CERBUNG Hari Esok

Kita tak tau hari esok yang akan terjadi. Ketika hari esok tidak sesuai yang kita harapkan. Hari esok yang membuat dirimu menderita ataupun menjadi bahagia Saya hidup dalam keluarga yang hidup dipedesaan. Nama saya Romi umur 18 Tahun, bertinggi 170cm dan berkulit agak hitam seperti orang desa pada umumnya. Saya hidup dengan kedua orang tua saya. Ibuku bernama Ayu yang berumur 39 Tahun, tinggi badan 161cm dan berbadan agak gemuk. Ayah saya bernama Rudi berumur 43 Tahun. Saya lebih sering hidup berdua dengan ibu saya dikarenakan ayah saya sering berdangan dikota. Ayah saya bisa pulang 2bulan sekali atau bahkan lebih. Aku anak yang dimanja oleh orang tuaku. Mungkin karna aku anak satu-satunya. “Bu, aku berangkat y” Sambil mencium tangan ibuku. “Belajar yang giat y nak, biar bisa lulus sekolah” Ucap ibuku Ya, saat ini aku duduk di bangku kelas 3 SMA Kupacu sepedaku menuju sekolah yang cukup jauh dari rumah. “Romi ayo balapan” Ucap Budi dan Arya “Oke siapa takut” Sahutku Budi dan Arya dalah teman Baikku sejak kecil. Bahkan mereka adalah teman yang bisa diajak mati bersama hahahha. Kau kalah Arya “Terimalah hukumanmu anak muda” Ucap Budi ” Kau nanti harus bisa fotoin pakaian dalam ibu guru Lastri” Timpal Budi “Hahaha,itu namanya bukan hukuman, tapi keindahaan” Jawab Arya Bel berbunyi kami segera masuk keruangan kelas kami. Kami satu kelas yang sama juga. “Selamat pagi” Ucap Bu Lastri dengan suara lembutnya. “Selamat Pagi Bu” Jawab kami serentak. Bu Lastri adalah Guru Biologi. Umurnya saat ini 32 Tahun. Sehari-hari dia mengenakan Jilbab. Dia sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak yang berumur 4tahun. Semua orang fokus belajar atau fokus memandangi wajah Bu Lastri yang Cantik. Tak terasa jam mengajar ibu Lastri berakhir. “Rom kekantin pojok yo” Ucap Budi “Yo, bro mulutku dah bau asam nih” Ucapku “Ehh mana Arya” Tanya Budi “Tadi sih si otak mesum keluar duluan” Jawabku “Udah jangan dicari, nanti juga cari kita” Timpalku Ku nyalakan rokokku, dan ku hisap dengan penuh kenikmatan. Kantin pojok adalah tempat anak-anak nakal sekolahku untuk merokok yang jauh dari kantor guru. “Jangan-jangan Arya melakukan aksinya lagi bro” Ucap Budi “Hahahha, bisa jadi bro. Tau sendiri semua murid cewek dimesumin sama dia” Ucapku sambil mengisap rokok. Apa dia mengintip ibu Lastri? Tanya Budi “Ia ya, namanya juga penjahat kelamin” Ucapku. “Yo kita masuk lagi ke kelas”sambungku Tak tersama jam sekolah telah berakhir. Kita bertiga kumpul sebelum pulang kerumah dikantin pojok. ” Misi berhasil” Ucap Arya sambil menunjukan foto bu Lastri dengan hanya mengunakan pakaian dalam dengan jilbab yang dipakainya tadi mengajar di HP nya ” Kamprett,, gmn caranya bisa fotoin bu Lastri? ” Tanyaku “Rahasia dong, hahahah” Ucap