My nude My adventure

Perkenalkan namaku Chintya Kosasih biasa dipanggil Tya, umurku sekarang 25thn. aku tinggal di salah 1 apartemen pemberian ayahku karena hadiah lulus dari salah 1 univ di Eropa, tepatnya Jerman. secara Finansial keluarga tergolong sangat berada, ayahku menjalankan bisnis kontraktor yang cukup sukses. dan memberiku 1 unit apartemen di daerah Jakarta Selatan. perawakan ku cukup tinggi dibandingkan wanita Indonesia lainnya, tinggi ku 178cm dan BB 56kg . aku punya hobi berenang dari aku kecil sampai sekarang, aku selalu meluangkan waktuku 1 Minggu sekali untuk berenang, tak heran jika kulitku lebih gelap karena sering berenang tapi menambah kesan eksotis dalam diriku. dan juga sewaktu di Jerman banyak pria yang tertarik padaku karena warna kulit ku ini. aku memiliki penyimpangan, saat ada wanita cantik aku lebih tertarik tetapi kalau dengan seksual aku masih tertarik dengan pria.
SEASON 1​
Sewaktu aku di Jerman aku tinggal di sebuah apartemen di daerah Berlin, aku tinggal bersama teman ku Rebecca, seorang gadis Norway-Jerman. seperti gadis Eropa pada umumnya Becca panggilan akrabnya mempunyai rambut pirang, kulit putih, hidung mancung, bertubuh ideal dengan tinggi 178 dan BB 60kg hampir sama denganku. dan 1 hal yang paling di sukai pria Indonesia yaitu Pink hehehe. Dari Becca inilah aku mulai merawat asetku, pernah suatu waktu saat liburan musim dingin diawal bulan November, aku mengambil laundryan baju kita berdua dan menaruhnya diatas tempat tidur. saat itu ada Becca di kamar apartemen dan mengajakku untuk minum2 karena hari dingin. Seperti yang diketahui Harga Beer di Jerman lebih murah daripada harga air mineral. dan kita beli beberapa Beer dan Vodka untuk menemani malam hari itu. Aku dan Becca termasuk kuat untuk minum2 apalagi di cuaca yang dingin ini, Vodka Terasa sangat nikmat. Tak terasa sudah berapa Beer dan Vodka yang kita tenggak, kita berdua sudah mulai naik. terlihat muka Becca sudah seperti kepiting rebus dan perutku sudah mual seperti ingin muntah. Diruangan itu hawa sudah mulai gerah walaupun di luar sangat dingin, mungkin karena pengaruh penghangat ruangan dan minuman ini. Disaat aku menikmati pusingku tiba tiba Becca mulai melepas bajunya “Don’t you feel it’s Fu*king hot here?” ucapnya “”yeah, i feel it too” jawabku aku takjub dengan badan Becca, payudara yang putih mulus dan kencang, Serta perut yang ramping karena dia rajin ke Gym. “why you don’t take off your Fu*king clothes?” entah bagaimana aku menuruti kata Becca, aku membuka bajuku, terlihat belang dibadanku, karena ceplakan pakaian renang yg sering kupakai. “ouuh nice, your beautiful” puji Becca. “you too” balasku memuji. setelah kita minum², kita berdua kembali ke kamar, Becca berjalan duluan didepan ku hanya mengenakan pakaian dalamnya, kumelihat pantat putih Becca bergoyang-goyang, dan langsung merebahkan badannya ke tempat tidur Dan…. “Huweeeeek” Becca muntah, dan muntahannya berceceran mengenai sprei, dan sialnya juga mengenai pakaian kita yang baru di laundry. Tidak hanya sekali Becca muntah 3 kali, badannya penuh dengan muntahan dan juga dia muntah ke arahku “shit” umpatku saat muntahan Becca mengenai ku. karena sudah pusing aku dan Becca langsung melepaskan seluruh pakaian kita dan langsung merebahkan tubuh kita dengan muntahan Becca. Saat aku sudah ingin tidur tiba tiba Becca merancau. “Tya, where you? Tyaaa” “I’m here” jawabku tanpa diduga Becca menarik kepalaku kearah dadanya “Suck me Tya, Suck me!” Bagai sapi yang dicucuk hidungnya aku menghisap payudara