jangan sampai kamu pakai uang setoran koranmu untuk membeli kue, lebih baik kamu beli roti saja di pinggir jalan untuk adik2mu…..” sindir Sakti sambil tertawa ngakak diiringi teman2nya. “akh tidak, kebetulan saya dapat sedikit bonus dari bos saya, sehingga saya bisa membeli kue…… mari saya tinggal dulu” ucap Bayu masih berusaha ramah. Bayu pun segera pergi berlalu dari hadapan teman2nya itu. Melihat buruannya hendak pergi, Dimas merasa belum puas untuk mempermaikan Bayu didepan pacarnya. Ia pun segera memberi kode kapada Sakti untuk mengikuti Bayu. Mereka berempat pun langsung mengikuti Bayu yang terlihat memasuki sebuah toko kue ternama dikota itu. Melihat ada pelanggan masuk seorang gadis pelayan menyambut Bayu dengan ramah. Tampak berjejer kue2 mahal dengan hiasan2 menarik di sepanjang meja toko itu. Bayu berjalan melihat2 Kue mana yang paling murah yang dapat ia beli. Dimas dan kawan2nya pun ikut pura2 melihat2 kue yang tertata rapi disepanjang meja itu. Saat Bayu berpapasan denga Sakti, secara sengaja sakti mengulurkan kakinya, menyandung kaki Bayu, hingga Bayu pun tersandung dan menabrak beberapa baris kue yang tertata dimeja. “akhhh…………” triak Bayu ketika jatuh menimpa 3 kue diatas meja, dan nampaknya itu adalah kue terbaik yang ada ditoko itu. “waduh………………” pelayan pun panik. Sakti memberi kode ke Dimas, Dimas berusaha menahan tawa, sementara Linda dan Yola merasa tidak enak hati melihat sikap pacar2 mereka. “Anda tidak apa2 Tuan” ucap sang pelayan sambil membantu Bayu berdiri. “ya, saya baik2 saja…..” ucap Bayu ketika bangun sambil melirik kearah Sakti yang berpura2 tidak bersalah. “Maaf Tuan, anda harus mengganti kerugian ini” ucap pelan sang pelayan cantik dengan wajah khawatir, pelayan itu sedikit khawatir melihat penampilan pakaian Bayu, apakah Bayu sanggup mengganti kerugian yang cukup besar ini. “ohh…. Ia….. maaf ….. saya mengerti….. kira2 berapakah yang harus saya bayar?” ucap Bayu yang juga sedikit khawatir uang di ATM barunya tidak cukup untuk menggantinya. ‘sebentar Tuan……” pelayan itu terlihat menghitung dengan kalkulatornya. “total 3 juta 400 ribu rupiah Tuan……” jawab pelayan sambil menatap Bayu. Bayu terlihat sibuk membersihkan tangannya, ia mengelap2 tangannya yang penuh kue ke bajunya. Pelayan cantik itu yang awalnya panik dan tidak sempat memberikan serbet kepada Bayu untuk membersihkan tangan, segera memberikan serbet baru kearah Bayu. “terima kasih….” Ucap Bayu. “maaf tadi berapa?” lanjut Bayu. “3 juta 400 ribu rupiah Tuan” jawab pelayan itu kembali. Bayu pun segera mengeluarkan empat kartu ATM barunya “saya tidak tahu ada berapa duit saya dalam kartu itu, tolong diperiksa satu persatu, semoga cukup uang saya” ucap Bayu sambil menyerahkan empat kartu ATMnya kepada pelayan itu. Melihat dua kartu hitam ditangan Bayu, membuat Dimas dan Sakti terkejut. Itu adalah kartu ATM VVIP, tidak banyak orang yang memiliki kartu itu. bathin Dimas. “hei………… darimana kamu dapat kartu itu. itu kartu hitam edisi terbatas, jangan2 kamu mencurinya” triak Dimas sambil mendekati pelayan. Sang pelayan pun terkejut, ia melihat kearah Bayu. “panggil keamanan mbak….. dia pencuri, dia hanyalah sampah penjual koran di kampus saya, saya sangat mengenal pemuda ini, tidak mungkin ia memeliki kartu hitam itu, pasti dia mencurinya dari seseorang” ucap Dimas dengan pandangan jijik kepada Bayu. Linda dan Yola yang awalnya kasihan pun langsung merasa jijik kepada Bayu, karena telah mencuri kartu itu dari seseorang. “Tidak saya tidak mencurinya. Silakan periksa jika kalian tidak percaya” ucap Bayu yang mulai merasa tidak nyaman atas pandangan mereka. Tampak manejer toko pun keluar menghampiri keributan yang terjadi. “ada apa ini…………” tanya sang manjer kepada anak buahnya. Sang pelayan pun mejelaskan kronologinya kepada manajer. “kata tuan itu kartu ini edisi terbatas, dan kemungkinan tuan ini mencurinya” lanjut sang pelayan. “sebentar……” manajer langsung mengambil kartu hitam itu lalu melakukan panggilan telpon. “betul pak, langsung telpon polisi saja, tangkap sampah itu, ia pasti mencurinya dari seseorang” ucap Sakti. “nama anda siapa anak muda?” tanya manajer kepada Bayu. “Bayu Perkasa……” ucap Bayu. Setelah berbicara sesaat ditelpon manajer itu pun langsung menundukan kepala. “maafkan kami Tuan Bayu, saya sudah mengkorfimasi kepada pihak Bank terkait, semua kartu ini memang milik Tuan Bayu Perkasa.maafkan atas kesalah pahaman ini” manajerpun segera mengesekan kartu kuning ditangannya, lalu membiarkan Bayu mengetik nomer pin nya. serrrrttttt……….. transaksi berhasil. Dimas dan Sakti terkejut, begitu juga Linda dan Yola. “tidak mungkin…… tidak mungkin tukang koran sepertinya memiliki kartu hitam itu….” triak Dimas. “maaf tuan, jika anda tidak ada niat belanja, sebaiknya anda keluar dari toko kami” ucap manajer sambil membungkuk kearah Dimas dan Sakti. Mereka berempat pun akhirnya keluar toko kue itu dengan perasaan jengkel. Dimas yang ingin mempermalukan Bayu di depan pacarnya, malah mendapatkan malu sendiri didepan pacarnya, karena sesungguhnya bahkan ia pun tidak memiliki kartu hitam itu. uang jajan dari orang tuanya hanyalah 30 juta sebulan. “awas ya Bayu, lihat saja besok….” bathin Dimas Sementara itu di toko kue. “maaf tuan, apakah anda ingin membungkus kue itu” ucap manejer sambil menunjuk kue diatas meja yang sudah tidak berbentuk. “iya, tolong bukuskan untuk saya…” jawab Bayu malu. Ia merasa sangat sayang jika kue mahal itu dibuang walaupun bentuknya sudah tidak beraturan karena tersenggol olehnya, namun karena masih berada diatas meja, dan tidak terjatuh kelantai, membuat kue tersebut masih layak untuk dimakan adik2nya nanti. “maafkan sekali lagi atas kesalah pahaman tadi Tuan Bayu, sebagai permintaan maaf dari kami, kami sudah membungkuskan sedikit kue tambahan didalamnya” ucap manajer sambil menyerahkan bungkusan besar berisi 4 kue, kepada Bayu. “trima kasih “ jawab Bayu. Bayu pun segera pergi hendak langsung pulang untuk memakan kue itu bersama keluarganya. Sesampainya dirumah, kedua orangtua Bayu sudah menunggu Bayu dengan perasaan khawatir, tidak biasanya Bayu pulang hingga malam seperti ini, terlihat adik2 perempuannya yang cantik2 sedang asik belajar di meja kecil ruang tamu mereka. Bapaknya bernama Jamal berusia 43 tahun, ibunya bernama Surti berusia 38 tahun, adik pertamanya bernama Ayu berusia 17 tahun kelas 3 SMA, adik keduanya Bernama Rosa 15 tahun kelas 1 SMA. “Darimana saja kamu nak, hingga larut malam begini….” Tanya Bu Surti kepada Bayu. “Pulang kerja Bu…….. Bayu dapat kerjaan tambahan di bengkel motor” jawab Bayu berbohong, ia tidak ingin orangtuanya tahu dulu tentang semuanya. “Apa kamu tidak cape, dari pagi kerja, kuliah lalu kerja lagi, jangan sampai kuliahmu berantakan ya nak…” ucap Bu Surti khawatir dengan Kesehatan anaknya. “Baik Bu…. “ jawab Bayu. “Ayu… Rosa….. lihat apa yang mas bawa…….” Triak Bayu sambil mengangkat bungkusannya….. Ayu dan Rosa pun langsung melompat meninggalkan buku pelajaran mereka. “wih mas bawa banyak kue…… kok kuenya pada hancur mas Bayu” ucap Rosa ketika melihat kedalam kotak kuenya. “hehehehe… maaf tadi bungkusan kuenya terjatuh dari motor” jawab Bayu. “trima kasih mas Bayu yang ganteng” ujar Rosa dan Ayu bersamaan sambil mereka mencium pipi kanan dan kiri Bayu bersamaan. Mereka sekeluarga akhirnya menyantap kue itu bersama2 sebelum tidur. Bersambung………………….. Keesok harinya, Bayu merasa pagi ini udara sangat segar sekali, ia tidak perlu menghantarkan koran dan majalah lagi mulai hari ini. Ia sudah menyetorkan sisa uang koran dan majalah semalam saat mengundurkan diri. Setelah berpamitan kepada keluarganya, Bayu langsung meluncur dengan motor tua kesayangannya itu menuju kampus. Ditengah perjalanan ia merasa ada dua mobil Toyota Alphard hitam mengikutinya sejak dari depan rumahnya. Bayu pun segera menghentikan laju motornya ditengah jalan. Kedua mobil Alphard hitam langsung berhenti tepat di belakang Bayu. Tidak ada pergerakan dari kedua mobil itu. Bayu langsung menstandarkan motor tuanya, ia berjalan menghampiri mobil terdepan. Mengetuk kaca jendela mobil itu, tiada rasa takut sama sekali dihatinya. Begitu jendela kaca diturunkan. “Tuan Bayu…..” terlihat senyum manis Cantika menyapa Bayu. Terlihat beberapa gadis dengan jas hitam duduk di kursi belakang, tersenyum manis kearah Bayu. “akhh……. Sudah saya tebak, pasti nona Cantika hehehehehehehe…………..” ujar Bayu sambil tersenyum. “maaf Tuan Bayu, saya melakukan atas perintah Nyonya Besar” jawab Cantika dengan wajah merona melihat tawa Bayu yang begitu mempesona hatinya. “Tidak apa2, yang pasti saya minta, saat didepan kampus jangan terlalu mencolok nanti” ucap Bayu lagi sambil mengedipkan matanya kearah Cantika. “Siap Tuan Bayu……. “ jawab Cantika yang makin salah tingkah dengan kedipan mata Bayu. Bayu pun kembali menaiki motor tuanya, meneruskan perjalanannya menuju kampus, diikuti kedua mobil Alphard hitam itu. Setibanya dikampus, Bayu memasuki pintu gerbang kampus, kedua mobil Alphard dibelakangnya terus melaju hingga beberapa puluh meter lalu berhenti dipinggir jalan, menunggu. Namun terlihat satu orang wanita turun dari mobil terdepan, dengan mengenakan baju santai dan rok, serta tas kecil dipunggungnya, berjalan berjalan riang bak anak kuliahan kearah kampus. “hai sampah…… mana majalah pesananku” triak suara yang sangat Bayu kenal. Terlihat Alex Triono mendekati dirinya. “maaf saya sudah tidak berjulan majalah lagi” ucap Bayu santai. “dasar sampah tak berguna, mau makan apa keluargamu nanti jika kamu berhenti berjualan?” ledek Alex sambil mentoyor kepala Bayu. “saya mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak, maaf permisi” Bayu masih berusaha menahan emosinya. “paling tidak buat dirimu lebih berguna, bawakan tas saya” ucap Alex sambil melempar tasnya ke Bayu. Bukkk……… Bayu kali ini tidak menangkap tas tersebut, membiarkannya terjatuh begitu saja. Semua mata memandang kejadian itu. melihat keberanian Bayu menolak perintah dari Alex. Bahkan Dimas dan Sakti ada disana untuk menonton. “hei….. berani sekali kamu…. kamu tahu berapa harga tasku itu, bahkan melebihi gaji bapakmu sebulan” ucap Alex marah sambil mendekati Bayu. Diiringi dua temannya dibelakang Alex. plak……… “pungut….. dasar manusia sampah tak berguna……..” maki Alex kepada Bayu. Bayu hanya diam saja saat dirinya ditampar, menatap mata Alex, menahan emosinya, ia tidak memungut tas Alex didepannya. Alex emosi melihat tatapan Bayu yang seolah2 menantang dirinya, ia pun segera melayangkan tamparan lagi ke wajah Bayu. takk…….. tangan Alex ditangkap oleh tangan kecil seorang gadis, tangan itu terasa sangat kokoh, sehingga membuat Alex meringis kesakitan. plakk….plakk…..plakk….. tiga tamparan keras langsung menampar Alex bertubi2, membuat ia terkejut dan mundur hingga tiga langkah, terlihat bekas merah dipipinya. Kedua teman Alex dibelakangnya pun terkejut. Semua orang yang menonton kejadian itu pun terkejut. “siapa kamu……? cari mati ya kamu…..? kamu tidak kenal siapa saya….?” Ucap Alex emosi, Alex pun segera melayangkan tamparan kearah gadis cantik yang berdiri di depan Bayu. takkk…… plakkk…….plakkk…..plakkk….. dengan mudah tangan Alex ditangkap oleh sang gadis, lalu sang gadis kembali menampar wajah Alex tiga kali. Membuat kehebohan disekitar yang menyaksikan keberanian dan kekuatan gadis itu. “Kurang ajar………..” triak Alex sambil menerjang maju hendak melayangkan tinjunya, ia merasa sangat dipermalukan, sehingga sudah tidak ada ampun lagi buat gadis itu. “Berhenti……………………..” triakan nyaring itu menghentikan gerakan Alex. Dari kerumunan keluar wajah yang semua orang kenal, Rector kampus telah ada disana, melerai keributan itu. “Ada apa ini……….. siapa kamu nona………?” ujar Rektor kearah Alex dan gadis itu. “Apakah kampus ini membiarkan pembulian seperti ini? Merusak citra kampus saja” ucap sinis sang gadis. “Siapa anda berani berkata seperti itu kepada saya…… kamu tidak kenal saya…..?” Rektor mulai terlihat marah atas sikap gadis itu. ia berusaha membela Alex dari keluarga besar Triono, yang merupakan salah satu d0natur (jadi d0natur HANYA melalui admin team, BUKAN lewat staff lain) besar dikampus itu. “saya siswa baru dikampus ini…… ini surat pengantar saya……..” ucap sang gadis sambil menyerahkan secarik kertas ditangannya. Wajah Rector langsung berubah pucat begitu melihat surat pengantar itu. “Maaf kan saya Nona Cantika…… saya tidak mengenali Nona………” badan Rector langsung membungkuk rendah begitu sadar siapa gadis didepannya. “Sudah, lupakan masalah ini……. Namun jika ada yang berani menyentuh lagi pemuda tampan ini, maka saya minta orang itu segera dikeluarkan dari kampus ini, memalukan saja……” ujar sang gadis yang ternyata Cantika, sambil menggandeng tangan Bayu, berlalu dari hadapan Rektor yang masih menundukan kepalanya. “Baik Nona…………………” jawab Rektor sambil bernafas lega. Nyaris saja ia kehilangan pekerjaannya karena ulah Alex. “Alex……” ucap Rektor setelah menegakan kepalanya. “Ia pak……..” Alex menjawab dengan wajah kebingungan melihat reaksi Rektor terhadap gadis itu. “ingat baik2….. buat semua yang kebetulan ada disini, sekalian beritahu sama teman2 kalian, jangan ada yang coba2 menyinggung nona tadi, Nona Cantika bukanlah orang yang bisa kalian singgung, bahkan orangtua kalian pun tidak akan berani menyinggung Nona Cantika itu…… terutama kamu Alex, ini peringatan pertama kamu dan terakhir, jangan coba2 kamu menyinggung nona tadi lagi, jika kamu lakukan, bahkan saya tidak dapat membantu kamu” ucap Rektor tegas kepada semua siswa kampus yang kebetulan menyaksikan kejadian tadi. Mereka pun akhirnya membubarkan diri dengan berjuta pertanyaan dibenak mereka masing2. Dimas dan Sakti merasa belum puas, mereka berdua memiliki agenda tersendiri untuk mengerjai Bayu. Dimas dan Sakti berlalu masih dengan perasaan jengkelnya. “Pasti ini perintah Nyonya Besar lagi……” ucap Bayu kepada Cantika yang masih menggandeng dirinya. “hehehehehe….. iya, tunjukan jalan menuju kelas anda, Tuan Bayu” bisik Cantika pelan sambil terus menggandeng tangan Bayu, hampir semua siswa dikampus itu heran melihat gadis cantik yang sedang menggandeng tangan Bayu, ada ratusan pertanyaan dibenak mereka semua…… Bayu dan Cantika berjalan bersamaan ketika keluar kampus sore itu, diikuti puluhan mata yang bertanya2 siapa gerangan wanita cantik dengan pakaian terlihat bermerek yang mau bergaul dengan lelaki sampah seperti Bayu. Mereka semua semakin heran saat Rector melepas kepulangan mereka di depan pintu gedung, bersama beberapa staf kampus. “selamat sore nona Cantika…….” ucap mereka kompak sambil membungkukan badan. “jangan terlalu lebay pak, bekerja seperti biasa……” ucap Cantika pelan agar tidak didengar oleh murid2 lain. “siap Nona…….” Rector pun memberi kode kepada semua staf nya. Mereka semua segera membubarkan diri bahkan sebelum Bayu dan Cantika tiba dianak tangga paling bawah. Bayu dan Cantika langsung menuju tempat parkiran motor Bayu. “akhhh………………..tidak………………..” triak Bayu sambil berlari kearah motor tuanya yang sudah tidak berbentuk lagi, motor kesayangannya telah hancur, ia pun melampiaskan kekesalannya dengan menendang motor tuanya tersebut. bukkk…….. “aduh……..” Bayu triak kesakitan saat kakinya menghantam besi tua itu. Cantika hanya dapat menahan senyum, dalam hatinya senang jika Bayu kehilangan motor tua itu, dengan begitu Bayu bisa mengambil salah satu koleksi mobil yang tersedia digarasi perusahaan. Cantika tidak berani bergerak, walau hatinya senang namun ia tidak mau membuat tuan barunya marah kepadanya. Sambil menunggu Bayu mereda dari amarahnya, Cantika melakukan panggilan singkat. Banyak mata memandang sinis kearah Bayu, mereka mentertawakan nasib Bayu dan mereka senang motor butut itu akhirnya lenyap dari pemandangan kampus. Bayu masih duduk termenung didekat motor tuanya. Ia masih jengkel dan menebak2 siapa kiranya yang telah menghancurkan motor kesayangannya itu. Beberapa lama kemudian, terlihat sebuah mobil Rolls-Royce mendekati parkiran motor, berhenti tidak jauh dari Cantika. Brummm………. Semua mata memandang mobil mahal tersebut, setidaknya butuh merogoh kantong hingga 400milyar untuk membeli mobil Rolls-Royce Boat Tail keluaran terbaru itu. Terlihat wanita cantik dengan jas hitam, celana hitam turun dari dalam mobil, membukakan pintu, lalu diam berdiri disamping pintu mobil itu. Para murid kampus yang kebetulan melihat langsung berhenti, bahkan ada yang terlihat berlari mendekat, lalu berfoto ria didekat mobil itu tanpa malu. Cantika menghampiri Bayu “Tuan Bayu, Nyonya Besar sudah menunggu dikantor” bisik Cantika pelan. Bayu mendongakan kepalanya, manggut2 sebentar, lalu berdiri mencari tasnya yang sudah dipegang Cantika. Bayu pun akhirnya jalan bersama Cantika kearah mobil sport itu. Cantika duduk dikursi kemudi, Bayu duduk disamping Cantika. mobil melaju keluar kampus dengan diiringi wajah2 melongo yang memandangnya. Sementara itu wanita berjas hitam yang tadi menghantarkan mobil terlihat sedang memesan gojek untuk balik ke perusahaan…….. Bersambung…………………..