Arya sampai tertawa lepas. Budi;angan-jangan kau mau perkosa bu Lastri y Arya;Bukan aku perkosa broo, tapi aku entotin, hahaha Budi;Nanti aku ikut dong kalau entontin bu Lastri “Tenang Broo, nanti aku ajakin kalian berdua menghajar memek bu Lastri” Ucap Arya “Hahahaha” Kami tertawa bersama “Ayo kita pulang, aku sudah lapar, pengen cepat-cepat makan masakan ibuku” Ucapku sambil menaiki sepedaku. “Bu aku pulang” Ucapku sambil membuka pintu rumah. “Sudah pulang toh nak” Ucap ibuku keluar dari kamarnya dan aku cium tangan ibuku. Yang membuat aku terkejut adalah ibuku keluar dengan memakai singlet yang menunjukan belahan dadanyadadanya yang putih mulus. “Ganti baju dan buruan makan, ibu dah masakin makanan kesukaanmu” Jawab ibuku. Aku masih tetap fokus liat belahan dada ibuku. “Nak” “Ia bu” Jawabku agak kaget. Setelah aku memnganti pakaian dan pergi kemeja makan. Aku liat ibuku sudah menyiapkan makanan dan duduk dimeja sambil menungguku. Sambil makan aku tetap memperhatikan ibuku. Kontol ku juga sudah mulai tegang. “Ada apa toh nak liatin ibu segitunya” Tanya ibuku “Tumben ibu pakaiannya begitu” Ucapku “Tadi ibu habis nyuci terus pakaian ibu basah, waktu ibu mau ganti pakaian tadi tiba-tiba kamu datang nak” Jawab ibu “Ibu gak cocok ya pakai baju begini” Tanya ibu “Ibu sangat cantik pakai baju itu, kayak masih anak seumuran teman-teman cewek disekolah ku” Jawabku “Ada-ada saja kamu nak ibu dah tua begini dan ibu gemuk begini” Jawab ibuku ” Siapa bilang bu, aku justru senang ibu pakai begini” Timpalku “Ibu gak mau pakai begini, nanti ibu malu diliatin tetangga” ” Jangan juga diliatin tetangga, klo cuma kita aja dirumah ibu pakai baju begini” Ucapku “Ibu gak mau akh” Jawab ibuku ” Ayolah bu, mau ya,,, ya, ya ibuku yang cantik” Kataku memelas ” Ihhh ibu gak janji ya” Jawab ibuku tersenyum. “Makasih bu” Ucapku sambil berdiri mendekati ibuku. “Mmmuaaachhh” Kucium pipi ibuku sambil memeluk ibuku. ” Ngapain kamu cium ibu” Sambil melihatku ” Karna ibuku cantik ” Ucapku tertawa ” Jadi selama ini ibu gak cantik ya” Jawab ibuku sambil menunjukan muka sedih “Mmmuacch muachh muachh” Aku cium pipi ibuku berulang kali “Aku kekamar dulu ya bu” Ucapku sambil tertawa. Didalam kamar aku lgsg membuka celanaku dan mengeluarkan kontolku yang sudah tegak berdiri. “Ohhh ibuku yang cantik aku ingin sedot tetekmu yang besar itu” Sambil kukocok kontolku “Ohhh ayu ibuku aku pengen ngentotin memekmu” “Ohhh bu kontol anakmu ingin masuk ke memekmu” “Akhh akhhh akhh” “Nikmatnya tetekmu bu” “Ohh bu…. ” Tak berselang lama kontolku ingin memuntahkan pejuku “Ohhh buuu terimalah sperma anakmu” “Ohh ayu ibukuuuuu akhh hhh” Crotttt crooottt croottt spermaku keluar dengan banyaknya.. Aku membersihkan sisa spermaku dan tertidur tidak memakai baju.