Becca putih dan kenyal, aku hisap putingnya yang pink. “sshhhh, yeah it’s feel good Tya” entah terbawa suasana atau apa Becca bangkit dan berada diatasku, bergantian dia mulai menjilati mukaku, tercium Bau alkohol dan muntahan yang menyengat dari mulut Becca. di melumat seluruh wajahku dan mulai turun kearah leherku, entah pengaruh alkohol atau apa, aku mulai merasa terangsang saat Becca mulai meraba payudaraku dan memainkan puting. Rangsangan Becca makin intens jilatannya turun ke payudaraku dan mulai menghisap putingku yang sudah mengeras dan tangannya sudah berada di vagina ku. seketika aku reflek menepis tangan Becca “No Becca, I never go on date, i’m still Virgin” Ya aku tidak pernah pacaran sepanjang hidupku jadi ini pertama kalinya aku dicumbu dan oleh perempuan. Becca yang mengerti seketika langsung menciumku dan menggesekan tangannya di Vagina ku. aku yang merasa keenakan karena permainan Becca susah untuk bernafas karena ciuman Becca. “hhmmmppphhh” erangku dan aku merasakan badan ku bergetar hebat dan aku merasa seperti ingin buang air dan Seeeerrr aku mendapatkan orgasme pertama kaliku seumur hidup Becca melepaskan ciumannya dan nafasku terengah-engah seperti habis lari maraton 10km “How?” tanya Becca “Thats great” jawabku seketika Becca bangkit berjalan ke arah meja kerjanya seperti mencari barang, dan betapa terkejutnya aku saat Becca membawa dildo dengan tali seperti sebuah sabuk dia memasangkannya kepadaku, aku hanya diam karena masih merasakan sisa orgasme ku. Dildo itu berukuran sekitar 15cm dengan diameter 5cm. Setelah dia memasangkan dildonya kepadaku dan mulai berada diatasku, aku melihat dia mulai mengarahkan Dildonya ke vaginanya yang merah muda. setelah dildo terbenam seutuhya dia mulai menaik-turunkan badannya dari pelan dan makin cepat Plak Plak Plak! bunyi pertemuan pantat Becca dengan paha ku “ah..ah..ah..ah..ah..yeh.yeh..ah..!” desah Becca yang ikut membuatku kembali terangsang Tanganku diarih Becca ke arah payudaranya yang naik turun “ah..ahh..it’s good Tya..aahhh…ahhh..ahh!” aku memainkan puting Tya yang udah mengeras “Aaaaaakkkkhhhhhhh!” Raung Becca yang menandakan orgasmenya dan mulai terjatuh diatas dadaku. aku yang makin terangsang langsung membalikkan Becca dengan dildoyan masih tertanam di vaginanya dan gelombang orgasmenya yang belum reda posisi kita sudah berada di posisi misionaris, diriku langsung memaju mundurkan pinggangku seperti yang kulihat di film pornografi serta mencium dan meraba payudara Becca seperti apa yang dia lakukan padaku tadi. “Hmmp Hmmp Hhmmmppphhh” desah Becca yang terhalangi oleh ciumanku setelah mencium dan meraba payudaranya aku melanjutkan menjilati dan menghisap putingnya yang Pink sesekali aku menggigit putingnya “Awa..ahh…ahh..ahh..it’s good it’s good Tya” aku mempercepat goyangannya pinggang ku, aku juga merasakan vagina ku ingin berkedut karena hentakan antara dildo dengan bagian depan vaginaku. tak lama tubuh Becca bergetar tanda² gelombang orgasmenya akan datang “aakkkkhhhhh” Rancau Becca setelah orgasme keduanya. aku mencabut Dildonya dan cairan cinta mengalir deras dari vagina Becca. seperti film porno sesaat pria ingin orgasme dan ingin mengeluarkan di muka pasangannya namun berbeda denganku aku mengarahkan vaginaku ke wajah Becca seakan mengerti Becca mulai menjilati vaginaku sampai aku mendapatkan orgasme ke2 ku dan membasahi wajah Becca dan aku terjatuh disamping tubuh Becca. karena sudah kelelahan kita berdua tidur dengan dildo masih terikat di pinggangku.. to Be continued….