Setibanya diruangan Aulia, Bayu pun langsung duduk disofa panjang yang ada diruangan itu, masih terlihat raut mukanya memendam kejengkelan. “Sudah tenanglah, motor itu masih bisa diperbaiki, namun sebaiknya Dik Bayu tidak usah memakainya lagi, Dik Bayu bisa memilih kendaraan manapun yang mau Dik Bayu pakai. Motor itu cukup jadi barang koleksi Dik Bayu aja jika memang masih menyayangi motor itu” Ucap Aulia sambil duduk disamping Bayu. “kita ada masalah yang lebih penting untuk dipikirkan bersama” lanjut Aulia serius. “ada masalah apa Mbak Aulia?” tanya Bayu sedikit sudah lebih tenang ketika mendengar motornya bisa diperbaiki lagi. “enam bulan lagi turnamen besar diadakan” lanjut Aulia. “turnamen…….?” “dua tahun lalu saat terjadi kerusuhan besar, dimana 100 keluarga besar di Ibukota saling bertikai memperebutkan bisnis dan wilayah, maka sejak itulah turnamen diadakan, untuk meredakan keributan antara 100 keluarga besar di Ibukota” lanjut Aulia. “Hasil kemenangan dalam turnamen menentukan kekuatan dan kekuasaan keluarga besar yang ada. Jadi turnamen ini sangat penting bagi semua keluarga besar di Ibukota” lanjut Aulia lagi. Bayu hanya bisa manggut2 berusaha mencerna dan menyimak terlebih dahulu penjelasan Aulia. “saat turnamen terjadi, para keluarga besar akan mengirim ahli2 mereka untuk bertarung, bahkan ada yang menyewa ahli2 bayaran dari luar negeri” lanjut Aulia lagi sambil meminum teh yang ada didepannya. “maksimal mereka mengirim lima orang ahli, namun aturan bisa diubah oleh pemenang tahun sebelumnya” lanjut Aulia lagi. “juara tahun sebelumnya dari keluarga mana?” tanya Bayu antusias. “Juara tahun lalu dari keluarga Aulia, yaitu keluarga kita” jawab Aulia . “jadi kita yang menentukan aturan turnamen tahun ini?” tanya Bayu lagi. “ya begitulah, dan semua biaya penyelenggaraan kita yang mengeluarkan juga” jawab Aulia. Bayu pun manggut2 kembali. “terus hadiahnya apa?” tanya Bayu. “hadiahnya adalah nama besar, pringkat keluarga, dan uang 1.000 triliun rupiah, jadi masing2 keluarga besar harus membayar uang pendaftaran 10 triliun, pemenang turnamen mendapatkan semua, dari uang itulah mengapa usaha saya cepat berkembang dalam kurun waktu dua tahun, keluarga besar kita sudah memenangi turnamen dua tahun berturut2, sejak pertama kali digelar” “jadi keluarga besar nomer satu di Ibukota adalah keluarga besar Aulia?” tanya Bayu terkejut. “iya, namun karena kita juga mengikuti berbagai turnamen di seluruh dunia, maka keluarga besar kita bukan saja nomer satu di Ibukota, keluarga besar kita sudah masuk peringkat ke 3 di dunia” lanjut Aulia. “apa………….. didunia?” Bayu terkejut sekali. Bahkan ia sudah masuk dalam keluarga besar nomer tiga di dunia. “betul…. Pertarungan turnamen antar propinsi biasanya dilakukan lima tahun sekali, pendaftarannya 50 triliun, hadiahnya bisa mencapai 1.900 triliun. karena yang ikut hanya keluarga besar nomer satu dari masing2 propinsi, kita juga juara satu diturnamen ini” lanjut Aulia lagi. “sedangkan untuk tingkat Asia, turnamen juga lima tahun sekali, pendaftaran 100 triliun, hadiahnya 4.800 triliun, untuk ikut turnamen ini kita harus juara satu tingkat Nasional. kita juara satu juga di turnamen ini” lanjut Aulia. “untuk turnamen tingkat dunia, turnamen ini diadakan lima tahun sekali juga, pendaftaran 200 trilliun. Hadiahnya 39.000 trilliun, untuk daftar di turnamen ini, kita minimal harus juara satu turnamen tingkat Nasional. Turnamen pertama dimenangkan oleh keluarga besar dari negara Rusia, kita hanya juara ketiga kala itu, maka kita masuk peringkat ketiga didunia” lanjut Aulia. “jadi turnamen ini sangat penting bagi semua keluarga besar di Ibukota, dengan memenangkan juara, maka peluang untuk ikut turnamen tingkat dunia semakin terbuka” lanjut Aulia. “wow, jadi seberapa banyak kekayaan dari keluarga besar Aulia itu sekarang?” tanya Bayu penasaran. “hehehehe…… sangat banyak….. aset kita tersebar di seluruh dunia” jawab Aulia lagi. “andaikan kita tidak ikut dalam turnamen, bagaimana?” tanya Bayu penasaran. “kalau kita tidak ikut, maka nama keluarga besar kita akan tenggelam dalam bisnis, maka kita akan sulit berkembang” jawab Aulia lagi. “akh… begitu rupanya, jadi turnamen ini sangat penting” ujar Bayu. “iya, sangat penting bagi kelangsungan nama keluarga besar dan bisnis kita” jawab Aulia. “strategi apa yang sudah kita persiapkan? Dan lawan kita persiapkan?” tanya Bayu. “inilah yang saya mau bahas dengan Dik Bayu, kira2 Dik Bayu memiliki saran apa?” tanya Aulia. “baiklah, berikan saya waktu dua hari untuk berpikir….. sementara ini lakukan persiapan seperti yang biasa dilakukan untuk menghadapi turnamen” jawab Bayu. Mereka pun akhirnya terlibat omongan panjang lebar kali tinggi. Bahkan Bayu sempat melakukan inspeksi ketempat latihan dan bertemu dengan para ahli yang dimiliki keluarga besar Aulia. Menjelang pukul 21.00 Bayu baru pulang dari perusahaan, diantar oleh Cantika dengan Alphard hitamnya. Seperti biasa, dua mobil Alphard selalu mengawasi rumah Bayu sejak itu, untuk menjaga keamanan sang pewaris. Sementara itu dirumah Bayu. “pak….. bu…….” ucap Bayu saat mereka berkumpul di ruang tamu mereka yang kecil. Tampak Ayu dan Rosa sedang belajar juga disana. Bayu pun saat itu sedang belajar juga. “kira2 kalau bapak dan ibu tidak usah bekerja lagi bagaimana? Ibu bapak sudah tua, biarkan Bayu mengurus ibu bapak sekarang” ucap Bayu menunduk, takut melihat reaksi bapaknya. “mau makan apa kita nak…..” ucap Bu Surti. “memang gaji kamu berapa dibengkel itu? sampai berani meminta bapak dan ibu untuk santai dirumah?” pak Jamal mulai terlihat marah melihat kesombongan anaknya. “ya cukuplah pak buat kita hidup……. bahkan Bayu ada rencana membelikan bapak rumah baru” jawab Bayu sambil tersenyum kearah bapaknya “Apa…………..” triak pak Jamal dan bu Surti berbarengan. “hore rumah baru……..” triak Ayu dan Rosa yang masih polos. “lihat bu… pak…. Kasihan Ayu dan Rosa kalau belajar harus berdesakan di rumah kita ini” lanjut Bayu. “kamu jangan terlalu tinggi berhayal. Sia2 kuliah kamu jika hanya kamu isi dengan hayalan besar” ucap pak Jamal dengan nada emosi. “tidak pak, ini kunci rumahnya….” Jawab Bayu sambil memperlihatkan kunci ditangannya. Pak Jamal langsung berdiri mendekati Bayu. Dengan tangan besarnya pak Jamal mencengkram kerah baju Bayu, dan mengangkat tubuh Bayu dengan mudahnya. “Apa yang kamu lakukan hingga dapat beli rumah dengan mudah? Jangan coba2 kamu dapatkan dari hasil kriminal?” triak pak Jamal. Ayu dan Rosa terkejut ketakutan melihat bapaknya marah. Sementara bu Surti hanya dapat memandang Bayu dengan perasaan khawatir. “ti….tidak pak……. Ini hasil kerja Bayu, dan hasil dari didikan bapak dan ibu selama ini?” jawab Bayu. “maksud kamu…?” pak Jamal mulai meredakan emosinya, ia sangat kenal betul watak Bayu. “percaya Bayu pak….. semua ini halal, bukan barang haram” ucap Bayu lagi. “kalau bapak masih ingin tetap bekerja, bapak kan punya keahlian beladiri. Bagaimana kalau bapak kerja jadi satpam diperusahaan teman saya pak, gajinya besar loh, 10 juta per bulan, itu belum bonus dan uang makan” lanjut Bayu. Pak Jamal kembali terduduk. Ia tahu Bayu kuliah di kampus elite, mungkin disana Bayu memiliki banyak teman yang baik menolong anaknya. Tubuh nya yang tinggi dan kekar memang hasil berlatih selama bertahun2 waktu ia muda dulu. “kamu yakin bapak yang sudah tua ini bakalan diterima?” ucap pak Jamal menatap mata anaknya. “yakin pak…… bapak tua diumur aja, wajah dan tenaga masih seperti anak muda hehehehehe…” jawab Bayu meyakinkan. “ijazah bapak cuma SMP aja nak, yakin gaji segitu besar dengan hanya dengan ijazah SMP?” ucap pak Jamal sedikit terlihat keputus asaan di wajahnya. “Jangan takut pak, besok atau lusa bapak bisa langsung kerja. Tidak perlu bikin surat lamaran kerja. Nanti teman saya akan menyambut bapak di pintu masuk perusahaan miliknya” ucap Bayu. “lusa saja nak…. Terus masalah rumah baru itu? kamu tidak berbuat yang aneh2 untuk mendapatkannya kan?” ucap pak Jamal khawatir. “tidak pak….. semuanya halal…… kita mau pindah pun sudah bisa….” Ucap Bayu sambil duduk diantara bapak dan ibunya. Ayu dan Rosa ikut bangkit berdiri. Ayu langsung memeluk bapaknya dari belakang, Rosa memeluk Ibunya dari belakang. “bapak jangan terlalu keras sama mas Bayu ya…? Mas Bayu selama ini telah berbuat banyak untuk Ayu dan Rosa” ucap Ayu masih memeluk bapaknya dengan manja. “ia nak, maafkan bapak nak Bayu” ucap pak Jamal sambil memeluk tubuh Bayu. “Horeee……………… Rumah baru……. Horeee….. rumah baru……” tiba2, triak Ayu melompat2 kegirangan, membuat semua terkaget lalu tertawa bersamaan. “ngomong2 ada berapa kamar tidur mas rumah barunya?” tanya Rosa yang sudah bersimpuh di depan ibunya, sambil tangan bersandar di kaki ibunya. “tidak tahu…. Lihat aja besok, yang pasti ada cukup banyak kamar untuk kalian berdua….” Ucap Bayu sambil mengacak2 rambut kedua adiknya. Esok paginya Bayu langsung mengajak pak Jamal dan bu Surti serta kedua adiknya untuk melihat rumah baru mereka, itupun atas paksaan Ayu, yang sudah tidak sabaran lagi untuk melihat kamar barunya. “ayo berangkat……..” triak Ayu riang sambil melangkah membuka pintu. Namun suara Ayu langsung hilang, tubuhnya diam terpaku saat pintu rumahnya terbuka lebar. Bu Surti, pak Jamal dan Rosa yang tadi sempat ikut tertawa melihat tingkah lucu Ayu, langsung terkejut melihat Ayu diam terpaku didepan pintu. “ada apa nak?” bu Surti “ada apa kak?” Rosa “kenapa nak?” pak Jamal Mereka berlari mendekati Ayu……. “Selamat pagi Tuan, Nyonya dan Nona2 Cantik …….” Ucap Cantika berdiri di depan mereka sambil membungkukan badan. “kendaraan sudah siap…. Mari…..” lanjut Cantika memberi jalan. “Haa…..” guman mereka berbarengan, masih belum beranjak dari depan pintu, saat terlihat dua mobil Alphard dengan pintu terbuka, di sisi kedua mobil terlihat wanita dengan jas hitam berdiri menunggu. Bayu berjalan membelah ketertegunan mereka, langsung menggandeng tangan bapak dan ibunya untuk segera berjalan kearah mobil. “ini mobil teman saya pak, mereka meminjamkannya untuk menghantarkan kita kerumah baru” ucap Bayu pelan. Bayu dan Cantika naik di mobil paling depan, bapak, ibu dan kedua adiknya naik dimobil paling belakang. Ayu dan Rosa tidak habis2 mengagumi interior mobil tersebut. Mobil beriringan menuju pinggir kota, memasuki sebuah Kawasan perumah cluster Taman Asri, terlihat hanya ada 7 rumah di cluster Taman Asri ini, 6 rumah tingkat saling berhadapan, satu rumah tingkat paling besar berada di ujung dalam cluster. Sehingga sepintas terlihat seperti huruf U. terlihat 2 orang satpam berjaga di pintu masuk cluster terlihat banyak CCTV di setiap sudut cluster, tinggi tembok disekeliling cluster mencapai 3 meter. Lebar jalan ditengah cluster mencapai 8 meter dengan pemisah jalan ditengahnya. Saat memasuki cluster tampak beberapa ibu muda dan suami2 mereka sedang sibuk dengan kesibukan masing2 didepan rumah mereka masing2. Saat rombongan Bayu berpapasan dengan rumah mereka, pasangan itu terlihat menundukan kepala, seolah memberikan ucapan selamat datang pada keluarga Bayu di komplek itu. Bu Surti dan pak Jamal membalas anggukan mereka. “duh rata2 ibu2 muda semua…. Malu saya nanti bergaulnya” ucap bu Surti. “hehehehehehehe biar ibu awet muda……” canda pak Jamal. Ayu dan Rosa pun tertawa melihat kemesraan ibu bapak mereka. Namun tawa mereka terhenti saat mobil terpakir tepat di depan rumah cluster yang paling besar. Pak Jamal, bu Surti, Ayu dan Rosa terkagum2 saat turun dari dalam mobil. Terlihat perkarangan rumah yang luas, ada dua mobil terparkir di halaman rumah itu, Toyota Avanza dan Pajero Sport serta dua motor Scoopy pink, serta lahan kosong di kiri, kanan dan belakang rumah, cukup banyak lahan untuk bu Surti menyibukan diri. “silakan masuk pak, bu……” ucap Bayu yang telah membuka pintu rumah itu. “yang pertama dia yang mendapatkan aaaaaa……… “ triak Ayu tiba2 sambil berlari ingin mendapatkan kamar yang paling besar. “ahhh……. Kak Ayu curang……..” Rosa pun langsung berteriak ikut berlari, ia pun ingin mendapatkan kamar terbaik. “hati2 nak……..” triak bu Surti khawatir melihat anaknya berlari2. Pak Jamal dan bu Surti berjalan bergandengan, mereka solah tidak percaya akan memasuki rumah semegah itu. Sementara Bayu dan Cantika masih berdiri di dekat mobil. “Terima kasih sudah menyiapkan sesuai pesanan saya” ucap Bayu pelan. “Sama2 Tuan Bayu” jawab Cantika pelan juga. Bayu menolak menempati vila keluarga Aulia yang jauh lebih megah dari ini, ia tidak mau keluarganya akan lebih terkejut begitu melihat rumah vila itu. ia rasa ruma cluster yang ada di depannya tidak terlalu berlebihan untuk mereka. Enam rumah di depan mereka sebenarnya hanyalah samaran, semua penghuninya adalah bawahan Cantika, yang bertugas menjaga keamanan Bayu beserta keluarga. “bagimana persiapan yang saya minta di area pabrik?” tanya Bayu lagi. “sudah saya siapkan, mereka sudah menunggu kedatangan Tuan Bayu disana” jawab Cantika lagi. “baiklah, saya akan segera kesana setelah berbincang sebentar dengan bapak dan ibu” jawab Bayu langsung melangkah masuk menyusul orangtuanya. “bagimana pak, bu….?” Tanya Bayu sambil merangkul pundak bapak ibunya yang masih berpegangan tangan di bawah tangga, masih mengaggumi interior rumah itu yang sudah dilengkapi dengan furniture yang cukup mewah. Bayu sengaja memilih kualitas nomer dua untuk furniture dirumah itu, agar tidak membuat ibu bapaknya khawatir. “ini rumah kamu nak…..?” tanya pak Jamal pelan. “bukan pak, ini rumah bapak dan ibu, sertifikat tanahnya atas nama ibu” ucap Bayu. “tapi nak……..” bu Surti. “maaf bu…. Pak…. Bayu ada urusan penting, bapak dan ibu istirahat aja, semua barang dari rumah lama sudah diurus oleh anak buah teman saya” potong Bayu sambil mencium pipi bapak dan ibunya, lalu berlalu pergi. Bersambung………………………