“Bangun nak” Ibuku membangunkanku sambil mengetuk pintu ku “Ia bu” Sahutku sambil membuka mata dan malas untuk bergerak karna masih lemas setelah melakukan onani. Kupakai bajuku dan keluar dari kamar. “Ehh ayah pulang” Ucapku sambil mendekati ayahku dan kusalim ayahku. “Ia, Ayah baru saja sampai” Jawab ayahku “Gmn sekolahnya nak” Tanya ayahku. ” Yah gitulah yah, gak anak yang spesial. Paling belajar dan belajar biar cepat lulus sekolah” Jawabku “Emang kapan kalian ujian akhir nak? ” Tanya ayahku. ” 2 bulan lagi yah” Jawabku “Nanti kalau lulus mau lanjut kuliah lagi gak nak? ” Tanya ayah sambil menghisap rokoknya. ” Mau sih yah, tapi klo ayah yang punya duit nanti buat lanjutin kuliah, aku mau cari kerja aja yah” Jawabku sambil menyalakan rokonku,. Ia ayah ku sudah tau aku merokok dan dia tidak pernah marah dan malah mengatakan lebih baik tidak sembunyi-sembunyi. Tapi ayah melarang ku minum-minumnan keras dan berjudi. “Masalah itu tenang saya ayah pasti membiayai kuliahmu” Emang nanti mau ambil jurusan apa nak” Tanya ayah “Aku sih pengen ambil jurusan Hukum yah, biar bisa kayak pengacara yang ditangannya banyak mas dan berlian di jarinya itu” Jawabku “Hahahah, ada2 kamu nak tapi ayak tetap dukung” Jawab ayah “Ayah ini kopinya” Ibuku datang sambil meletakan kopi dimeja. Aku liat ibuku sudah memakai jilbabnya dan pakaiannya seperti ukhti-ukhti pada umumnya. Aku pernah tanya ke ibu kenapa selalu pakai begitu, ibu hanya menjawab ayah mencintai ibu karna ibu berpakaian soleha dan ayahmu menyuruh ibu selalu berpakaian begitu. Sore itu kami bercerita sampai malam bercerita tetang sekolahku, keinginanku, tentang kerjaan ayah dan juga tetang ibu selama ditinggal ayah. Setelah itu kami makan bersama dan aku ijin pamit untuk belajar dikamar ku. Karna sudah mendekati ujian akhir saya lebih fokus utk belajar daripada berkeliaran dengan teman-teman ku. Tengah malam ketika aku ingin pergi kekamar mandi aku mendengar desahan dari kamar orang tuaku. Aku beranjak mendekati kamar orang tuaku. “Bu… Tempikmu sangat nikmat bu” Desah ayahku “Ia yah nikkmaaat yaahhhh” Racu ibuku “Ohhh Yahh masukin lebih dalam yahh” ” Akhhhhh sedot susuku ayah” Racun ibuku Aku mencoba mencari celah untuk melihat kedalam kamar orang tuaku. Ternyata mereka mematikan lampu. “Bu.. Enakkk bu… ” Racu ayahku “Bu ayah mau sampai… Akhhh” Racu Ayah “Teruss yahhhh… ” “Bu aku sampai akhhh” Desah ayah “Terima spermaku bu… ” Lanjutnya “Ia bareng yahhhhhh,,, ” Kata ibu Aku memutuskan untuk kembali kekamarku. Didalam kamar aku terbayang aksi orangtuaku, termasuk kemolekan tubuh ibuku. Tidak tahan akhirnya aku melakukan onani malam itu.. “Bangun nak” Teriak ibuku ” Ia bu” Sahutku. Kulihat jam sudah menunjukan jam 7 pagi… “Bu kok banguninnya lama bu” “Aku bisa telat kesekolah” Teriakku dari dalam kamar sambil buru-buru mengambil handuk untuk segera mandi.. “Maaf nak ibu juga telat bangun” Jawab ibuku. Kulihat ibu memakai daster dan mukanya kelihatan lesu. “Dasar ibu penampilannya aja yang alim ternyata nafsunya besar juga” Ucapku dalam hati sambil mandi. “Bu aku berangkat sekolah dulu nanti aku makannya dikantin sekolah aja. Udah telat ni” Sahutku sambil mendekati ibu. Aku salim ibuku dan tak lupa ku cium pipinya. “Mana ayah bu? ” Tanyaku “Masih tidur nak…Hati-hati y nak” Kata ibu. “Ia ibuku cantik” Sahutku sambil menaiki sepedaku. Sudah seminggu berlalu kegiatan sehari-hari ku tak ada yang istimewa. Ayah juga belum berangkat lagi kekota. Disekolah juga tidak ada yang istimewa, karna mendekati ujian akhir teman-teman lebih banyak fokus belajar untuk menghadapi ujian. Cuma satu hal yang membuat kami bingung adalah Arya yang akhir-akhir ini menghindari Aku dan Budi. Dia banyak alasan untuk menghindari kami, yang jawaban pengen fokus belajar dan ada banyak kerjaaan yang mau diurus dirumahnya. Dia juga sering ketahuan terseyum jengegesan sambil cheatingan entah dengan siapa.