Paginya….. Aku terbangun lebih dulu dari Becca yang memeluk tubuhku mengakibatkan kedua payudara kita saling bersentuhan. Aku mendorong tubuh Becca tetapi agak berat, dan ternyata Becca tidur dengan dildo masih tertanam di vaginanya. “Sedeng nih orang” batinku Aku bangkit dari tidurku serta melepaskan ikatan dildo ini dan beranjak ke kamar mandi dengan keadaan sempoyongan gara² habis mabuk semalam Aku berjalan ke kamar mandi sempoyongan dan telanjang bulat. Di kamar mandi aku memuntahkan isi perutku imbas mabuk semalam dan lanjut membersihkan badanku serta memulai ritual pagi hariku. Setelah itu aku kembali ke kamar dan melihat Becca sudah bangun dengan wajah kusut dan rambut berantakan begitupun dengan kondisi kamar ini, sprei sudah diberturan, muntahan Becca dimana mana serta pakaian laundry yang sudah kotor dan berantakan. Kamar ini sudah seperti kapal pecah. Sama sepertiku Becca pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan aku sedikit² mulai beres² kamar yang sudah seperti kapal pecah ini. Sembari mencari pakaian yang bisa dikenakan. Namun sialnya semua pakaian yang habis di laundry kotor semua dan harus dicuci lagi. Aku ngecek lemari pakaian ku dan hasilnya sama saja, karena aku baru kuliah di Jerman dan aku gak terlalu banyak membawa pakaian yang penting cukup dipakai sampai 1 Minggu, yang tersisa hanyalah pakaian renang ku saja Aku duduk diatas kasur yang sudah tidak ada sprei ini, dan kembali memikirkan apa yang terjadi semalam. Aku “bercinta” dengan seseorang terlebih lagi itu seorang wanita, yang seumur hidupku belum pernah pacaran apalagi gandeng tangan. Tetapi mengingat itu kembali aku sedikit terangsang. “apa aku seorang lesbian?” batinku Aku melihat dildo milik Becca yang kupakai untuk bercinta dengan Becca, membayangkan seperti apa dildo itu masuk , apa kah terasa nikmat seperti yang dirasakan Becca. Semakin memikirkannya membuatku semakin terangsang. “Apa rasanya nikmat ya? Saat dildo itu atau Penis masuk ke dalam vagina ku?” batinku Saat kuraih dildo Becca aku mengukur panjang dildo itu sekitar 1 jengkal lebih tangan ku dan aku mengukurnya ke tubuhku, sambil bayangin sampe mana dildo itu masuk ke tubuhku. “Ahhh…. nikmat” khayal ku sambil memainkan kelingking ku di saluran kencing ku “Ya ampun Berantakan sekali disini” (Percakapan dengan Becca sekarang ditranslate ke Bahasa) “Gara gara kamu ini” ketusku yang sedikit kaget karena Becca mengganggu aktivitas masturbasi kecil ku Becca berdiri sambil menggaruk leher belakangnya kebingungan melihat keadaan kamar yang berantakan. Aku kagum dengan Becca yang memiliki tubuh bak model, tinggi, perut ramping, payudara yang lumayan besar, serta rambut blonde sampai bulu pubisnya. Becca kemudian merapihkan sebagaian baju yang berserakan di lantai “kita udah gak punya baju untuk dipakai lagi, yang tersisa hanya baju renang dan jaket saja” jelasku “lalu?” jawab Becca santai “kita bakalan pakai apa?” jawabku agak kesal “oiya, kita laundry lagi aja nanti aku yang bayar, pertama kita isi perut kita dulu” jawab Becca sambil bermain HP. Ternyata Becca memesan makanan online Sembari menunggu makanan, kita membereskan baju baju kita dan memasukkannya kedalam keranjang untuk di