Bayu dan Cantika telah tiba dikawasan pabrik tua dipinggir kota. Pabrik tua itu bagaikan benteng tua, dikeliling pabrik berdiri tembok setinggi 6 meter, dengan batu yang kokoh dan besar2, kamar2 yang berada menempel di sekeliling tembok, membuat kesan tembok itu terlihat tebal hingga mencapai 4 meter. Pabrik itu dulu adalah sebuah pabrik kecap, dan dibeli murah oleh Aulia, namun tidak pernah dipakai. Ditengah2 lahan pabrik telah bersih tidak ada lagi bangunan disana, semua telah di ratakan. Sekarang berdiri 1000 orang pria dengan umur sekitar 20 thn sampai dengan 30 thn dengan pakaian ala kadarnya, berdiri sambil memegang sebuah amplop besar coklat. Di depan barisan pria itu berdiri 30 orang wanita memakai Jas hitam dan celana hitam, saling berhadapan dengan barisan pria. Terlihat sebuah mobil Alphard memasuki kawasan pabrik. Bayu dan Cantika segera turun dari dalam mobil. Berjalan kedepan barisan para wanita menghadap barisan pria. Keluar seorang wanita dari barisan tengah sambil membawa map hijau berjalan kearah Cantika, lalu menyerahkan map hijau tersebut kepada Cantika. “semua pelamar sudah sesuai kriteria lamaran, tinggi 175 cm – 180 cm, berat minimal 70 kg” ucap wanita itu. “Baik trimakasih, kembali kebarisan” jawab Cantika. Wanita itu segera kembali kebarisannya. Cantika menyerahkan map hijau tersebut ke Bayu. “mereka semua sudah sesuai kriteria yang Tuan Bayu minta” ucap Cantika kepada Bayu. Setelah menerima map tersebut, Bayu berjalan mendekat ke barisan pria, tanpa membuka map tersebut. “untuk seleksi kedua saya akan mencari 120 orang pria, jadi sisanya akan pulang jika tidak lulus seleksi kedua ini. Namun di seleksi kedua ini bagi yang tidak lulus tetap akan diberikan kompensasi uang sebesar 1 juta rupiah per orang. Namun jika mundur tidak akan diberikan kompensasi, mengerti?” triak Bayu keras. “mengerti pak….” Jawab semua pria kompak. Mereka semua adalah pria2 bujangan yang di rekrut oleh Bayu untuk persiapan turnamen besar tahun ini. “setelah seleksi kedua, ada seleksi ketiga, bagi yang tidak lolos seleksi ketiga akan mendapatkan kompensasi 10 juta rupiah per orang, bagi yang mundur hanya dapat kompensasi awal 1 juta rupiah. Saya hanya mencari 20 orang saja yang akan bekerja dengan saya, mengerti?” triak Bayu lagi dengan lantang. “mengerti pak………” jawab semua pria kompak. “20 orang yang bekerja sama saya, akan tinggal di asrama selama bekerja, dan tidak boleh menikah selama bekerja. Pacaran tidak dilarang, namun jika menikah maka dinyatakan mengundurkan diri dari pekerjaan, gaji kalian selama bekerja 50 juta perbulan bersih tanpa potongan, mengerti” triak Bayu kembali. Semua pria dalam barisan langsung heboh, mendengar besarnya gaji yang akan mereka terima, membuat darah muda mereka langsung bersemangat. “mengerti pak……………” triak semua pria dengan lantang dan bersemangat. “ok sekarang buat barisan, buat 10 baris kebelakang, sekarang” triak Bayu lantang. Semua pria langsung bergerak cepat membuat 10 barisan, setiap baris berisi 100 orang. Dalam lima menit barisan sudah terlihat rapi. “tantangan seleksi kedua adalah kalian semua harus telanjang bulat, copot semua pakaian kalian” triak Bayu. “apa….. wih…..loh…….” Terjadi kehebohan dikerumunan pria, mereka saling lirik satu sama lain. “biarkan nomer pendaftaran tergantung dileher kalian, bagi yang malu dan tidak ingin melanjutkan silakan keluar dari barisan, saya kasih waktu 1 menit untuk berpikir” lanjut Bayu dengan lantang. Tidak terlihat satu pun peserta yang keluar dari barisan, mereka semua terlalu sayang melepaskan kesempatan bekerja dengan gaji 50juta per bulan itu. “baiklah jika tidak ada yang berminat mundur, saya kasih waktu 2 menit untuk melepas semua pakaian kalian. Letakan didepan kalian semua baju yang kalian tanggalkan. Mulai” triak Bayu lagi. Terlihat semua pria tanpa ragu membuka pakaiannya, walau dihadapan mereka ada banyak wanita cantik menyaksikan ketelanjangan mereka, bahkan hal ini membuat beberapa pria lebih bersemangat, ada yang terlihat sudah ereksi maksimal, ada pula yang terlihat malu2 menutupi kontolnya denga kedua tangan. “ok sekarang team penilai akan berjalan kearah kalian, jangan ada yang bergerak dari barisan,” ucap Cantika dengan nada tinggi. Cantika lalu menolehkan kepala kepada semua wanita dibelakangnya, memberikan anggukan pelan sebagai kode untuk memulai penilaian mereka. Ketiga puluh wanita itu langsung bergerak serentak, mereka semua langsung menanggalkan pakaian yang melekat ditubuh mereka, hingga telanjang bulat. Tubuh langsing dengan memek tanpa bulu semua, terlihat jelas dimata semua pria yang ada dalam barisan. Kembali terdengar kehebohan dibarisan para pria, menyaksikan wanita2 didepannnya mulai telanjang bulat, semua kontol para pria langsung ereksi maksimal. Lalu para wanita membuat 10 barisan, tiap baris terdiri dari 3 wanita, mereka semua dalam keadaan telanjang bulat, wanita di deretan kedua dan ketiga tampak memegang pena dan kertas untuk mencatat. Sedangkan wanita pada deret terdepan memegang sebuah penggaris panjang. Mereka segera bergerak maju memulai pekerjaan mereka. “17 cm” “16 cm” “18 cm” “20 cm” Sahut menyahut suara wanita yang memegang penggaris berkata, disusul Gerakan para wanita yang memegang pena mencatat. Semua dilakukan dengan sangat cepat, hanya kurang dari 40 menit kerja mereka selesai. Masih terdengar kehebohan di barisan pria, bahkan ada beberapa yang dengan sengaja mengocok2 kontol mereka walau penilaian sudah selesai. Bayu membiarkan hal itu, bahkan ia mengharapkannya. Sebab untuk seleksi berikutnya pria2 itu akan tumbang dengan cepat. Beberapa saat kemudian…. “ok penilaian sudah selesai, saya sedikit kecewa, rupanya yang lolos hanya 96 orang saja” ucap Bayu dengan keras. “yang saya panggil silakan pindah kesebelah kanan…… no 204, no 455, no bla bla bla bla bla…. sekian” Bayu menyebutkan satu2 nomer perserta yang lulus seleksi. “ok yang tidak lulus seleksi silakan kembali memakai baju kalian, dan mengambil uang kompensasi kalian, silakan keluar, trimakasih atas partisipasi kalian” ucap Bayu lagi dengan lantang. 904 pria yang tidak lulus seleksi akhirnya meninggalkan pabrik tua itu dengan membawa uang kompensasi sebesar 1 juta rupiah per orang. Kini tinggal hanya 96 peserta di tengah2 lapangan, tubuh mereka masih terlihat telanjang bulat, kontol2 mereka pun terlihat masih ereksi dengan kerasnya, sebab ketiga puluh wanita dihadapan mereka masih dalam keadaan telanjang bulat saat melakukan aktifitas mereka. “kembali berbaris, buat 10 barisan” triak Bayu lagi. Para pria yang tersisa langsung dengan semangat segera membuat 10 barisan, mereka merasa sudah sangat dekat dengan masa depan mereka, tinggal beberapa langkah lagi. “untuk tantangan berikutnya saya hanya butuh 20 pria yang akan bekerja dengan saya, apakah kalian sudah siap…..?” triak Bayu lantang. “siap……” balas semua pria dengan semangat. “tantangan berikutnya adalah….. kalian harus menahan ejakulasi kalian selama mungkin. Jika bertahan 10 menit di ronde pertama akan ada ronde berikutnya hingga tersisa 20 orang, jika ada yang ingin mengundurkan diri, saya kasih waktu 1 menit untuk keluar barisan” triak Bayu. Para peserta sekarang terlihat lebih tenang, begitu mengetahui tantangan berikutnya, Sebagian dari mereka mengalihkan pandangan mereka dari wanita2 yang terlihat sangat mengundang birahi mereka. Yang tadi asik mengelus2 kontol mereka pun langsung menghentikan aksi mereka. “kalian siap…………” triak Bayu. “siap…………” balas semua pria. Cantika langsung memberikan anggukan kepada ketiga puluh wanita telanjang itu untuk memulai. Tiga puluh wanita bergerak bersamaan, wanita pada deret pertama memegang sebotol babyoil, wanita pada deret kedua sebuah spidol hitam dan merah, sedangkan wanita pada deret ketiga membawa stopwatch, pena dan kertas untuk mencatat. 10 Wanita deret pertama langsung berjongkok dihadapan 10 deret pertama laki2, mereka langsung menuangkan baby oil di ketangan lembut mereka, langsung mengocok kontol2 keras dan besar dihadapan mereka. “akhhhh……………..” desahan pria. “merah” “hitam” “hitam” “hitam” “akhhh…………………” desahan pria “merah” Terdengar sahut menyahut suara wanita menyebutkan warna, saat pria tersebut keluar kurang dari 10 menit maka diberi tanda silang merah didada pria tersebut, jika bertahan hingga hingga 10 menit diberi tanda lingkaran hitam didada pria tersebut. Hingga akhirnya selesai. Para wanita segera kembali keposisi semula. “yang diberi tanda silang merah, segera kenakan kembali pakaian kalian, lalu ambil uang kompensasi kalian” triak Cantika. Terlihat para pria dengan dada disilang merah keluar barisan denga wajah tertunduk. Sekarang tersisa 29 pria dengan tanda lingkaran hitam didada berdiri tegak ditengah lapangan. Setelah semua pria yang tidak lulus seleksi meninggalkan area pabrik. “saya hanya butuh 20 orang saja….. jadi sekarang adalah babak penentuan, apakah kalian sudah siap?” triak Bayu dengan lantang. “siap…………….” Jawab ke 29 pria itu dengan kompak. “siapkan matrasnya…….” Ucap Cantika kepada ke 30 wanita dibelakangnya. “berdiri dibelakang matras yang akan segera digelar didepan kalian” triak Bayu lagi. 29 wanita bergerak bersamaan, mereka masing2 membawa sebuah kasur matras, lalu meletakannya dihadapan para pria yang terlihat masih ereksi dengan sangat keras. Setelah meletakan matras tersebut, para wanita yang sudah telanjang itu, tetap berdiri disana, disamping para peserta pria yang juga dalam keadaan telanjang bulat. Mereka menunggu aba2 dari Bayu. “Aturan kali ini cukup mudah, kalian hanya bertahan sebisa mungkin untuk tidak ejukulasi, 9 orang yang pertama ejukulasi adalah peserta yang gagal, mengerti?” “mengerti…………..” jawab semua pria dengan kompak. “sekarang semua pria silakan berbaring terlentang………..” triak Bayu lagi. Semua pria telanjang itu pun langsung berbaring terlentang diatas matras, telah berdiri dihadapan mereka masing2 seorang wanita cantik dalam keadaan telanjang bulat, terlihat memek2 basah yang sangat mengundang birahi para pria itu. Sementara itu, walau semua wanita itu tetap berusaha bersikap profesional, namun mereka pun merasakan gairah saat menatap kontol2 besar dihadapan mereka, bahkan ada yang panjangnya hingga 22 cm dengan diameter 6 cm. Sudah jelas perintah dari nona Cantika, bertahan selama mungkin yang bisa mereka lakukan hingga mendapatkan 20 peserta pria. “mulai…..” triak Cantika dengan lantang. Semua wanita bergerak dengan kompak, langsung mengangkangi tubuh pria dihadapan mereka masing2, menurunkan badan mereka, menggenggam kontol keras itu, mengarahkan kelobang sempit memek basah mereka, lalu menurunkannya. “akkhhhhh………………” “akhhhhhh………………” “akhhhhhh……………” “akhhhhhh…………….” Terdengar desahan para wanita ketika kontol2 besar itu mulai membelah memek mereka satu persatu. Ada wanita yang langsung menggoyangkan pinggulnya, ada pula wanita yang mendiamkannya beberapa saat untuk beradaptasi. Namun ada satu wanita yang langsung bergetar hebat seketika ketika kontol besar itu menyentuh mulut rahimnya. Wanita yang mengadapi kontol raksasa sepanjang 22 cm. wanita itu tetap bertahan untuk tidak jatuh. Tubuhnya terus bergetar, ini terlalu nikmat, namun ia harus bertahan. “ satu” “dua” 10 menit berlalu sudah dua peserta gugur. Peserta yang tersisa berusaha bertahan. ‘akhhh……………” “akhhhh……….” “akhhhhh………….” Sahut menyahut desahan wanita terdengar merdu, mereka berusaha bertahan dari gelombang nikmat yang menerjang mereka. “tiga” 15 menit berlalu tiga peserta telah tumbang, sementara wanita yang menghadapi pria dengan kontol 22 cm sudah tumbang, segera digantikan dengan wanita yang tersisa satu dibelakang Cantika. “akhhhhh…………….” “akhhhhhh………” “akhhhhhh…………” Desahan para wanita itu terus membahana didalam area pabrik tua itu. Dengan posisi WOT, para wanita jelas kewalahan menghadapi kontol2 besar dan panjang itu, namun mereka harus tetap bertahan. Tiga wanita yang sudah menyelesaikan tugasnya, kembali terjun menggantikan wanita2 yang sudah mulai tumbang juga. Para pria yang gugur, segera disuruh keluar arena, dan disuruh mengenakan kembali pakaiannya, dan mengambil uang kompensasi dari Cantika. 20 menit berlalu, belum ada lagi peserta pria yang gugur, sementara ada satu lagi wanita jatuh lemas dengan tubuh yang masih terus bergetar hebat, wanita itu yang tadi menggantikan wanita sebelumnya, menghadapi kontol 22 cm. Cantika melihat hal itu, langsung ia menanggalkan pakaiannya, ia langsung bergerak cepat menggantikan wanita itu. memek Cantika sudah sangat basah, sesungguhnya sejak tadi ia berharap bisa ikut terjun langsung dalam pengetesan itu, sekarang lah saatnya ia ikut merasakan kenikmatan yang dirasakan oleh teman2nya. “akhhhh………..” “akhhhh………….” “akhhhh………..” Desahan2 nikmat terus berlanjut…… “empat” “lima” “enam” “tujuh” “delapan” “Sembilan” Tepat di menit 24 sembilan peserta telah gugur. Semua wanita yang masih bertahan langsung bangkit, Cantika juga bangkit, sudah 3 kali ia mengalami orgasme dahsyat dengan kontol raksasa itu, sebenarnya ia masih merasa kurang, namun karena sudah Sembilan peserta yang gugur, membuat ia pun menghentikan kegiatannya. plok………plok…….plok………… “selamat buat para peserta yang lulus” triak Bayu dengan lantang sambil bertepuk tangan. “peserta yang gugur silakan ambil uang kompensasi kalian” lanjut Bayu sambil mempersiapkan uang kompensasi dari koper yang tergeletak disampingnya. “bagi peserta yang lulus, mulai sekarang kalian resmi menjadi karyawan perusahan kami. Setelah menandatangani surat perjanjian, kalian bisa pulang kerumah mempersiapkan dan berpamitan dengan keluarga kalian, seminggu dari sekarang kalian harus sudah kembali ke pabrik ini, disini kalian akan tinggal, bekerja dan berlatih, kalian hanya bisa pulang sehari dalam sebulan, waktu cuti ditentukan oleh perusahaan, setelah menandatangani kontrak, kalian akan mendapatkan gaji pertama kalian. Melanggar kontrak maka kalian akan dipecat, ingat itu baik2” triak Bayu kepada 20 peserta yang sudah kembali mengenakan pakaian mereka. Para wanita pun sudah terlihat rapi kembali dengan jas dan celana hitamnya. “mulai sekarang nama kalian adalah nomer yang saya berikan, kalian pun memanggil teman kalian hanya dengan sebutan nomer, tidak ada panggilan nama mulai dari sekarang, nomer satu adalah komandan regu kalian, kalian paham?” lanjut Bayu. “paham pak…..” jawab mereka kompak. “panggil Tuan Bayu mulai sekarang, karena Tuan Bayu adalah pemilik perusahaan ini, dia adalah kepala keluarga dari keluarga besar Aulia” triak Cantika dengan tegas. “Siap Tuan Bayu” ucap mereka kompak. “wanita ini adalah tangan kanan saya, perkenalkan Nona Cantika, dia adalah atasan kalian juga” ucap Bayu memperkenalkan Cantika kepada mereka. Bayu memberikan panggilan nomer satu kepada pria dengan kontol raksasa yang telah menumbangkan 3 wanita. Pria itu layak diangkat menjadi komandan regu. “para wanita juga harus diberi nomer, kasih angka nol didepan nomer para wanita itu” ucap Bayu pelan kepada Cantika. “siap Tuan Bayu” “ingat selesaikan pembangunan di pabrik ini dalam seminggu, agar bisa digunakan secepatnya” lanjut Bayu sambil berjalan meninggalkan kawasan pabrik bersama Cantika. Setelah menandatangani kontrak, dan mendapatkan 50juta gaji pertama mereka, semua pria itu pun dengan hati senang dan bangga meninggalkan kawasan pabrik, dan meninggalkan perasaan kentang kepada pembaca dan suhu2 yang budiman…….. Bersambung…………………………. behind the scenes : “Nona Cantika, berdasarkan hasil voting diatas tampaknya ada beberapa suhu yang bisa kita rekrut untuk menjadi pegawai baru kita” ucap Bayu. “apakah saya perlu mengetes mereka secara langsung Tuan?” jawab Cantika dengan nada bergetar.