laundry lagi. Selesai membereskan baju baju kita, aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidur tanpa sprei ini tetap dengan keadaan telanjang, karena pakaian yang tersisa ialah pakaian renang ku dan beberapa jaket. Disusul Becca yang juga merebahkan badannya disampingku, dapat dilihat Becca yang sangat merawat badannya, payudara yang bulat dan kencang serta perut yang ramping karena sering pergi ke GYM, serta bulu pubis yang berwarna sama dengan rambutnya dicukur tipis memperlihatkan belahan vaginanya. “Tya apa kamu seorang lesbian?” tanya Becca yang membuatku sedikit kaget “NO!” Jawabku tegas “Tapi permainanmu semalam sangat hebat ahahah” Ledek Becca yang membuatku sedikit salting. “No, aku masih normal Becca , mungkin itu pengaruh alkohol saja” Jawab ku sekenanya “Tapi kamu menikmati juga kan semalam?” tanya Becca lagi “Lupakan” jawabku ketus “Lalu bagaimana kita mengambil pesanan makanan? Apa tetap seperti ini?” tanyaku “Ya, kenapa tidak?” jawab Becca santai “Udah gila kamu” “Ahaha tidak lah, aku mungkin akan menggunakan jaket tebal dan panjang, Tapi kamu mau ngasih apa kalo aku ngambil pesanan seperti ini?” tantang Becca kepadaku “Hmm, apa ya ? aku sedang tidak memegang uang” “ Bagaimana kalo selama liburan ini aku gak pake apa apa di apartemen ini?” Tantang ku seenaknya karena berpikir Becca gak mungkin bakalan melakukannya “DEAL!!!” Jawab Becca penuh dengan semangat sambil bangkit dan meraih tanganku untuk menyepakati taruhan yang dibuat Aku yang tadinya optimis tiba-tiba menjadi pesimis karena Becca menjawab dengan penuh keyakinan. Saat aku ingin membatalkan taruhan itu Tiba tiba Ding….Dong Bunyi bel apartemen kita bunyi menandakan makanan yang dipesan Becca datang, Becca langsung berdiri mengambil beberapa euro dari dompetnya dan bergegas ke depan pintu. “Oh Shit!” Caci ku memikirkan kalau Becca berhasil dengan taruhannya aku akan tetap telanjang selama 2 Minggu di apartemen ini. Untuk memastikan Bahwa Becca gak curang aku mengintip dari kamar, dan benar aku melihat Becca menyambut kurir makanan itu tanpa benang sehelaipun, aku bisa melihat wajah kurir yang kaget+nafsu melihat tubuh telanjang Becca (Pria mana yang gak bernafsu melihat Becca). Setelah mengambil dan membayar Becca langsung cepat menutup dan mengunci pintu apartemen agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, serta berbalik dan melompat lompat sembari membawa 2 kardus Pizza dengan wajah yang puas karena memenangkan taruhan ini. Sembari melompat-lompat kegirangan kearah ku serta meledek ku, terlihat 2 buah payudaranya yang naik turun tidak menghentikan kegirangan Becca. Yaa whatever apa yang terjadi toh taruhan sudah dibuat dan aku kalah, mau tidak mau aku harus mengikuti mengikuti aturan yang dibuat yaitu telanjang selama 2 Minggu di apartemen ini “Tyaa, jangan lupa apa yang tadi kamu katakan” Ledek Becca terhadap ku “Oke Bec aku gak akan lupa” jawab ku Setelah itu kita menyantap pizza yang dipesan Becca, yaap karena kita sudah sangat lapar. Kita menyantap pizza itu soffa ruang santai B (Becca) A (aku) A :”Bec, Kenapa kau sangat berani tadi?” B :”oh, aku sudah sering melakukannya saat di Norway” Sial aku mengajak taruhan kepada profesional A :” Ohya? Kapan kau pertama kali melakukannya?” Penasaranku karena umurku dan Becca sama yakni 18thn B :” Pertama kali? Mungkin saat aku kelas 1 SMA” A : “ Hah? Bagaimana keluargamu tau ini? Apa kamu melakukannya saat gak ada orang dirumah?” B : “ Ya, aku melakukannya saat orang tuaku gak ada dirumah, Tetapi di keluarga ayahku di Norway sudah terbiasa dengan ketelanjangan ini, atau keluarga ayahku itu kelompok nudist” A : “What? Jadi kamu sering melihat “itu” ayahmu?” B : “Yap, Sepupu dari ayahku yang menerapkan nudist pun pernah aku lihat” A : “Apa kamu di Norway telanjang setiap hari?” B : “gak setiap hari juga honey, adakalanya kerabat kami yang gak menerapkan nudis main ke rumah kita” B : “ kenapa kamu nanya begini? Apa kamu ingin ikutan (nudist) juga?” A : sambil salting “ gak tau, aku cuman heran saja kamu seperti udah biasa telanjang seperti ini saja, padahal tadi aku sedikit risih, karena gak ada yang harus di kenakan dan kamu udah ngeliat (tubuh telanjang ku)juga” B : “ kalo kamu ingin jadi seperti (nudist) ini juga, aku bisa membimbingmu, tenang saja aku ini profesional hahaha” A : “ Terimakasih hahaha” Itulah percakapan kita, terkuak kebenaran kenapa Becca sangat berani seperti itu, dibalik keluarganya yang seperti itu, membuatku sedikit penasaran tentang nudist itu, bertelanjang ria tanpa rasa malu dikelilingi orang orang yang juga bertelanjang ria pria maupun wanita, tua ataupun muda. Mungkin aku sudah melakukannya dengan Becca di apartemen ini , mungkin selama 2 Minggu kedepannya. Setelah selesai makan dan membereskannya, Becca mengambil Coat panjangnya. “Mau kemana kamu Bec?” tanyaku “Mau ke laundryan lah, keburu nodanya gak bisa dibersihkan, mau ikut?” ajak Becca. “Pakai apa? Aku gak punya Coat panjang?” jawabku “ begitu saja” canda Becca “ Udah gila kau ya” ketusku “Hmm” Becca berpikir apa yang aku kenakan bila ikut dengannya Becca membuka lemari pakaianku dan mengeluarkan pakaian renang dan jaket gombrongku “Nih pakai ini saja” Becca menyerahkan pakaian renang dan jaketku Aku menerima saja daripada aku suntuk melihat kamar kita yang berantakan Aku mengenakan pakaian renang hitam ku yang ketat tanpa pakaian dalam yang membuat puting dan belahan vaginaku terlihat samar-samar. Kemudian ditutupi oleh jaketku sebatas pinggang kbawah sedikit, jadi aku terlihat seperti tidak memakai celana( padahal memang ) Lain halnya Becca dia hanya mengenakan Coat model kancing panjang sebatas paha tanpa apa apa lagi dibaliknya Lalu kita pergi ke mobil Becca yang terparkir di basement, Selama perjalanan ke basement aku sedikit risih, takut ada yang melihat pantat ku dari belakang karena saat berjalan bagian belakang terekspos dan juga tanpa pakaian dalam membuat pakaian renang menyelip diantara pantat ku. Kalau Becca , jangan ditanya dia sangat santai berjalan walaupun kancing coa bytnya tidak bisa menutupi seluruh daerah dadanya Saat berada di lift, aku bersyukur karena gak ada orang di lift selain kita berdua. Berbeda cerita saat lift turun 2 lantai, pintu lift terbuka dan masuk seorang cleaning service(cs) laki laki. Cs itu berdiri di pojok belakang kanan tanpa menekan tombol lift Kita bertiga berdiri sejajar di belakang dengan Becca di