Setibanya dirumah, Bayu sudah disambut oleh wangi harum sup masakan ibunya. Ia sudah lapar sekali siang itu. Bayu langsung berlari kedapur untuk segera mencicipi masakan ibunya. “duduklah dimeja makan nak….. sebentar lagi makanan akan siap” ucap ibunya. “dimana adik2 Bu?” “tuh lagi dikamar mereka, sekalian panggil adik2 mu untuk turun” Bayu pun segera berlari ke kamar adiknya. Tanpa mengetuk pintu, Bayu triak dari balik pintu kamar adik2nya. “dik….. ditunggu ibu dibawah, makanan sudah siap” triak Bayu, Bayu pun kembali turun, tidak sabar untuk segera memakan masakan lezat ibunya. Mereka sekeluarga makan dengan lahapnya, tidak ada hidangan istimewa, hanya hidangan biasa yang mereka makan dirumah, hanya berlaukan tempe dan ikan asin. Sengaja Bayu tidak memberikan uang berlebih kepada ibunya, Bayu merasa khawatir kedua orangtuanya akan berpikir yang tidak2 jika terjadi banyak perubahan dalam hidup mereka. Tanpa sepengetahuan keluarga Bayu, Cantika dan anak buahnya sedang asik makan di salah satu rumah samaran. Bayu sengaja tidak mengundang mereka makan dirumahnya, karena khawatir mereka tidak akan suka dengan lauk yang ada. Cantika pun merasa tidak nyaman jika harus bersandiwara terus dihadapan keluarga Bayu. Demi tugas lah Cantika melakukan sandiwara ini, Bayu meminta ia berperan sebagai temannya jika bersama keluarganya. “pak, bu, Bayu harus pergi lagi….. ada sedikit urusan di kerjaan……..” ucap Bayu sambil berjalan keluar rumah. “hati2 nak…..” jawab ibunya. Setibanya Bayu di kantor Aulia. “wah Dik Bayu kelihatan ganteng hari ini…….” Puji Aulia melihat pakaian Bayu yang sudah mulai modis. “ah mbak Aulia bisa aja” jawab Bayu sambil memeluk dan mencium pipi Aulia. “saya sudah berpikir masalah kemaren, tanpa konfirmasi kepada mbak saya sudah buat pergerakan” jawab Bayu. “wow hebat…. mbak suka itu, bagaimana…..?” “saya sudah merekrut beberapa orang di pabrik tua, mereka akan berlatih disana, namun saya minta ini semua dirahasiakan dari jajaran eksekutif dan jajaran staf lainya, biarkan mereka hanya tahu tempat Latihan kita hanya ada di gedung ini” lanjut Bayu menjelaskan. “kok kenapa memang harus pakai dirahasiakan segala?” jawab Aulia. “saya yakin para keluarga besar memiliki mata2 untuk melihat dan menakar kemampuan para ahli yang telah kita siapkan. Saya pun rencana akan merekrut siswa2 berprestasi dari kampus kita untuk bekerja bersama kita, dan saya akan membuat seksi inteligen yang akan bertugas menjadi mata2 kita untuk melihat pergerakan mereka” jawab Bayu. “bagus……bagus…… pilihan saya tidak salah, saya yakin perusahaan kita akan lebih maju ditangan Dik Bayu” jawab Aulia sambil memeluk Bayu. Tersirat kebanggaan dimata Aulia. “ngomong2 peraturan yang akan berlaku pada turnamen paling lama kapan harus diumumkan?” tanya Bayu. “menurut aturan paling lama satu bulan sebelum turnamen harus sudah diumumkan pada semua keluarga besar” jawab Aulia. “hmmmmm……… bagus, membuat kita bisa lebih siap disaatnya nanti” jawab Bayu sambil tersenyum puas, semua berjalan sesuai perkiraan dia. “saya harus segera ke kampus hari ini, rencana saya membuat salah satu gedung yang ada dikampus untuk menjadi markas inteligen kita, dan harus segera memerintahkan Rector untuk merekrut makin banyak siswa berprestasi untuk mendapatkan biasiswa dikampus kita” lanjut Bayu. “baiklah……. Jika butuh apa2 minta sama Nona Cantika untuk mempersiapkannya” jawab Aulia senang dengan kecepatan Bayu dalam berpikir dan bertindak. Ia hanya bisa berharap nama keluarga besar Aulia tetap bertahan hingga ribuan tahun kedepan. Bayu dan Cantika langsung pergi ke kampus dengan mobil Rolls-Royce, kali ini Bayu yang menyetirnya, dikawal dengan 2 mobil Alphard yang berisi penuh dengan 10 orang ladyguard. Setibanya di Gedung F, tempat yang akan dijadikan markas inteligen mereka, Bayu dan Cantika telah disambut oleh Rector. “Selamat Sore Nona Cantika, Bayu……… “ucap Rektor sambil membungkukan badannya. Rector masih belum mengetahui bahwa Bayu adalah tuan baru nya saat ini, dan Bayu sengaja ingin mebuatnya tetap begitu, Cantika hanya bisa menuruti perintah Bayu untuk terus bersandiwara diarea kampus. “trimakasih pak Rector, mulai sekarang, yang tidak berkepentingan tidak boleh masuk Gedung F ini. Dan gedung ini akan selalu dijaga oleh keamanan perusahaan” ucap Cantika. “Baik Nona….. mereka sudah didalam menunggu” jawab Rektor. Sambil Rector hendak berjalan masuk mengikuti Bayu dan Cantika. “trima kasih pak Rector, anda bisa kembali melakukan pekerjaan anda, ingat pesan saya tadi, rekrut lebih banyak siswa berprestasi, laporkan setiap saat kepada saya” ucap cantika mencegah Rektor yang hendak ikut masuk kedalam. “baik Nona “ jawab Rektor sambil menundukan kepala. lalu beranjak pergi. Bayu dan Cantika kembali meneruskan Langkah mereka. Begitu memasuki Aula gedung F, tampak Jelita, Rahayu, Tari, Yunita dan Uchi sedang duduk di kursi lipat yang sudah di susun didalam ruangan aula. Mereka berlima langsung melompat dan berlari kearah Bayu, ketika melihat Bayu memasuki ruang aula. “Bayu, kamu juga dipanggil kesini oleh Rektor?” tanya Jelita. “siapa wanita ini? Dengar2 isu kamu pacaran sama anak dari keluarga besar?” ucap Yunita. “Hai….. kenalkan saya Cantika, saya sahabat Bayu, senang berkenalan dengan kalian semua” ucap Cantika dengan senyum ramahnya. Bayu pun segera mengajak mereka semua duduk kembali bersama2 di kursi lipat yang ada di tengah2 aula. “begini teman2….. sengaja saya mengumpulkan kalian dalam rangka bla… bla…bla….bla…” Bayu pun mulai menjelaskan rencana dia kepada teman2nya, walau sangat terkejut pada awalnya, namun akhirnya permintaan Bayu disambut dengan antusias tinggi dari semua teman2nya, lalu Bayu memberikan jabatan pada mereka. Jelita sebagai ketua organisasi intelijen. Rahayu sebagai ketua perekrutan dan pengawasan agent di dalam negeri. Yunita sebagai ketua perekrutan dan pengawasan agent di luar negeri. Uchi sebagai ketua dibidang pengadaan barang, alat dan teknologi Tari sebagai ketua dibidang keuangan, pengembangan dan pelatihan. Bayu mengharapkan dalam waktu satu bulan mereka sudah dapat menguasai tugas bidang mereka masing2. Dan memberikan mereka gaji 50juta perbulan. Kelima sahabat Bayu merasakan senang sekali, apalagi mereka langsung mendapakan gaji pertama mereka saat itu juga ketika mereka selesai menandatangani kontrak mereka. “ok kawan2 saya mengandalkan kalian” ucap Bayu sebelum pergi. “siap mas Bayu……….” Jawab mereka kompak. Bayu berencana menempatkan bapaknya untuk menjadi keamanan di Gedung F itu, agar bapaknya memiliki sedikit kesibukan, walaupun sebenarnya Bayu lebih suka jika bapaknya beristirahat saja dirumah, namun ia yakin bapaknya tidak akan mau….. Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, tujuh hari sudah dilewati, hari ini adalah hari dimana para rekrutmen baru berkumpul kembali di pabrik tua. Sejak semalam sudah terlihat banyak kesibukan di dalam pabrik, ada 4 bangunan besar semi permanen yang terbuat dari baja dan seng di tengah2 area pabrik, bangunan A tempat mereka berlatih beladiri, bangunan B tempat makan, kolam renang dan sauna, bangunan C tempat kantor administrasi dan Gudang perbekalan, bangunan D adalah aula pertemuan. Menjelang pagi semua rekrutmen pria sudah datang, mereka sangat terkejut melihat perubahan suasana pabrik tua itu, namun keterkejutan itu tidak seberapa dibandingkan semangat mereka karena sudah diterima bekerja di perusahaan dengan gaji besar. Terlihat banyak wanita yang sedang sibuk mempersiapkan kedatangan Bayu untuk meresmikan pembukaan gedung. Terlihat rombongan mobil Alphard memasuki kawasan pinggir kota. Tiba2 mereka dihadang oleh sebuah portal saat akan memasuki jalan menuju pabrik tua, terlihat lebih dari 300 orang preman berdiri menghadang. “jika ingin lewat bayar upeti” triak ketua preman dengan tubuh penuh dengan tato. Rupanya kesibukan yang terjadi sejak malam mengundang minat preman entah dari mana, untuk melakukan pungutan liar. Bayu segera turun dari mobil. Dia dengan santai berjalan kearah ketua preman. “perkenalkan saya adalah Bayu, dengan siapa saya bicara” tanya Bayu datar. “saya Jhon, ketua geng macan tutul, jika ingin lewat bayar upeti, dan kegiatan di dalam juga harus membayar upeti segera setelah kami menemui pemimpin mereka” jawab John dengan sombong. “wah kebetulan saya adalah pemimpin mereka, bagaimana jika Tuan Jhon beserta teman2 mampir kesana besama saya sekarang, saya akan dengan senang hati menjamu Tuan Jhon dan teman2” ucap Bayu dengan senyuman. Melihat lawan tidak punya nyali untuk menolak, membuat mereka menjadi senang…. “ayo kawan2 kita segera kesana” triak Jhon sambil menyuruh anak buah mereka membuka portal. Mobil rombongan Alphard pun bejalan, diiringin beberapa mobil dan puluhan motor, meraung2 menarik gas mereka untuk menurunkan nyali lawan. Begitu tiba di gerbang pabrik, Bayu dan rombongan segera turun dari mobil. Cantika telah mengintruksikan kepada 01 untuk memanggil semua rekrutan baru untuk keluar menyambut mereka. Para preman yang belum diijinkan masuk pun mulai bertanya2 ada apa ini. “hei apa maksudnya ini, kalian cari mati ya?” ujar Jhon saat melihat Bayu dan seorang wanita berdiri tepat di depan gerbang, sementara dibelakang mereka tampak 10 orang wanita diam berdiri dengan tegak. Solah menantang Jhon dan 300 temannya. Tidak lama kemudian tampak 20 orang pria keluar dari dalam gedung. “kalian pikir 11 wanita dan 21 pria kurus seperti kalian bisa melawan kami yang berjumlah 300 orang?” triak Jhon dengan sombong. “Sudah serahkan saja upeti 100 juta, maka kami akan segera pergi” lanjut Jhon dengan sombong. Sebenarnya 100 juta sangat kecil buat Bayu, namun melihat peluang gratis memberikan sedikit atraksi pada rekrutan baru akan sangat bermanfaat kedepannya buat semangat mereka dalam berlatih. “sebelumnya saya sangat berterimakasih buat Tuan Jhon yang telah berbaik hati membawa teman2nya untuk kami” ucap Cantika lantang. Setelah berbicara tiba2…… wusss………. Cantika bergerak cepat, sangat cepat hingga Jhon tidak dapat melihat pergerakannya, tiba2 Cantika sudah ada dihadapannya. Bammmm………. Tubuh Jhon terpental hingga 10 meter, menghantam teman2nya yang ada dibelakangnya. Semua rekrutmen terkejut, inikah kekuatan Cantika sesungguhnya, kekuatan dari wanita yang terlihat seksi dan anggung memakai jas hitam dan rok hitamnya. Jhon pun memuntahkan segumpal darah dari mulutnya, ia terkejut, namun ia tidak mau menyerah begitu saja melawan seorang wanita. “bunuh wanita itu…….. bunuh semuanya……….” Triak Jhon dengan lantang. “serang…………… bunuh…………. hajar…….. bakar…………. perkosa……………..” triak 300 orang anak buah Jhon, mereka bergerak bersamaan, dengan berbagai senjata tanjam dan tumpul ditangan mereka, ini terlalu kejam, tidak ada kesempatan buat rombongan Bayu untuk menyelamatkan diri, jelas hanya kematian yang akan mereka dapatkan. Bayu tampak santai berdiri ditempatnya, sementara 20 rekrutan baru terlihat panik hendak melarikan diri kedalam gedung. Namun baru saja mereka hendak membalik badan mereka.. wusss……wusss….wusss….wusss….. kesepuluh wanita dibelakang Bayu bergerak sangat cepat. Bammm……….. Bammm……….. Bammm……….. 300 pria tidak menyadari apa yang terjadi. “akhhh………..” Krak………. “akhhh……….” Krak……….. Sahut menyahut triakan kesakitan serta suara tulang tangan dan kaki yang patah dan remuk membahana didepan pabrik tua itu. 11 wanita itu sangat cepat, sangat kuat, dalam waktu singkat 200 orang sudah tumbang dengan tangan dan kaki yang patah atau remuk, serta ada sebagian yang menemui ajalnya dengan kepala pecah. 11 wanita dengan hanya mengandalkan tinjunya, melawan 300 preman dengan senjata ditangannya. Bammmm………… Bammmm…………. Bammmm………… 50 orang lainya pun segera menyusul bernasib sama dengan teman2 mereka sebelumnya, sekarang hanya tersisa 50 orang preman yang terlihat gemetar ketakutan. “jangan mendekat….. jangan…… ampun…………..” triak mereka, sambil mundur mengayun2kan senjata mereka. 11 wanita itu hanya diam, berdiri tegak diantara tubuh yang bergelimpangan. “angkat teman2 kalian, jangan coba2 kalian menunjukan batang hidung kalian lagi, jika sampai saya dengar atau berjumpa kalian lagi, maka kalian akan saya bunuh semua, akan saya jadikan bahan baku didalam pabrik” triak Cantika lantang. 