tengahnya. Aku sering lihat dia curi² pandang ke arahku Mungkin karena diriku cantik, Maybe ahahah Dilantai selanjutnya ada seorang lagi masuk dengan membawa barang yang cukup besar sehingga membuat kita membenarkan posisi berdiri kita agar muat, sehingga sekarang posisi dia mengahadap kearahku dan Becca. Didalam lift itu dia menatap terus kearahku, bukan kearah wajahku melainkan kearah bawah Makin lift turun makin penuh juga lift ini, yang membuat Becca makin mepet kearahku. Tiba tiba jari Becca sudah berada di selangkanganku dan mulai menggosokkan jari jarinya diatas vaginaku yang tertutup baju renang ini. Dalam permainan jari Becca, si Mas CS masih menatap kearahku. Agar tidak menimbulkan suara atau gerakan yang mencurigakan, aku menggenggam erat tangan Becca tanda untuk suruh dia berhenti Bukannya berhenti Becca malah semakin cepat menggosokkan jari jarinya. Aku menahan diri agar tidak menimbulkan suara membuat wajahku sangat akward menahan desahan ditengah ramainya lift ini. Aku mulai mengatur tempo nafasku agar gak bersuara, namun sepertinya Mas CS menyadari ada sesuatu yang tidak beres terhadapku. Mas CS itu semakin menatapku dalam, tetapi hal itu membuatku bergairah. Tak lama badanku sedikit bergetar menandakan aku akan mendapatkan gelombang orgasme. Menyadari hal itu Becca menghentikan aktivitas jarinya di selangkanganku. Aku sedikit kesal karena Becca menghentikannya saat aku ingin mencapai klimaks membuatku sangat “kentang” Pintu lift terbuka di lobby apartemen yang membuat sebagian pengunjung kelaur dari lift termasuk mas CS. Menyisakan kita berdua saja karena kita akan turun ke basement. Saat lift tertutup lagi “I Hate you becca” kesal ku terhadap Becca, entah karena dia menghentikan permainannya saat aku belum sampai klimaks atau di memainkan jarinya di kelilingi banyak orang di lift “HAHAAH” Tawa Becca puas mengerjai ku Lanjut Kita sudah sampai di mobil Becca. Kita memasuki Sebuah mobil Marcedes G-class hitam milik Becca. Becca mengendarai G-class miliknya yang gagah ke jalanan kota Berlin yang ramai, perjalanan dari apartemen ke tempat laundryan sekitar 10 menit. Sesampainya di tempat laundryan, ternyata cukup sepi karena ini bukan waktunya mencuci, biasanya waktu mencuci itu sekitar hari jum’at serta weekend, tetapi karena ada “insiden” kita mencuci lagi di hari senin Biasanya waktu dihabiskan untuk mencuci sekitar 1 jam, aku yang masih bete dengan Becca masih belum bicara dengannya sampai sekarang, aku duduk sembari bermain dengan SmartPhone ku sambil menunggu mesin cuci menyelasikan tugasnya. Karena cuaca mulai dingin, aku yang hanya mengenkan pakaian renang dan hoodie ini sedikit menggigil, terlebih dibagian pinggang kebawah yang tak dilindungi serta vaginaku yang masih gatal karena belum sempat orgasme. Aku mencuri curi menggesekan vaginaku dibalik hoodieku sambil melirik kanan kiri memastikan kondisi aman, serasa aman kuberanikan menyingkap pakaian renangku hingga menampilkan vaginaku tetapi masih dibalik hoodie. Selagi merasa enak membelai vaginaku sambil merem melek, Becca datang menghampiri ku dan mebuatku gelagapan “ Sedang apa kamu?” tanya becca “ Nothing” jawabku “ kalo gak ngapai ngapain, tolong fotoin aku