11 wanita itu pun segera berbalik badan menuju Bayu yang masih terlihat santai, sementara ke 20 rekrutan hanya bisa melongo, ini terlalu kejam…. Ini terlalu kuat…. bathin mereka, bahkan kaki mereka terasa lemas untuk digerakan. Terlihat ke 50 orang preman itu membantu teman2nya, mereka segera membawa teman2 mereka dari sana. Ada rasa malu dan sakit hati dirasa oleh Jhon, namun mereka terlalu kuat, bahkan hanya 11 wanita lemah dapat mengalahkan pasukannya yang termasuk preman disegani di Ibukota. Bayu dan rombongan segera memasuki kawasan pabrik. Mereka segera munuju gedung aula, atraksi selanjutnya akan dipertontonkan dihadapan para rekrutan baru, agar mereka semangat dalam berlatih, dan memenangkan turnamen besar tahunan yang akan segera diadakan. Didalam gedung aula. Lantai gedung aula sudah dilapisi matras setebal 5 cm, untuk meredam benturan jika mereka menggunakan tempat itu untuk separing. Terlihat 20 para rekrutan berbaris membentuk dua barisan memanjang. Jauh didepan mereka Bayu duduk diatas sebuah sofa panjang, didepannya tersaji berbagai makanan dan minuman. Disamping Bayu, Cantika duduk manis dengan menyilangkan kakinya, pahanya yang putih terekspose jelas. Dibelakang Bayu berdiri dengan tegak 30 wanita cantik memakai jas hitam dan celana hitam. Mereka adalah team turnamen sekaligus ladyguard untuk Bayu dan Aulia. Masih ada 20 orang ladyguard lagi yang bertugas menjaga keselamatan Aulia di kantornya. Serta dua orang asisten Aulia yang setara kekuatannya dengan Cantika tetap menjaga keselamatan Aulia dikantornya. Sementara disekeliling aula terlihat 100 orang wanita cantik dengan jas putih celana putih berdiri tegak, mereka adalah petugas sekaligus keamanan yang menjaga kawasan pabrik. Para rekrutan dengan sabar menunggu perintah Bayu, mereka terlihat belum disiplin, terlihat beberapa orang berdiri dengan santai, bahkan ada yang terlihat berbisik2 disana. Bayu masih memaklumi itu. cantika sebenarnya sudah tidak sabar melihat tingkah amatir para rekrutan baru, namun ia tidak berani menegurnya sebelum dapat perintah dari Bayu. Terlihat Bayu masih asik menyeruput teh panasnya. “mereka sudah tiba Tuan Bayu……” bisik Cantika. “suruh mereka masuk…..” ucap Bayu datar. Cantika segera melirik 01, lalu menganggukan kepalanya. 01 paham, ia segera keluar aula. Tidak lama berselang tampak banyak wanita dengan dandanan glamor dan seksi memasuki aula, terdengar hiruk pikuk dan tawa manja bergema dalam ruangan aula. Mereka semua berlari2 dengan riang. Semua rekrutmen terpana melihatnya, semua wanita itu berusia kisaran 20-30 tahun, dengan tubuh langsing, Sebagian ada yang terlihat montok berisi. Membuat kontol mereka perlahan mengeras. “dengarkan baik2……………….” Tiba2 suara Cantika memecah keceriaan mereka. Semua wanita itu diam berdiri tidak beraturan. Mereka dijanjikan bayaran tinggi untuk datang ketempat ini. “untuk semua wanita…. dengarkan aturan mainnya……” triak Cantika kembali. “kalian semua akan dibayar 10 juta perorang, namun jika kalian dapat membuat keduapuluh pria dihadapan kalian itu tidak dapat berdiri tegak lagi, maka kalian akan mendapatkan bonus 1 juta perorang, jadi di akhir acara, kalian akan dapat uang 30juta perorang” lanjut Cantika, yang langsung disambut dengan gemuruh suara senang semua wanita seksi itu. “jadi kerjasama adalah penting bagi kalian” lanjut cantika. “buat semua rekrutmen, dengar baik2……” triak Cantika kembali. “kalian akan dapat bonus besar jika kalian dapat membuat semua wanita dihadapan kalian tidak dapat berdiri lagi, satu wanita bernilai 1 juta. Ada 200 wanita dihadapan kalian, jadi diakhir acara kalian akan dapat 200juta perorang” lanjut Cantika. “huuuu…….” terdengar triakan kecewa dari semua wanita seksi itu, mengetahui bahwa para pria mendapatkan bonus lebih besar dari mereka. “namun jika masih ada satu saja wanita yang masih sanggup berdiri, maka kalian para pria dinyatakan kalah, tidak ada bonus buat kalian” lanjut Cantika. Para wanita langsung tertawa heboh, mereka bersorak sorai mentertawakan nasib para pria tersebut. “mulai…………..” triak Cantika sambil kembali duduk disamping Bayu. 200 wanita langsung berlari mengerubutin 20 pria. Mereka semua langsung menggalkan pakaian mereka. Para pria yang awalnya sangat bernafsu melihat tubuh2 seksi wanita2 dihadapan mereka, langsung gemetar ketakutan. Semua wanita tersebut langsung menerjang mereka, menelanjangi tubuh mereka, bahkan ada yang dengan kasar menarik paksa pakaian mereka hingga sobek. Masing2 pria berhadapan dengan 10 wanita. ada yang sudah mulai menghisap2 kontol para pria tersebut. Nomer 1 terlihat santai, ia bahkan meladeni dengan buas sepuluh wanita dihadapannya. Saat kontol besarnya dijilat2 oleh dua wanita, dia dengan rakus ikut menjilat2 memek basah wanita didepannya. Kedua tangannya juga terlihat sibuk mengobok2 memek wanita disamping kiri kanannya. Tubuhnya yang tinggi besar cukup kuat menahan terjangan para wanita itu, ia masih berdiri dengan kokoh. Berbeda dengan Nasib nomer 17, ia sudah tidur terlentang, wajahnya dikangkangin oleh seorang wanita seksi, wanita itu terlihat mengayun2kan pinggulnya diwajah 17, memek basahnya menggesek2 mulut dan hidung 17, sementara dibawahnya sudah ada seorang wanita yang sedang menaik turunkan pantatnya, mengocok kontol panjangnya didalam memek sempit wanita itu. kedua putting susunya sedang dijilat2 oleh dua wanita secara bersamaan. Sementara masih ada 5 wanita lagi menunggu giliran mereka disampingnya. Kenikmatan itu jauh melebihi batas nalarnya. Tidak butuh waktu lama tubuh 17 mengejang mengeluarkan seluruh lahar panasnya kedalam memek basah wanita yang masih terus mengocok kontolnya dengan memeknya yang sudah banjir dengan peju 17. Begitu tahu pria dibawahnya sudah keluar, wanita tersebut langsung mencabut memek basahnya. Kontol 17 yang sudah mulai layu langsung dihisap dan dijilat oleh dua wanita disampingnya. Memaksakan kontol itu untuk bangkit kembali. Tidak butuh lama kontol besar itu kembali ereksi, lalu kembali memasuki celah sempit memek wanita berikutnya. Desahan demi desahan membahana didalam ruangan aula itu. sudah mulai terlihat tiga wanita tumbang tidak dapat berdiri lagi menghadapi gempuran kontol nomer 1. Sementara nomer 7 berhasil menumbangkan pula seorang wanita. Pertarungan syahwat semakin dahsyat. Sudah 9 pria dan 13 wanita tumbang tidak dapat berdiri lagi. Nomer 1 sudah sekali mengalami ejukulasi, namun ia sudah menumbangkan 5 orang wanita, kontolnya sudah kembali keras maksimal, sedang menghujam2 dengan ganas memek wanita didepannya dengan posisi nungging. Dua jam sudah berlalu, 19 pria 32 wanita sudah tumbang mendapatkan berkali2 orgasme. Tinggal nomer 1 masih bertahan, disekelilingnya berdiri 162 wanita menunggu giliran, sementara 5 wanita sedang mengerubutin tubuh telanjangnya. Ia sudah mulai kelelahan, sudah 5 kali ia memuntahkan lahar panasnya. Wanita2 ini adalah wanita2 profesional dibidang perkentuan yang sudah diseleksi dan diperiksa kesehatannya sebelum diundang datang. Mereka sudah sangat mahir menghadapi pria2 hidung belang, membuat nomer 1 kewalahan. Setelah menumbangkan satu wanita lagi, nomer 1 langsung menyerah ketika lahar panasnya menyembur untuk yang keenam kalinya, ia sudah tidak sanggup berdiri lagi, dengkulnya terasa sangat lemas sekali. Para wanita langsung bersorak gembira, mengetahui pihak mereka memenangkan pertarungan ini. Terbayang uang sebesar 30 juta yang akan segera mereka terima. plok……. Plok…..plok…….. Cantika langsung berdiri dan bertepuk tangan, memberikan selamat kepada semua wanita yang telah memenangkan pertarungan. Cantika memberi kode kepada pasukan putih2 yang berdiri disekeliling lapangan. Segera keseratus wanita tersebut bergerak ketengah arena, Sebagian ada yang membantu para pria untuk berdiri dan memapah mereka kepinggir aula, Sebagian lagi membantu para wanita yang sudah tidak sanggup berdiri untuk dipapah menuju pinggir aula juga. Sebagian lagi membawa lap pel untuk membersihkan matras aula dari sisa2 lendir yang berceceran di atas matras. “kalian ingin tambahan uang?” kembali Cantika berteriak dengan lantang kepada 166 wanita yang masih tersisa ditengah lapangan. “mau…………….” triak ke 166 wanita secara bersamaan. Gemuruh sorak sorai kembali membahana didalam ruangan aula itu. Sementara 20 rekrutan dan 34 wanita yang masih memulihkan stamina mereka hanya bisa menatap dan mendengar dari pinggir aula. “aturan mainnya lebih mudah, hadiahnya lebih besar…..” triak Cantika dengan lantang. Disambut oleh sorak sorai senang para wanita yang masih berdiri telanjang ditengah lapangan. ‘hadiah tambahannya 30 juta perorang jika kalian semua bisa menumbangkan satu orang pria lagi” Gemuruh gembira kembali membahana, namun semua wanita sedikit kebingungan, karena tidak ada pria lain yang masih berdiri disekitar aula, pandangan seluruh wanita langsung tertuju pada lelaki yang masih santai duduk dibangku sofa panjang. “namun jika kalian gagal, kalian hanya akan dapat tambahan uang 5 juta rupiah perorang, jadi diakhir acara hanya membawa 35 juta rupiah perorang” lanjut Cantika. Terdengar gemuruh pelan bisik2 diantara wanita itu, mereka berpikir itu hal yang lucu, mereka berjumlah 166 orang, bahkan tadi menghadapi 20 pria saja mereka berhasil, apalagi menghadapi seorang pria saja. “apakah kalian mengerti………….” Lanjut Cantika. “mengerti………………” jawab semua wanita dengan antusias, mereka yakin akan memenangkan pertarungan mudah ini. Bayu segera bangkit dari duduknya. Cantika langsung mendekati Bayu, membuka pakaian Bayu satu persatu hingga telanjang bulat. Saat Cantika membuka celana Bayu, terlihat kontol besar Bayu yang masih lemas dengan tiga baris gerigi sebesar biji jagung disekeliling pangkal kepala kontolnya. Cantika iseng memberikan sedikit kecupan ke kontol lemas Bayu. Bayu hanya tersenyum melihat ulah Cantika. Bayu segera berjalan perlahan ketengah aula. 166 wanita yang tadi bersemangat terlihat memucat, mereka tahu makna gerigi disekitar kontol Bayu. Bagi wanita berpengalaman seperti mereka, makna gerigi tersebut adalah kenikmatan yang tak tertahankan. Sebagian wanita bahkan mulai merasa lemas kakinya saat menatap kontol Bayu yang istimewa itu. Namun mereka yakin, walaupun kontol itu sangat istimewa, namun menghadapi 166 wanita pasti akan tumbang juga dengan cepat. Setelah Bayu berada ditengah aula. Bayu langsung merentangkan kedua tanganya. Memberi isyarat kepada Cantika. “mulai……………..” triak Cantika dengan lantang. Bammm…….. Bammm……… Bammm……… Dalam waktu 10 menit sudah 5 wanita tumbang dengan posisi mengakang. Semua rekrutmen terkejut. Ini tidak mungkin, itu sangat dahsyat, mata mereka tidak dapat berkedip menyaksikan keganasan kontol Bayu. Bammm…….. Bammm…….. Bammm…….. Triakan triakan nikmat membahana dalam gedung aula itu. 30 wanita sudah tumbang tidak mampu berdiri lagi dalam waktu satu jam. Kontol Bayu semakin mengganas, mengocok dengan kencang memek basah wanita2 itu satu persatu. Bammm……… Bammm…….. Bammm…….. Dalam waktu kurang dari 6 jam 166 wanita sudah tidak dapat bangun lagi, mereka semua berbaring tidak beraturan ditengah aula, sementara Bayu masih tegak berdiri, dengan kontol kerasnya yang masih berdiri tegak. Membuat semua rekrutan merinding manatapnya. Ini terlalu ganas, terlalu hebat, dia bukan manusia…. Dia Dewa…… Sang Dewa Kentu Yang Legendaris…… bathin mereka semua yang menyaksikan dengan wajah menunjukan ekspresi takut dan kagum bersamaan. Bahkan para wanita berjas putih dan berjas hitam pun tidak dapat menahan kagumnya, Sebagian dari mereka sudah duduk bersimpuh, kaki mereka terlalu lemas untuk berdiri melihat keganasan kontol Bayu. Bayu berjalan kembali kebangkunya, Cantika segera mengelap seluruh tubuh telanjang Bayu dengan tisu basah dan handuk. “Dengar baik2 para rekrutmen…….. jika kalian ingin kuat seperti itu, maka ikuti aturan selama kalian berlatih ditempat ini. Dalam tiga bulan saya akan kembali mengetes kemampuan kalian, yang sanggup mengalahkan 50 wanita akan saya kasih bonus besar” triak Bayu saat tubuhnya masih di lap oleh Cantika. “siap Tuan Bayu………” triak mereka semua bersemangat, setelah bersusah payah untuk berdiri. Setelah berpakaian rapi, Bayu dan Cantika meninggalkan Gedung Aula, melakukan inspeksi sebentar keseluruh area pabrik, memastikan semua kesiapan dan kesediaan yang ada. Setelah itu mereka meninggalkan kawasan pabrik bersama ke tigapuluh ladyguardnya. Bersambung…………………….

Pelatihan dimulai hari ini, nomer 1 memimpin teman2nya untuk memulai latihan fisik. Latihan pertama adalah lari, mereka berlari didalam area pabrik, mengelilingi area pabrik dalam keadaan telanjang bulat. Sudah jelas aturan yang disampaikan oleh Bayu tadi pagi. Mereka harus menahan nafsu mereka selama berada dalam pelatihan, dilarang masturbasi ataupun ngentot, hanya boleh mengeluarkan peju saat mimpi basah dan waktu pengetesan tiba. Tugas mereka saat ini hanya berlatih fisik dan teknik beladiri. dibawa bimbingan Siska yang akan datang setiap hari mulai besok. Bukan hanya para pria yang telanjang bulat, namun semua wanita pengurus dan pengawas yang tadi memakai jas putih celana putih juga ikut telanjang selama beraktifitas didalam pabrik, membuat para pria sedikit tidak nyaman saat berlari dengan kondisi kontol ngaceng ereksi. Namun seiringnya waktu, mereka pun akhirnya mulai terbiasa. Kontol2 mereka tidak bangun bahkan saat ngobrol bertatap muka dengan para wanita itu. semua wanita pengurus diberi Bayu kode nama tersendiri pula. Mereka dipanggil S01 sampai S100, S sendiri bermakna Srikandi. Sementara itu pak Jamal sudah memulai hari2nya bekerja di Gedung F, pak Jamal menjadi komandan keamanan gedung F, membawahi 20 orang pemuda yang di rekrut langsung oleh pak Jamal. Tugas mereka sudah jelas disampaikan oleh Nona Cantika, bahwa tidak ada yang boleh memasuki Gedung jika tidak memakai tanda pengenal khusus perusahaan, bahkan jika mereka menggunakan tanda pengenal perusahaan. Pintu depan selalu dijaga oleh dua orang penjaga, sementara di dalam pos jaga selalu standby 8 orang penjaga, semua penjaga secara khusus dilatih oleh pak Jamal sendiri. Terlihat 8 orang siswa kampus mendekati gedung F tersebut. “wah sejak kapan gedung F dijaga ketat seperti ini? Pak tua itu sedang merencanakan apa?” ujar Pram Handoko, generasi ke 3 keluarga besar Handoko, peringkat ke 5 di Ibukota. Pram dan kawan2nya berusaha memasuki Gedung F namun langsung di cegah oleh dua penjaga pintu disana. “maaf siapapun yang tidak berkepentingan dilarang masuk gedung ini” ucap salah satu penjaga sambil berdiri menghadang Pram. plak……… Pram langsung menampar penjaga itu. “siapa kamu berani berbicara tidak sopan seperti itu kapada saya” bentak Pram keras. “kamu tidak kenal siapa saya?” lanjut Pram arogan, di kampus ini tidak ada yang berani memprofokasi dirinya, yang merupakan d0natur (jadi d0natur HANYA melalui admin team, BUKAN lewat staff lain) terbesar di kampus elite ini, dan merupakan keluarga besar dengan ranking tertinggi yang kuliah dikampus ini. Melihat temannya di tampar oleh Pram membuat penjaga kedua naik pitam dan hendak memukul Pram, namun segera dicegah oleh penjaga pertama. “panggil komandan, bilang ada masalah di luar” ucap penjaga pertama menghalangi penjaga kedua memukul Pram. “hei, cari mati ya kamu…….” Ucap Pram marah ketika melihat aksi sok jagoan penjaga kedua. Pram hendak menerjang penjaga kedua, namun dihadang oleh penjaga pertama. Penjaga kedua langsung berlari memasuki pintu gedung. Pram sangat marah ketika penjaga pertama meghalangi dirinya lagi. Belum pernah ada orang yang berani menghina dirinya sampai sedemikian rupa di depan teman2nya. bukk……… Pram langsung melayangkan pukulannya kearah perut penjaga pertama. “kurang ajar, mampus kau” triak Pram sambil melayangkan pukulan keduanya ke wajah penjaga itu. tak………… penjaga pertama langsung menangkis serangan kedua Pram. Mendapat perlawanan dari penjaga pertama, makin membuat Pram emosi. Teman2 Pram juga ikut emosi melihat Tuan Muda mereka dipermalukan sedemikian rupa. Mereka adalah teman2 sekaligus pengikut setia Pram, yang sering mentarktir mereka di kantin atau di club malam. Berteman dekat dengan Pram memiliki keuntungan tersendiri bagi mereka. Membuat mereka juga cukup disegani di kampus elite ini. Tanpa disuruh oleh Pram, ketujuh temannya itu langsung membantu Pram, menerjang dengan ganas kearah penjaga itu. Menghadapi serangan yang begitu banyak membuat penjaga tersebut kewalahan, Takk…… Bukk…… Bukk…… Bukk…… Penjaga akhirnya terdesak hingga kepintu Gedung. “hentikan………………” triak pak Jamal, yang sudah keluar bersama 9 orang penjaga lainnya dibelakang mereka. Kedelapan siswa itu lalu mnghentikan pukulan mereka begitu melihat pak Jamal yang bertubuh kekar keluar dari dalam Gedung Bersama 9 penjaga lainnya. Ada rasa takut di hati mereka begitu melihat pak Jamal. Namun hal itu tidak berlaku untuk Pram. Pak Jamal dimatanya hanyalah sampah, ia memiliki dukungan besar dari keluarganya, bahkan jika ia menelpon, para ahli yang bekerja dengan keluarga mereka pasti akan segera datang dalam waktu singkat. “siapa kamu….. cari mati ya….? Kamu tidak kenal saya? saya adalah Pram Handoko dari keluarga besar Handoko, bahkan Rektor saja tidak akan berani mencagah saya. kamu siapa ? berani2nya melarang saya…” bentak Pram dengan keras. Pram pikir dengan menyebut nama besar keluarga besarnya akan segera membuat orang didepannya segera berlutut minta ampun dihadapannya. “maaf Tuan Muda Pram, saya hanya ditugaskan menjaga gedung ini oleh atasan saya….. jadi mohon pengertian dari Tuan Muda pram yang bijak, untuk tidak mempersulit pekerjaan saya” ucap pak Jamal, sambil membungkukan sedikit badannya di depan Pram. Pram yang melihat lawan bicaranya merendah, mebuat dirinya semakin arogan. Tidak suka dengan kelakuan penjaganya, pram hendak melampiaskan kekesalannya kepada pak Jamal. Pram langsung mengakat tinjunya tinggi2, siap untuk memukul kepala pak Jamal yang sedang menundukan badannya didepan dia. Semua penjaga terkejut, mereka semua hendak maju mencegah aksi Pram kepada komandan mereka. Terlambat……………. Bammm……………….. Semua orang terkejut. Semua orang bertanya2 apa yang terjadi? Terlihat tubuh Pram mental hingga 5 meter, menabrak tubuh 3 teman dibelakanya yang ikut terpental sejauh 5 meter. Sementara tubuh pak Jamal masih membungkuk. 4 orang teman2 Pram terlihat bagai orang bodoh, melihat ke arak tubuh temannya yang terpental, dan melihat pak Jamal yang masih membungkuk, sementara dibelakang pak jamal masih berdiri dengan wajah yang juga terkejut sepuluh orang bawahan pak Jamal. “apa ini, siapa yang memukul Tuan Muda Pram……?” bathin ke 4 teman2 pram dan para penjaga. Pram memuntahkan segumpal darah dari mulutnya, ia tahu siapa yang telah memukulnya tadi. Dadanya terasa panas akibat pukulan itu, ia segera mengambil handphonenya, melakukan panggilan singkat dengan handphonenya. “Bang tolong saya, ada yang meremehkan keluarga besar Handoko dikampus saya” ucap Pram di handphonenya. “ia bang…….. saya di gedung F……….. saya tunggu………” lanjut Pram Pak Jamal yang mendangar panggilan telpon itu hanya diam. Ia kembali menegakan badannya. “kalian tunggu saja, sebentar lagi kalian semua akan mati…….” Ucap Pram sambil bangun dibantu teman2nya. “sebentar lagi abang saya akan datang….. kalian akan menyesal telah meremehkan saya” lanjut Pram. Ia yakin sebentar lagi abangnya akan datang dengan para ahli yang dimiliki keluarga besar Handoko. Tidak lama kemudian datang iring2 5 mobil Land Rover Range Rover Sport memasuki kawasan area gedung F. berhenti tidak jauh dibelakang Pram dan kawan2. Lalu turun lah 30 orang lebih dari kendaraan itu. “Siapa yang berani menghina keluarga besar Handoko…….?” Triak seorang pria dengan pakaian necis yang berada dipaling depan, sementara dibelakangnya terlihat dua orang lelaki dengan badan kekar diiringi 30 lelaki yang tidak kalah seramnya. Pram Handoko langsung menghampiri abangnya, Tedy Handoko, sang pewaris dari keluarga besar Handoko. “dia bang, sampah itu telah meremehkan keluarga besar Handoko, bahkan saat saya bilang dari keluarga besar Handoko, dia tidak perduli sama sekali” ucap Pram sambil menunjuk kearah pak Jamal dan anak buahnya. “apa…? Hanya seorang satpam rendahan berani menghina keluarga besar Handoko…..?” Tedy langsung terlihat marah besar, ia pikir dari keluarga besar mana yang mencoba berselisih dengan keluarga besar Handoko, ternyata hanya seorang satpam tua rendahan. “beri mereka pelajaran, patahkan kedua kaki mereka semua” triak Tedy Handoko dengan marah. 30 anak buah yang dibawa segera bergerak, namun dicegah oleh dua ahli yang dibawa oleh Tedy. “Tuan Muda Tedy, tampaknya saya kenal orang itu” ucap pak Joko, seorang master yang bekerja sebagai ahli sekaligus penjaga keselamatan Tady Handoko. Pak Joko dan pak Jono berjalan mendekati rombongan pak Jamal. “hahahahahaha……. Ternyata anda belum mati pak Jamal” ucap pak Jono sambil terus berjalan mendekati pak Jamal. “ya begitulah pak Joko, pak Jono, seperti yang anda lihat. Dewa keberuntungan masih melindungi saya” ucap pak Joko datar. “karena cinta anda sampai jatuh sedemikan rendahnya pak Jamal, andaikan waktu itu anda mendengar nasehat saya untuk tidak main api dengan Nona Besar, mungkin anda masih jaya hingga sekarang” lanjut pak Joko mengungkit masa lalu pak Jamal yang kelam. Dahulu dia merupakan ahli kepercayaan keluarga besar Tristan dari wilayah utara, namun karena hubungannya dengan anak perempuan keluarga besar itu, ia dibunuh oleh lima orang ahli lainnya, walaupun ia merupakan ahli handalan di keluarga Tristan, namun menghadapi lima orang ahli membuat dia hampir terbunuh, ia berhasil melompatkan diri kedalam jurang yang dalam, sehingga mengalami luka parah yang sangat fatal, jika bukan karena ditolong oleh seorang bapak tua yang sekarang menjadi mertuanya, mungkin ia sudah mati saat itu. “tampaknya anda sudah tidak bekerja lagi sama keluarga itu?” ucap pak Jamal. “hehehehehe…… setelah hari itu, saya mendapatkan tawaran yang lebih baik dari Ibukota, dan ternyata nasib mempertemukan kita kembali” ucap pak Joko. “tampaknya hari ini saya akan kembali membunuh anda pak Jamal, kecuali anda mau mematahkan kedua kaki anda sendiri” lanjut pak Joko, yang sangat yakin kemampuannya yang sekarang sudah diatas kemampuan pak Jamal. Ditambah ada pak Jono disampingnya, membuat ia yakin ini adalah pekerjaan mudah baginya. “jangan banyak omong lagi…. cepat selesaikan……. Saya ada banyak urusan…….” Triak Tedy Handoko yang mulai tidak sabaran dengan basa basi mereka. “siap Tuan Muda…….. “jawab pak Joko. “mari pak Jono, kita serang bersamaan, biar lebih cepat selesai, tampaknya Tuan Muda Tedy sudah tidak sabaran bermain2 dengan gadis koleksinya” ucap pak Joko kearah pak Jono. Di sambut dengan anggukan pelan pak Jono. Wussss…………. Wussss…….. Dua bayangan bergerak cepat kearah pak Jamal. Tampak pak Jamal diam tak bergerak, Anak buah pak Jamal terkejut mereka bahkan tidak melihat pergerakan kedua ahli itu. Ketika bayangan itu dekat……. Bammmm…………….. Bammmmm…………. Suara dua benturan besar terjadi, benturan antara dua pukulan yang teramat dahsyat. Krak………….. krak……….. Disusul oleh suara tulang yang remuk…………. “akhhhhh……………….” “tidak mungkin………” Dua tubuh terhuyung kebelakang, pak Joko dan pak Jono mudur terhuyung kebelakang hingga dua langkah, sambil memegangi tangan kanan mereka yang telah remuk. Sementara pak Jamal masih berdiri kokoh ditempatnya. “sebenarnya saya tidak ingin mencari kalian untuk balas dendam, namun nampaknya kalian sendiri yang telah datang menghantar nyawa” ucap pak Jamal sambil tersenyum sinis. “sekarang giliran saya……….” Wusssss………………. Pak Jono dan pak Joko hanya bisa terkesima, dengan cepat tubuh pak Jamal sudah ada di depan mereka. Yang mereka lihat hanyalah ayunan tangan besar pak Jamal didepan matanya, dan suara keras tempurung kepala mereka yang pecah. Tubuh pak Joko dan Pak Jono terpental dengan keras ketanah, dengan kondisi kepala yang pecah. Tedy Handoko dan Pram Handoko tidak percaya melihat kedua ahli yang mereka andalkan untuk turnamen nanti tewas hanya dengan satu pukulan seorang satpam kampus. Semua anak buah Tedy langsung lemas menyaksikan kejadian itu. bahkan mereka beramai2 pun tidak akan sanggup melawan pak Joko atau Pak Jono, namun satpam kampus itu bisa mengalahkan ketua mereka dengan satu pukulan. “saya kasih kesempatan kalian untuk enyah dari sini, jika saya lihat kalian mendekati gedung F ini, saya tidak akan segan untuk memusnahkan seluruh keluarga besar Handoko dari Ibukota, bawa mayat kedua orang itu” ucap pak Jamal lantang, ia langsung berbalik, ia tidak mau emosinya membuat ia membunuh semua orang itu, tidak layak baginya menghajar kecoa2 yang tidak punya keahlian sama sekali. Tedy Handoko dan Pram Handoko segera pergi dari tempat itu, membawa mayat dua orang ahli kebanggaan keluarga besar Handoko, ia bingung apa yang akan dilaporkan kepada orang tuanya nanti, karena telah kehilangan dua orang ahli yang sudah mereka persiapkan untuk turnamen besar tahunan yang akan diselenggarakan lima bulan lagi. Sementara itu pak jamal berjalan pelan kedalam gedung F, disambut tatapan kagum dan ngeri dari semua anak buahnya. Bersambung……………………………

“sssstttthhhhh………….sttttthhhhh………… sttttttthhhhhh…………. akhhhhhhhhhh……………..” pinggul sang gadis bergetar hebat, ia langsung melumat bibir pria diatasnya. Sang pria terus memompakan kontolnya yang keras itu kedalam memek basah sang gadis. “terus mas sssthhhhh……… sttthhhhhhh……..stthhhhhhh……….. “ sang gadis terus menyambut hujaman kontol besar kekasihnya dengan ikut mengayun2kan pinggulnya dari bawah. “akhhhhhhhhhh…………. “ kembali sang gadis mendapatkan multi orgasmenya. “akhhhhhhhhhh……….” crot…..crot……crot……crot…..crot…….. sang pria menghujamkan kontolnya dengan keras saat mendapatkan orgasmenya. Kembali tubuh sang gadis bergetar hebat saat rahimnya disemprot peju hangat sang kakasih. Setelah mendiamkan tubuhnya beberapa saat, sang pria bangkit, lalu duduk menyandar pada batang pohon pinus disebelahnya. Sang gadis ikut bangkit lalu menyandarkan tubuhnya di bahu kekar sang kekasih. ‘mas, saya hamil satu bulan” ucap sang gadis sambil memeluk erat lengan kekar sang pria yang merengkulnya. “apakah ayahmu akan menerima saya…?” ujar sang pria pelan, terlihat sedikit kekhawatiran diwajahnya. “jika ayah tak menerima hubungan kita, saya mau kok meninggalkan semuanya, kita bisa pergi ke kota lain yang jauh dari sini. Asalkan bisa hidup bersama mas Jamal, saya akan selalu bahagia” ucap sang gadis, terlihat setetes air mata jatuh dipipi sang gadis. “ia, mas juga tidak mau kehilangan mu sayang…………. “ ucap sang pria sambil mengecup kening sang gadis. wussss………..wusssss……….wusssss……… “akhhhhhhh…………. lepaskan………….” “cepat bawa pulang Nona Besar………… biar cecunguk tak tau diri ini kami yang tangani…….” “hentikan…………” “jangan banyak bacot kau Jamal……… saya sudah peringatkan kamu sebelumnya………. kamu manusia rendah berani2nya memikat hati Nona Besar kita…………….” wusss………… wussss……… wusss……..wusss……. wusss……… secara berasamaan lima bayangan maju menyerang Jamal. Bammm………. Bammm………. Bammm………. Suara benturan keras antara pukulan dan tangkisan pun terjadi. Membuat beberapa pohon dihutan pinus itu pun ikut tumbang. Jamal terdesak menghadapi lima ahli yang juga bawahannya itu. Bammm……….. Bammm………. Bammm Jamal terpental jauh, mendapatkan pukulan telak didadanya. “ukhuk…….” Segumpal darah segar keluar dari mulutnya. Bammm……… Ia segera menggulingkan tubuhnya kesamping saat ada sebuah tendangan yang sangat cepat menyerangnya dari atas. Hantaman keras itu menghantam tanah, membuat lekukan yang sangat dalam ditanah berbatu itu. Bammm……… Bammm…….. Bammm…….. Jamal terdesak hingga ke sebuah tebing. Ia masih terus mencoba untuk melawan. Ia harus menyelamatkan kekasihnya yang sedang hamil dari hasil hubungan cinta mereka. Bammm……… Bammm……… Bammm……… “saya harus hidup terlebih dahulu, agar bisa menyelamatkannya dan anakku” bathin Jamal. Jamal sudah terdesak hingga ke ujung tebing. Di depannya berdiri lima orang ahli yang siap menghajarnya hingga mati. Jamal melihat kebawah tebing, sangat dalam jurang tebing ini, namun tampak banyak rerimbunan pohon dibawahnya. Tanpa pikir panjang lagi Jamal langsung melompatkan dirinya ke jurang yang dalam itu. “aaaaaaaaaaaaa……………………” Semua mata terkejut, melihat Jamal memutuskan untuk bunuh diri ketimbang mati ditangan mereka, mungkin harga diri Jamal yang terlalu tinggi hingga memutuskan mati bunuh diri dari pada mati ditangan anak buahnya sendiri. “ayo balik, dia sudah mati, kita lapor kepada Tuan Besar Tristan sekarang” ucap salah satu pria itu. “ayah….. ayah…… ayah……” Tampak seorang gadis berlari sangat kencang kearah gubuk rumahnya. “ada apa nak………..” tampak seorang lelaki tua keluar dari gubuk kayu itu. terlihat tubuhnya yang kekar dan berkarisma, menatap penuh khawatir kearah putri satu2nya itu. “ada mayat di hutan dekat tebing………..” jawab sang gadis sambil menarik nafasnya yang tersendat2. wusss……….. dengan sangat cepat bapak tua itu melesat kearah yang ditunjukan anaknya. Sang anak hanya bisa terduduk kelelahan setelah berlari cukup jauh. Belum sampai tiga puluh tarikan nafas. Wussss………. Bammm…… Ayahnya telah kembali dengan memanggul tubuh telanjang seorang pria tampan. “dia masih hidup……. segera siapkan ramuan………” ucap sang ayah sambil membawa masuk tubuh pria telanjang itu. Pria tua itu lalu membaringkan tubuh pria telanjang itu diatas sebuah dipan kayu, tanpa menutupi tubuh telanjangnya yang penuh luka pukulan dan sayatan. “hmmmmm…….. lelaki ini sangat kuat, jika tidak suda mati dia” ucap pria tua sambil tak sengaja melihat kontol lemas sang pria yang telanjang itu. ia tersenyum beberapa saat lalu segera berjalan kearah sumur, untuk mengambil air, ia berniat membersihkan tubuh itu dulu sebelum mengobatinya. “akhhhhhh……………..” terdengar triakan anak gadisnya dari dalam gubuk. Sang pria hanya tersenyum menahan tawanya. Ia tahu pasti muka anaknya sedang merona merah saat ini, melihat kontol pertama dalam hidupnya. Mereka sudah hidup cukup lama di dalam hutan ini, jauh dari keramaian, kekota hanya sebulan sekali untuk membeli perbekalan, itu pun hanya pria tua itu yang kekota, sang anak tidak pernah diajak. Setelah membersihkan dan mengobati luka pria itu. “apakah dia akan selamat yah?” “lukanya teramat parah, hanya tekad yang kuat, yang akan membuatnya mampu bertahan dari kamatian” ucap sang ayah sambil merangkul bahu anak gadisnya. Setiap hari sang gadis merawat tubuh pria tampan itu, mengganti ramuan luka, dan mengelap tubuh sang pria dengan hati2. 3 hari kemudian……… “ehmmmm……… ehmmmm………….. ehmmmm” rintih sang pria mulai tersadar dari pingsannya. “ayah…….. pria itu sudah bangun” triak sang gadis dari depan gubuk kearah ayahnya yang sedang memotong kayu bakar. “dia masih terlalu lemah, berikan supnya nak, sudah 3 hari perutnya belum terisi” ucap sang ayah setelah selesai memeriksa denyut nadi pria tersebut. Malam hari, dihari yang sama……. “dimana saya….. dimana saya….akhhhh…….” triak sang pria bangun terduduk sambil menahan sakit diperutnya. Pria tua dan anak gadisnya ikut terbangun mendengar triakan pemuda itu. “tenang nak, kamu aman disini, perkenalkan nama saya Kusnadi, ini anak saya Surti” “apa yang terjadi sama saya……?” ucap sang pria sambil mengingat2 apa yang telah terjadi pada dirinya. “meneketehe…… eh salah, maksud saya, saya tidak tahu nak, anak gadis saya menemukanmu didekat tebing sana, sepertinya kamu terjatuh dari atas tebing itu, untunglah beberapa ranting pohon menahan laju jatuhmu, jika tidak entahlah……” ucap pak Kusnadi dengan sabar. “saya Jamal pak. Saya terjun dari atas tebing untuk menyelamatkan diri dari amukan keluarga besar Tristan” ucap Jamal setelah kembali mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Jamal pun menceritakan semua kisahnya hingga ia terjun ke dalam jurang demi menyelamatkan dirinya. “sabar nak, dendam bisa menunggu, namun luka nak Jamal harus sembuh total dulu, butuh setidaknya 6 bulan untuk nak Jamal sembuh total dari luka2 ini” ucap pak Kusnadi. Waktu pun berlalu, hampir setiap hari Surti merawat luka2 Jamal. Mereka akhirnya semakin dekat. Pak Kusnadi pun melihat kedekatan yang terjadi pada anak gadisnya itu. diam2 hampir setiap hari pak Kusnadi melakukan penyelidikan ke rumah keluarga besar Tristan. Jamal dan Surti mulai memadu kasih, Jamal mulai belajar melupakan kekasih lamanya, ia merasa dengan kekasih lamanya ada perbedaan yang sangat dalam, namun dengan Surti ia merasa setara dan berkat Surti lah ia dapat selamat dari kematiannya. Sembilan bulan kemudian, malam hari, di sebuah gubuk, ditengah hutan pinus. “ayah kemana dik……?” tanya Jamal sambil memeluk tubuh telanjang Surti kekasihnya. “tidak tahu mas…….. sejak kemarin ayah belum pulang, ayah bilang ada urusan penting dikota” jawab Surti sambil memeluk pinggang kekasihnya. wusss………… bammm………. “oeee…….oeeee…….oeeeee…………” terdengar suara tangisan bayi dari depan rumah mereka. Jamal dan Surti segera mengenakan pakaian mereka. bukkk…………….. pintu depan tebuka, tampak pak Kusnadi masuk sambil menggendong sebuah kain di lengannya. Terlihat banyak bercakan darah dibajunya. “kita harus segera pergi dari sini…… tinggalkan yang tidak penting, kemas pakaian seadanya” terlihat jelas kepanikan diraut wajah pak Kusnadi. Jamal dan Surti segera mengemas pakaian seadanya. “ada apa yah? Siapa bayi itu……?” tanya Surti terlihat panik juga. “nanti ayah jelaskan dijalan……. cepat……” triak pak Kusnadi. Setelah siap mereka langsung lari meninggalkan gubuk kayu itu………………. Baru 500 meter mereka berlari, terlihat kobaran api dari arah gubuk mereka, disusul triakan2 keras. “cari sampai dapat……… anak itu harus mati………” Bersambung…………………………..