dong” pinta becca sembari memberikan ponsel miliknya Kuambil ponsel milik Becca dan memfotonya dia beberapa kali, sampai dia melepaskan coat panjangnya dan ikut mencucinya juga “WTF” batinku sambil melihat sekitar aman tidak ada orang sama sekali “Rebecca! Apa yang kamu lakukan? Bagaimana jika ada orang?” marahku pada becca “tenang saja di jam segini masih sepi” jawab becca menenangkanku “kenapa tidak kau cuci juga hoodie mu sekalian” “GAK” jawabku ketus “Ayolah, pati kau masih Horny karena kejadian di lift itu” terang becca sembari mendekatiku “apa yang mau kamu lakuin Rebecca?!” “ayolah, tadi aku liat tadi kamu sedang mastrubasikan disini!” jawabbecca Aku kaget ternyata aktivitas ku tadi ketahuan oleh becca “Jangan sungkan, lihat Vaginamu masih basah” sembari menunjukan jarinya sehabis dari vaginaku Becca lalu menduduki ku sambil melepas Hoodieku dan melorotkan baju renangku sebatas perutku Setelah itu beca menciumku dan menggerayangi payudaraku, aku yang sudah kepalang tanggung membalas permainan becca dengan ikut menggerayangi payudaranya Becca lalu berjongkok didepanku semabri melepaskan pakaian renangku, sehingga kita berdua telanjang bulat di tempat laundry ini. Ia langusng mejilati vaginaku sembari menggigit gigit kecil klitorsku yang membuatku merem melek keenakan, tak butuh waktu lama vaginaku berkedut dan gelombang orgasme hebat kudapatkan, makin kubenamkan wajah becca ke vaginaku sambil mendesah pelan. Aku gak bisa berpikir jernih, telanjang di Tengah tempat umum dan mendapatkan orgasme yang hebat dari seorang Wanita”gila” pula. Aku menjernihkan pikiranku dan mengatur nafas, aku sudah tidak peduli bila ada orang yang melihat posisiku seperti ini, namun ditengah lamunanku becca melemparkan hoodie ku ke wajahku, aku lihat becca sudah memakai baju putih tipis Panjang, dapat dilihat nipplenya yang timbul jelas dibalik bajunya serta pantat yang bulat. “ayo cepat pakai hoodiemu, keburu banyak orang yang datang” suruh becca cepat Aku mendengar suara orang ngobrol buru buru memakai hoodie ku tanpa pakaian renang ku lagi Kita berdua segera pergi kemobil untuk Kembali ke apartemen. Di luar toko sudah banyak orang berjalan kaki, aku berusaha keras menutupi daerah bawahku yang bila berjalan akan terlihat jelas vagina dan pantatku Akhirnya kita sampai dimobil dan bergegas Kembali ke apartement, Kegilaan becca gak sampai disini saja, becca mengambil sesuatu dilaci mobilnya yaitu sebuah vibrtor , dia memainkan vibrator di vaginanya sembari menyetir. Sesampainya di parkiran basement dan keluar, dia menanamkan vibrator itu kedalam vaginanya yang membuat dia berjalan menyeret karena menahan agar vibratornya tidaj jatuh, untungnya di lift tidak sampai ke unit kita tidak ada orang. Tetapi di dalam lift Becca membuat lantai lift becek karena cairan cinta becca entah berapa kali becca orgasme sampai masuk kedalam unit saja dia sampai kubopong. Sesampainya di dalam unit dan mengunci pintu, becca dengan liarnya langsung meraih ku dan menciumku dengan nafsu, ditanggalkannya hoodieku dan baju becca kita lagsung memulai pergumulan kita berdua dan itu berlangsung hingga sore hari lalu kita tertidur di ruang santai sampai lupa makan malam. To be Continued….