Bammmm…………… Meja jati itu langsung terbelah dua, saat Cokro Handoko memukulnya dengan sangat keras. “siapa yang berani menyinggung keluarga Handoko…………………” terlihat mata merah Cokro Handoko memancarkan aura membunuh yang sangat hebat. berdiri di hadapan kedua anak nya yang sedang bersimpuh di lantai ruang keluarga itu. “bahkan kedua ahli yang sudah kita persiapkan untuk turnamen nanti dibunuh oleh mereka?” Bammm……………….. Kaki Cokro Handoko menendang keras patahan meja kayu yang ada disampingnya hingga menghantam dinding rumah mereka. Ia ingin sekali menghancurkan kedua kepala anaknya yang telah melakukan tindakan bodoh itu. Tedy Handoko dan Pram Handoko hanya diam menunduk, mereka terlalu takut untuk mengangkat kepala mereka dihadapan bapak mereka yang merupakan seorang ahli juga. Mereka lebih suka hura2 bersama teman dari pada berlatih, sehingga tidak ada satupun anak keluarga Handoko yang mewarisi keahlian bapaknya. “Siapa orang itu………..? dari keluarga besar mana yang berani mencari keributan dengan keluarga kita?” triak Cokro Handoko kepada kedua anaknya. “satpam dikampus saya pak……” ucap Pram Handoko bergetar ketakutan. “apa…………? Hanya seorang satpam rendahan?” ucap Cokro Handoko dengan suara datar. Emosinya langsung mereda. Ia tahu kampus anaknya milik keluarga besar Aulia. “hemmm……. jangan2 satpam itu ahli simpanan keluarga besar Aulia, sengaja disembunyikan untuk memberikan kejutan pada semua keluarga besar saat turnamen nanti” bathin Cokro Handoko. Melihat perubahan yang terjadi pada raut muka bapaknya, membuat Tedy Handoko dan Pram Handoko kebingungan. “kumpulkan semua mata2 kita, Tarik dari semua wilayah, saya ingin kalian fokuskan mata2 kita untuk mengawasi keluarga besar Aulia, terutama satpam itu. amati semua pergerakan mereka, segera laporkan pada saya” ucap Cokro Handoko dengan tegas kepada kedua anaknya. “kirim utusan pada orang sombong itu, kita terima persyaratan bayaran yang orang itu minta. Lalu segera cari lagi ahli lain yang bisa kita andalkan untuk turnamen nanti” lanjut Cokro Handoko. “pergi kerjakan…………………” ucap Cokro Handoko sambil kembali duduk di sofa besar yang merupakan singasana kepala keluarga besar Handoko. Tedy Handoko dan Pram Handoko segera meninggalkan ruang keluarga besar mereka itu, untuk menjalankan perintah bapak mereka sang kepala keluarga besar Handoko. Aulia mengajak Bayu untuk refresing melepas lelah setelah sibuk beberapa minggu ini, membuat Aulia sedikit letih. Mereka memasuki ruang spa khusus di gedung perusahan mereka. Tempat spa ini biasanya hanya bisa dimasuki oleh Aulia seorang, namun kali Aulia mengajak Bayu untuk ikut menemaninya. Sementara Cantika dan Santi hanya berdiri mengikuti saja. Spa khusus Aulia memiliki banyak fasilitas, fasilitas yang paling disukai Aulia adalah berendam di air panas dan pijatan dari dua therphy khususnya. Tanpa rasa malu Aulia menanggalkan handuknya didepan Bayu, langsung merendamkan dirinya kedalam kolam air panas itu. Bayu yang awalnya hendak masuk sambil tetap menggunakan handuknya, segera dicegah oleh Cantika, tanpa rasa sungkan, sambil merangkul pinggang Bayu dari belakang Cantika langsung melepas handuk yang melilit dipinggang Bayu saat Bayu hendak melangkah masuk kedalam kolam. Aulia tersenyum melihat Bayu memasuki kolam sambil menutupi kontol besarnya. “ini lah salah satu tempat favorit saya jika badan saya terasa lelah dan penat” ucap Aulia. “ya, tempat ini nyaman untuk melepas stress” jawab Bayu. Mereka pun terlibat obrolan, dari obrolan ringan hingga membahas strategi Bayu dalam menghadapi turnamen yang akan diadakan 4 bulan lagi. 1 Bulan Menjelang Turnamen Besar Tahunan diIbukota Terjadi kehebohan diseluruh keluarga besar Ibukota. Begitu mereka menerima surat undangan turnamen yang telah ditetapkan oleh keluarga besar Aulia sebagai pemenang turnamen tahun lalu.
UNDANGAN TURNAMEN TAHUNAN IBUKOTA ​
Kepada Yth Keluarga Besar Anggoro​
TURNAMEN KENTHU Tema : Bertarung Dengan Cinta Bukan Kekerasan ​
Syarat keikutsertaan Turnamen :
Membayar Uang Pendaftaran 10 Triliun paling lambat 7 hari setelah surat undangan diterima.
Mempersiapkan maksimal 10 peserta pria dan 30 peserta wanita.
Tiba di tempat turnamen tepat waktu. Jika terlambat dinyatakan kalah. Uang pendaftaran tidak dapat diambil kembali.
Aturan dalam Turnamen :
Tidak ada aksi kekerasan dalam turnamen.
Peserta penyerang mengirimkan team 10 prianya sedangkan peserta bertahan mengirimkan 30 team wanitanya. Bertahan atau menyerang diundi saat kedua belah pihak telah ada didalam arena.
Peserta harus menanggalkan semua pakaian saat memasuki arena.
Pemenang ditentukan jika ada peserta yang masih sanggup berdiri.
Peserta wanita dan peserta pria yang ikut dalam turnamen bukan wanita panggilan ataupun gigolo. Setatus peserta akan diselidiki setelah pendaftaran nama2 peserta 5 hari sebelum turnamen, diawasi langsung oleh AKBN dan GGFA.
Aturan Khusus :
Semua keuntungan dari penjualan tiket milik keluarga besar pengundang.
Semua hak penyiaran milik keluaraga pengundang.
Hadiah pemenang diakhir Turnamen :
Uang 1000 Triliun dan Rank 1 dalam keluarga besar Ibukota.
Mendapatkan keanggotaan di Aliansi Keluarga Besar Nasional (AKBN) dan Aliansi Keluarga Besar Dunia ( Great Global Families Alliance).
Pinalti untuk Keluarga Besar yang ada dalam Alliansi Keluarga Besar Ibukota yang tidak mengikuti undangan :
Dikeluarkan dari keanggotaan Alliansi Keluarga Besar Ibukota.
Tempatnya akan ditawarkan kepada Keluarga Besar lain yang tidak masuk dalam Keanggotaan Alliansi Keluarga Besar Ibukota.

Tertanda Tangan Keluarga Besar Aulia ​
Aulia​
Tembusan :
Alliansi Keluarga Besar Nasiona (AKBN)
Alliansi Keluarga Besar Dunia ( Great Global Families Alliance)
Brandon Anggoro terlihat murka begitu membaca surat undangan tersebut. Keluarga besar Anggoro merupakan peringkat ke 3 di Ibukota. Ia telah menghabisakan ratusan milyar untuk merekrut ahli2 baru mereka, menggantikan beberapa ahli mereka yang telah tewas saat turnamen tahun lalu. Keluarga mereka sudah mempersiapkan dengan matang segala sesuatu yang berkaitan dengan turnamen tahun ini, namun setelah mendapatkan undangan tersebut, semua usahanya terasa sia2. Ia harus mempersiapkan semuanya dari awal lagi. “bagaimana tanggapan keluarga besar lainnya” tanya Brandon Anggoro kepada sekretarisnya. “pada awalnya hanya 75 Keluarga Besar menerima peraturan tersebut, namun sekarang semua menerimanya. Awalnya ada yang mengajukan untuk mengundur turnamen demi mempersiapkannya, namun ditolak dengan tegas oleh Keluarga Besar Aulia, Hanya Keluarga Besar Anggoro yang belum memberikan jawaban” ucap sang sekretaris. “jawab sekarang, dan bayar uang pendaftarannya, kita terima tantangan itu. apa susahnya sih cuman ngentot doang, kita tinggal merekrut 10 pria dewasa dengan kontol besar, dan merekrut 30 orang wanita yang cantik dan seksi, kalau bisa janda muda yang berpengalaman” jawab Barndon Anggoro sambil tertawa. “siap Tuan Besar” jawab sang sekretaris sambil mengambil handponenya, melakukan beberapa panggilan singkat. Kehebohan pun terjadi pada Alliansi Keluarga Besar Dunia. Ketua aliansi yang berasal dari Jerman langsung mengadakan rapat darurat di Jeneva. Aulia sebagai perwakitan dari Nasional langsung terbang didampingi dua orang pengawalnya Santi dan Siska. Semua perwakilan berkumpul dalam ruangan yang luas. Ketua Alliance Allan Abbott yang berasal dari Jerman duduk diatas mimbar. “piye iki, ne menurut awak’e apik2 wae Turnamen sing mbak Aulia gelarke, ning awake arep rungu opo sing negoro lio arep takon (gimana ini, menurut saya ide Turnamen yang Nona Aulia adakan bagus, tapi saya mau menanyakan pendapat dari perwakilan Keluarga Besar Negara lainny)” ucap Allan Abbot menggunakan mic di atas mejanya. “kimochi…. Kimochi….. (saya setuju)“ jawab perwakilan Keluarga Besar Jepang. “oh yess….. oh yesss…….. (saya juga setuju)” jawab perwakilan USA. Akhirnya semua Keluarga Besar Anggota GGFA menyetujui turnamen yang Aulia adakan, bahkan mereka berpikir itu inovasi terbesar abad ini, menciptakan kedamaian di muka bumi. Mereka pun berencana mempertimbangkan turnamen sejenis pada turnamen besar dunia nanti. Setelah berbincang2 saling bertukar pikiran sesama Kepala keluarga Besar Dunia dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh penulis, akhirnya Aulia terbang kembali Ibukota. “Berhubung turnamen adu ahli sudah tidak ada, bagaimana jika Mbah menjalankan tugas lain atas bayaran yang sudah Mbah terima?” ucap Cokro Handoko kepada pria tua dihadapannya. Pria tua itu adalah seorang ahli berumur 60an yang berasal dari utara, terkenal dengan julukan Mbah Romo Dewa Petir. “dan untuk permintaan kedua yang Mbah minta, saya tidak dapat menyanggupinya, karena terlalu sulit buat kami, yang bisa saya tawarkan hanya tambahan 100 milyar dari 200 milyar yang sudah mbah terima, bagaimana?’ “apa tugas itu….?” tanya Mbah Romo dengan nada datar sambil mengisap rokok menyannya. “membunuh seorang satpam…” jawab Cokro Handoko, berharap Mbah Romo tidak bertanya lagi karena menganggap tugas mudah. “hahahahahahaha…………” Mbah Romo langsung tertawa keras. “kenapa Mbah…?” “hanya untuk seorang satpam anda mengeluarkan uang sebesar 300 milyar….., pasti ada sesuatu yang anda sembunyikan…….., katakana atau saya tolak tugas ini… “ ucap Mbah Romo dengan mata tajam menatap Cokro. Cokro Handoko langsung lemas melihat aura membunuh yang terpancar dari kedua mata Mbah Romo, jika bukan karena bayarannya yang terlalu tinggi, mungkin ia sudah merekrut Mbah Romo menjadi bawahannya. Mbah Romo terkenal di seluruh wilayah Utara, ia terkenal pembunuh yang sangat sadis dan kuat, sejak menghilang dari dunia pertarungan selama beberapa tahun, entah kenapa Mbah Romo tiba2 muncul lagi, bahkan dengan kemampuan yang jauh lebih hebat dari sebelumnya. Mbah Romo telah terkenal hanya menerima dua cara pembayaran sejak kemunculannya kembali, 200 milyar/tugas atau membantu menemukan seseorang yang dia cari, maka ia akan mengabdi selama 5 tahun pada orang itu. entahlah orang itu kawan atau lawan Mbah Romo, ia tidak mau membeberkan hubungannya dengan orang yang dicarinya itu. “orang itu ahli tersembunyi milik keluarga Besar Aulia yang telah menghina Keluarga Besar Handoko, jika saya mengirim orang2 saya, maka hal itu akan menghancurkan saya. namun jika orang luar yang melakukan Keluarga Handoko aman, dendam terbalaskan” ucap Cokro Handoko. “hemmmmm………… seorang ahli tersembunyi ya…….. menarik……… baiklah, saya terima pekerjaan ini, berikan sisa uangnya sekarang dan antarkan saya ketempat orang itu.” Ucap Mbah Romo. “nanti satu orang anak buah saya yang akan menghantarkan dan merekam pertarungan sebagai bukti, namun saya minta jangan menyebut2 nama keluarga Handoko dihadapan mereka, satu hal lagi, saya mau seluruh keluarganya mati, saya akan memberikan tambahan 10milyar perkepala untuk seluruh keluarganya” ucap Cokro Handoko. “hemmmm……….. jika bukan ahli, saya tolak itu….. saya hanya bertarung dengan seorang ahli…..” ucap Mbah Romo dengan nada sedikit tinggi karena merasa terhina. “baik….. baik….. “ Cokro Handoko langsung gemetar mendapat sentakan ringan dari Mbah Romo. Mbah Romo akhirnya pergi bersama seorang mata2 yang selama ini ditugaskan mengawasi pergerakan pak Jamal. Sementara itu di sebuah clouster kecil, terlihat pak Jamal sedang sibuk menonton TV diruang keluarga rumahnya. Sementara Bu Surti terlihat sedang asik dengan tanaman bunga di samping rumahnya. Ayu dan Rosa sedang sekolah mengendarai motor matic hadiah dari Bayu. Tampak dua orang wanita juga sibuk dengan tamannya di depan rumah mereka masing2. Clouster itu selalu tertutup dengan gerbang besi yang tinggi, dijaga oleh dua orang satpam setiap harinya. Bammmm…………… Ledakan besar terjadi, dua pintu besi terpental jauh hingga 5 meter jatuh keras menghantam jalan. “siapa kamu…………” dua satpam langsung bergerak mencegah langkah pria tua yang memasuki gerbang clouster. Bammm…….. Bammm……. Kedua satpam langsung terpental hingga 2 meter, sengaja Mbah Romo hanya mengeluarkan sedikit tenaganya, buat dia tidak layak membunuh orang yang tidak memiliki kemampuan bertarung. wussss……..wussss…….wussssss…….wussssss……. 6 orang wanita dan 6 orang pria langsung menghadang Mbah Romo, mengelilingi mbah Romo dengan jarak 3 meter, mereka sudah dilatih untuk menghadapi situasi seperti ini. “Siapa Kamu……..” ucap seorang pria dengan nada lantang. “hemmmm…….. para ahli penjaga……. tidak buruk…….” Ucap Mbah Romo pelan, seolah berbicara dengan dirinya sendiri. “dari keluarga besar mana anda………………?” lanjut pria itu lagi dengan nada lantang. “saya hanya mencari penghuni rumah yang ada diujung sana, jika kalian ingin selamat, menyingkirlah…” ucap Mbah Romo dengan nada tegas. “langkahi mayat kami dulu……………” Wusss…………. Wussss………. Wussss……… Wussss………… 6 wanita dan 6 pria bergerak bersamaan. Romo hanya berdiri diam. Wussss……….. Wussss……….. Romo ikut bergerak, ia merasakan hawa lain yang lebih kuat. Bammmmmm…………………………………… Ledakan dahsyat terdengar, ketika dua tinju dengan tenaga yang sangat besar saling menghantam, membuat gelombang tekanan yang sangat besar, membuat cekungan besar di tengah jalan komplek. 12 orang terpental hingga menabrak dinding rumah dan pagar, jendela2 kaca radius 100 meter pecah dan retak. Bahkan Bu Surti yang berada sangat jauh sempat terdorong hingga membentur pintu rumahnya. Alarm mobil berbunyi saling bersautan. Dua tubuh tegap masih berdiri ditengah kekacauan. “ayah…… “ ucap pak Jamal. “Jamal……..” Mbah Romo langsung merangkul erat menantunya. “dimana Surti….. “ Mbah Romo yang ternyata adalah Kusnadi, Ayah dari Bu Surti. “itu disana……..” jawab pak Jamal sambil menengokan kepalanya kearah rumah. Terlihat Bu Surti lari tergopoh2 kearah mereka. “ayah……………” triak Bu Surti berlari kencang kearah Mbah Romo. “gimana kabar mu nak……?” ucap Mbah Romo setelah menyambut pelukan erat putrinya. “baik yah, gimana kabar ayah…….?” Tanya Bu Surti sambil mengelap air matanya. “baik…… kakek guru sudah meninggal, jadi ayah putuskan untuk turun gunung….” Jawab Mbah Romo. “siapa sebenarnya kalian……………..” tanya pak Jamal sambil menatap 6 wanita dan 6 pria yang sudah bangun berdiri. “maaf Tuan, saya hanya di tugaskan oleh Nona Cantika untuk menjaga keamanan keluarga Tuan Bayu” ucap seorang pria mewakili yang lainnya. “apa…..? siapa sebenarnya Nona Cantika ini?” ucap pak Jamal heran. “maaf Tuan, saya tidak bisa menjawabnya, tugas saya hanya menjaga keamanan keluarga Tuan Bayu” ucap pria itu lagi. “wah gimana kita harus mengganti kerusakan yang terjadi…” keluh pak Jamal. “hahahahaha….. jangan takut anakku, ayah punya uang banyak… hahahahaha….” Ucap Mbah Romo. Ia memiliki uang hampir 10 trilliun di rekeningnya, hasil jerih payahnya setelah turun gunung, sambil mencari keluarganya. “wah ayah dapat uang dari mana…………….?” tawa Bu Surti melihat tingkah Ayahnya yang sok kaya. “ada deh……” ucap Mbah Romo sambil mencolek hidung anaknya. “maaf Tuan, semua kerusakan akan diatasi segera, Tuan tidak usah khawatir, semua akan ditangani oleh Nona Cantika.” Ucap pria tersebut sambil memberi kode ke temannya, temannya langsung melakukan panggilan singkat. “wah jadi merepotkan teman Bayu, nanti akan saya ganti dengan uang gaji saya bulan ini kalau sudah turun” ucap pak Jamal merasa tidak enak hati. “yuk ayah kita masuk……” ucap Bu Surti sambil menggandeng tangan ayahnya. “maaf yah, saya harus keliling sekitar kampung untuk melihat dampak kerusakan……” ucap pak Jamal sambil berjalan ke luar gerbang. “Tuan….. Tuan….. tidak usah, semua akan kami tangani…” ucap pria tadi sembil mengejar pak Jamal. “sudah lah, saya juga merasa bersalah, paling tidak saya harus menjelaskan kewarga, kalau saya bertanggung jawab atas kerugian mereka….” Ucap pak Jamal. “ngomong2 siapa nama kamu….?” Ucap pria tersebut. “nama saya di sini Rudi, Tuan. Namun nama saya di keluarga besar Aulia adalah G1, singkatan dari Guard 1, istri saya hanyalah teman kerja, nama samarannya Yati, nama keluarga besar Aulianya G01” ucap G1 sambil mengikuti pak Jamal berjalan. Sementara itu Bayu yang sedang inspeksi ke area pabrik tua, langsung segera pulang begitu tahu kakeknya datang. Cantika yang mendapatkan laporan dari bawahannya terkejut, ia tidak menyangka pak Jamal dan kakek Bayu adalah seorang ahli yang hebat. bahkan saat melihat kerusakan yang terjadi di sekitar pertempuran membuat dirinya merinding, belum pernah ia melihat dampak yang begitu besar hanya karena gelombang dari satu benturan dua buah tinju. Jika kerusakan karena pertarungan sengit sudah biasa dilihat sama Cantika, namun ini hanya satu gelombang benturan. Terlihat team pembangunan mulai bekerja melakukan pembersihan dan perbaikan di seluruh area cluster dan kampung sekitar cluster. Sementara itu didalam rumah Bayu, mereka sekeluarga telah berkumpul, termasuk Ayu dan Rosa yang telah pulang dari sekolahannya. “apa…… keluarga besar Handoko mengincar kepala seluruh keluarga saya….” triak pak Jamal sambil berdiri menahan amarah. “tenang nak, biar urusan ini bapak saja yang turun……” ucap pak Kusnadi. “tidak bisa….. siapapun yang berani mengancam keluarga saya harus mati ditangan saya” ucap Bayu yang juga bangkit berdiri menahan amarahnya. “ingat pesan kakek guru, jangan tunjukan kemampuan kalian jika memang tidak terdesak” ucap pak Kusnadi kepada Jamal dan Bayu. Pak Jamal dan Bayu langsung terduduk lesu, mereka tidak berani membantah petuah kakek guru mereka, bahkan pak Kusnadi pun waktu itu tidak berani turun gunung kalau bukan karena sang kakek guru sudah meninggal. Akhirnya mereka sekeluarga kembali berusaha untuk ceria, walau masih ada rasa marah di hati pak Jamal dan Bayu. Bersambung…………………….

“apa…….? Orang itu adalah orang yang selama ini Mbah Romo cari, dan ternyata anak dari Mbah Romo……?” ucap Cokro Handoko dengan nada sangat terkejut, begitu mendapatkan laporan dari mata2 yang dikirim bersama Mbah Romo. “gawat….. segera minta bantuan dari keluarga besar dari selatan, keluarga itu pasti akan mengirimkan bantuan mereka, kalau sampai keluarga Handoko musnah, mereka juga akan sangat dirugikan” ucap Cokro Handoko kepada sekretarisnya. “segera kumpulkan semua ahli yang kita punya, semua preman yang ada dibawah kendali keluarga kita…… kumpulkan mereka sekarang” ucapnya lagi kepada Tedy Handoko. “saya juga akan mengabarkan kepada keluarga Anggoro dan keluarga Sucipto, ini saatnya kita bergerak, alliansi yang kita bertiga bentuk secara diam2 selama ini” bathin Cokro Handoko. Terjadi kehebohan besar diseluruh keluarga besar yang ada di alliansi keluarga besar ibukota, dan seluruh keluarga besar lainnya. Begitu melihat pergerakan besar2 tiga keluarga besar yang termasuk keluarga besar urutan teratas. Keluarga Handoko urutan 5, keluarga Sucipto urutan 4 dan keluarga Anggoro urutan 3. Semua keluarga besar yang ada di Ibukota pun ikut mengumpulkan kekuatan mereka, berjaga2 di kediaman mereka masing2. Aulia pun banyak mendapatkan telpon dari berbagai kepala keluarga besar, menanyakan pendapat Aulia tentang yang terjadi. Aulia pun hanya bisa menyuruh mereka berjaga2 dikediaman mereka masing2, jangan melakukan pergerakan yang dapat memicu kerusuhan besar seperti yang terjadi 3 tahun lalu. Aulia pun segera menghubungi semua ahli yang mereka miliki, dan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka di gedung perusahaan pusat yang juga merupakan kediaman Aulia. Aulia mendapatkan laporan tentang Kakek Bayu yang dibayar oleh keluarga besar Handoko untuk membunuh pak Jamal serta keluarganya. Hal itu membuat Aulia marah, namun ia sedikit bingung cara menyelesaikannya, sebab tampaknya hal ini akan menjadi lebih besar dari kerusuhan 3 tahun lalu. Bayu pun mendapatkan semua informasi pergerakan seluruh keluarga besar yang ada di Ibukota dari Jelita ketua organisasi inteligen mereka. “kakek… bapak…. kalau kita diam, maka seluruh ibukota akan kacau. 3 tahun lalu saat seluruh keluarga besar belum memiliki ahli, kerusuhan yang terjadi sangatlah besar, apalagi sekarang, saya rasa ini saatnya kita menunjukan kemampuan kita, sekarang kita sudah terdesak, jika kita diam akan banyak yang mati” ucap Bayu di depan kakek Kusnadi dan pak Jamal. “baiklah, kita jalankan semua rencana Bayu” ucap kakek Kusnadi. Menjelang tengah malam. “semua ahli sudah kumpul, ada 300 penjaga pilihan menjaga area rumah keluarga kita, ada 600 pendekar pilihan yang siap digerakan diseluruh Ibukota untuk memimpin pergerakan” Tedy Handoko melaporkan kepada Cokro Handoko. “bagus, kita akan hancurkan keluarga besar Aulia dulu, persiapan di keluarga Anggoro dan Sucipto pun hampir selesai, 10 ahli dari Selatan beserta 1000 bawahannya sedang dalam perjalanan, besok pagi sepertinya kita sudah bisa bergerak” ucap Cokro Handoko percaya diri. Persiapan mereka sudah direncanakan sejak kekalahan mereka di turnamen tahun lalu. Dengan dukungan seorang keluarga besar yang hebat dari selatan, Cokro Handoko membentuk alliansi secara diam2, untuk mengambil alih Ibukota dibawah kekuasaan hanya tiga keluarga besar saja, lalu mereka berencana membagi secara adil sumber daya dan wilayah Ibukota hanya untuk mereka bertiga. Sudah terkumpul 5 ahli rekrutan baru dan 20 ahli bayaran di kediaman Cokro Handoko, serta 300 penjaga pilihan berjaga2 dihalaman kediaman mereka, menunggu perintah dari Cokro Handoko. Bammm……. Bammm……. Bammm……. Terlihat 3 anak kecil sedang berlatih memukul sebuah pohon besar didepannya. Tampak seorang kakek tua mengawasi ketiga anak kecil itu. satu anak lelaki berumur 11 tahun, satu anak perempuan berumur 9 tahun dan satu anak perempuan berumur 7 tahun. Terlihat retakan besar dibatang pohon besar di hadapan sang anak lelaki. Sementara dua pohon lain didepan dua anak perempuan itu terlihat lobang besar di batang pohonnya. Bammm……. Bammm……. Bammm……. Entah sudah berapa juta kali mereka telah memukul batang pohon besar itu, sehingga pukulan mereka menjadi reflek yang tertanam dalam tubuh ketiga anak itu. “Kakek Guru…… waktunya sarapan….. “ triak seorang wanita dari dalam sebuah gubuk kayu tidak jauh dari tempat anak2 itu berlatih. “tunggu…. satu jam lagi…… “ ucap sang kakek sambil terus mengawasi ketiga anak kecil itu. Sang wanita masuk kembali kedalam, dimeja makan telah menunggu suaminya dan ayahnya. “kapan kita minta ijin kepada kakek guru, bagaimanapun mereka butuh pendidikan formal untuk masa depan mereka nanti, pendidikan yang kita berikan selama ini tidak cukup untuk bekal mereka nanti” ucap sang wanita sambil menyiapkan minuman di meja makan. “sabarlah nak, semoga tahun ini kakek guru akan mengijinkan kalian untuk turun” ucap sang ayah. Bammm………. Bammm………. Bammm………. Terdengar keributan di halaman rumah keluarga besar Handoko. “ada apa diluar…… segera periksa…..” triak Cokro Handoko kepada 5 ahli dan 20 ahli bayaran yang sedang berkumpul bersama Tedy Handoko dan Pram Handoko. “kita diserang……” triak seorang anak buah yang masuk tergesa2 saat semua ahli hendak keluar. wusss…… wussss…… wusss…….. 25 ahli langsung bergerak, mereka semua terkejut melihat setengah anak buah mereka telah tumbang dengan keadaan menyedihkan. “siapa kamu……………” 25 ahli langsung mengepung seorang lelaki yang sedang memukul anak buah mereka. “kalian mencari saya…… tidak usah repot2…. Ini saya datang sendiri kehadapan kalian………” triak lelaki itu sambil memandang seluruh ahli yang sedang mengelilinginya. “anda punya nyali hebat, namun bodoh jika berharap bisa keluar dari sini hidup2….” ucap lantang seorang ahli yang mengelilingi pak Jamal. “jangan banyak omong…….” triak lelaki itu sambil melompat dengan cepat. wussss……wussss……wussss……. Bammm…….. Bammm…….. Bammm…….. krak…… krak….. krak…. 3 orang ahli terkejut, mereka bahkan tidak melihat pergerakan pemuda itu, tiba2 pemuda itu sudah ada dihadapan mereka dan mematahkan kaki mereka dengan tendangannya. Dua ahli yang tersisa gemetar, namun keterkejutan mereka tidak berlangsung lama. Pemuda itu langsung menyerang kearah mereka. Bammmm………. Pintu besar itu langsung terpental kedalam rumah. Salah satu pintu bahkan menghantam anak lelaki Brandon Anggoro, anak lelaki satu2nya itu langsung tewas terhantam pintu kayu yang besar dan tebal itu. Terlihat seorang kakek tua melangkah memasuki rumah keluarga besar Anggoro. “siapa kamu…… dari keluarga mana………..” triak Brandon Anggoro dengan tubuh gemetar. “malam ini keluarga Anggoro akan musnah….” Ucap kakek tersebut sambil terus melangkah mendekati Brandon Anggoro yang ketakutan. Keesok harinya seluruh Ibukota digemparkan dengan musnahnya 3 keluarga besar rank atas. Banyak asumsi yang beredar tidak jelas. Ada isu kalau semalam ada 10 ahli beserta 1000 pasukan dari selatan memasuki Ibukota dan meninggalkan Ibukota dimalam yang sama, dan paginya tiga keluarga besar telah musnah dalam semalam. Namun hal ini justru membuat lega semua keluarga besar Ibukota, mereka yang awalnya was2 akan terjadi kerusuhan besar lagi 3 minggu menjelang turnamen, akhirnya merasa lega. Mereka kembali menyibukan diri dalam rangka persiapan turnamen besar tahunan Ibukota. Dan tampaknya tiga keluarga besar baru akan ikut berpartisipasi menggantikan 3 keluarga besar yang telah musnah. Bersambung……………………..

Saat ini Bayu sedang berendam dikolam air hangat didalam gedung F, beberapa waktu yang lalu ia mendapatkan undangan dari Jelita untuk peresmian ruang spa yang baru dibuat di gedung intelligent mereka, sekaligus ada hal penting yang ingin Jelita sampaikan mengenai persiapan turnamen tahunan yang akan berlangsung 7 hari lagi. “Tuan Bayu, team intelligent kita melaporkan ada pergerakan yang sangat mencurigakan dari beberapa keluarga besar yang ikut dalam turnamen” ucap Jelita yang berdiri di samping kolam air panas bersama Cantika dan 4 sahabat lainnya. “disini kita hanya berenam, jangan panggil saya Tuan, panggil aja seperti biasa” “eh…… maaf Tuan…… eh maksud saya mas Bayu” ucap Jelita gugup. “karena ini peresmian spa baru kita, kenapa kalian tidak ikut turun berendam bersama saya? kamu juga Nona Cantika. mari ikut berendam bersama saya disini” ucap Bayu kepada sahabat2nya dan Cantika. Jelita, Rahayu, Tari, Yunita dan Uchi saling bertatapan, berbeda dengan Cantika, ia langsung menanggalkan semua pakaian yang dikenakannya di sudut kamar ganti, lalu melilitkan sebuah handuk kecil ditubuh seksinya. 5 sahabat hanya bisa melongo melihat keseksian Cantika dengan hanya mengenakan handuk kecil di tubuhnya, perlahan2 memasuki kolam, namun sebelum handuk yang melilit tubuh Cantika menyentuh air, segera Cantika melepaskan handuk itu dan melilitkannya dikepalanya agar tidak terkena air. 5 sahabat semakin melongo melihatnya, payudara yang kencang, kulit yang halus terawat, bahkan mereka sempat melihat garis memek Cantika yang gundul tak berbulu. “kenapa kalian bengong saja…… ayu masuk, air ini terasa sangat nyaman di tubuh, bisa menghilangkan penat kalian”ucap Bayu sambil menatap ke 5 sahabatnya. “jangan takut, kontol besar Tuan Bayu tidak akan bangun hanya dengan melihat tubuh seksi kalian, kecuali ada salah satu dari kalian yang Tuan Bayu sukai hahahahahaha……” ucap Cantika kepada 5 sahabat Bayu itu. “waduh iya lupa…….” bathin Bayu yang seolah baru sadar akan kesalahannya. 5 sahabat langsung menuju kamar ganti, langsung melepaskan seluruh pakaian mereka, dan melilitkan handuk kecil ketubuh mereka. Dengan malu2 mereka ber lima memasuki kolam air hangat itu. Tanpa mereka sadari perlahan2 kontol Bayu setengah mengeras mendorong sedikit handuk kecil yang melilit bagian bawah tubuh Bayu, Cantika melihatnya. “wahh…… rupanya ada salah satu dari kalian yang Tuan Bayu sukai……. hehehehe…… “ Cantika langsung tersenyum. Mata 5 sahabat Bayu langsung tertuju pada handuk yang menutupi bagian bawah Bayu, telihat handuk Bayu sedikit terangkat, pipi mereka semua langsung merona merah. Mereka saling bertatapan, menerka2 siapakah wanita yang disukai Bayu itu. “Nona Cantika……..” bisik Bayu kepada Cantika yang ada disebelahnya persis, sementara 5 sahabatnya berendam berjejeran di depan Bayu, berendam dengan mengenakan handuk kecil mereka. “Nyonya Besar menyuruh saya untuk menyelidiki siapa pacar atau wanita yang Tuan Bayu sukai, selama ini saya tidak mendapatkan petunjuk apapun juga, namun sepertinya sebentar lagi akan segera saya ketahui” bisik Cantika di telinga Bayu. Bayu hanya terbengong begitu mendengar ucapan Cantika. “gawat, apa yang Cantika akan lakukan?” bathin Bayu. Bersambung………………………….