UGHTY NAUGHTY

Cerita ini hanya karangan belaka, apabila terdapat kesamaan pada nama, tokoh, kejadian, atau hal-hal lainnya adalah ketidaksengajaan. Cerita ini tidak bermaksud untuk menghina, mencemari, atau mendiskreditkan salah satu pihak, instansi, agama, keyakinan, ras, atau hal-hal terkait lainnya.

Abi’s Mighty ​
Perkenalkan namaku Jasmine, aku keturunan sunda chinese arab, umurku 19 tahun, kedua orang tuaku adalah muslim yang taat, ayahku bernama Said al Rasyid berumur 49 tahun, beliau adalah seorang muslim yang taat, seorang ustadz dan pemilik pondok pesantren Al-Jannah. Ibuku bernama Cynthia Claudia berumur 39 tahun keturunan Sunda Chinese, nenek ku seorang mualaf dikarenakan menikah dengan Kakek ku yang bernama Udin Saepudin (70 tahun). Aku anak semata wayang dari Abi dan Ummi. Kakek dari ayah merupakan perantauan dari Uni Emirat Arab yang menyebarkan agama di Indonesia. Beliau lah yang mendirikan pesantren Al-Jannah yang kemudian dilanjut oleh Abi, sedangkan Ummi memiliki usaha sendiri yaitu berjualan alat kosmetik halal di salah satu pusat perbelanjaan di kota “B”. Keluargaku cukup harmonis dan abi serta ummi masih romantis di usia pernikahannya yang ke 20. Walau abi memiliki pesantren tetapi aku hanya sekolah di pesantren milik abi hingga SMP saja, sedangkan di SMU aku sekolah di salah satu SMU negeri favorit di kotaku. Perawakan ku tinggi 165 cm dengan berat badan 48kg, bagian yang paling menarik dari tubuhku adalah bibirku dan toket ku yang berukuran cukup besar 34D. Dikarenakan ukuran toket dan paras ku yang katanya mirip artis tahun 2000an Nabila Syakieb saat aku jalan-jalan dengan teman-teman ku di mall ataupun café cowo-cowo pasti sering melirikku bahkan ada yang sampai fokus melihatku terus menerus walaupun saat itu terkadang mereka sedang bersama pasangannya. Meskipun begitu hingga saat ini aku belum pernah berpacaran sama sekali dikarenakan aku kurang tertarik dengan yang seumuran denganku, aku lebih tertarik dengan cowo yang lebih tua, minimal berbeda 8 tahun dengan ku. Hal ini mungkin dikarenakan aku melihat abi dan ummi yang usianya terpaut jauh, selain itu aku melihat cowo yang berumur di atas 25 tahun lebih mengayomi dan lebih mengalah ketimbah yang seumuran denganku. Walaupun aku belum pernah berpacaran bukan berarti aku tidak mengenal sex sama sekali, aku pertama kali menonton video porno saat masih di pondok. Aku menonton video porno tersebut bersama teman-teman cewe ku saat kami menginap di hotel untuk karya wisata. Teman ku yang bernama Intan membawa laptop milik ibunya dan ternyata di dalamnya ada video-video ibunya yang sedang berhubungan intim dengan brondong-brondongnya. Saat menonton video tersebut tanpa melakukan apapun vagina ku sudah teramat becek, saat itu aku belum tau bahwa aku adalah seorang hyper sex yang sangat haus akan kenikmatan duniawi tersebut. Setelah itu aku menjadi sering nonton video porno melalui streaming, apalagi saat aku SMA aku memilih untuk kost agar dekat dengan sekolahku dan belajar untuk lebih mandiri, selain itu agar aku bebas untuk menonton video porno dan melakukan masturbasi. Walaupun aku hyper sex aku tidak pernah berhubungan badan dengan lawan jenis saat itu, hingga suatu hari hal tersebut berubah drastis. Saat aku baru naik ke kelas 3 SMU aku disuruh tinggal dirumah ku sementara dikarenakan Ummi hendak merawat Aki Udin di kampung “dek kamu tinggal di rumah dulu yah selama beberapa bulan ini, ummi mau merawat aki di kampung, aki kemarin pingsan saat lagi berkebun di sawah” ucap ummi di telpon kepada ku, “baik ummi, tapi kost an ade gimana ummi? Apakah semua barang dipindahin ke rumah ummi?” tanyaku kepadanya, “tidak usah dek, kamu bawa aja satu koper perlengkapanmu, toh bajumu masih banyak di rumah” ucapnya, “baik ummi, ade beres-beres dari sekarang yang mau dibawa pulang apa aja, minggu depan ade stay dl di rumah” balasku mengakhiri telpon dengan ummi. Seminggu kemudian aku dijemput oleh pak Joko supir keluargaku di depan kost-an. Pak joko sudah berumur 52 tahun dan memiliki istri dan anak di kampung, kulitnya coklat kehitaman, “non barang yang mau dibawa ke rumah yang mana aja? Biar saya bawakan” ucap pak Joko, “itu pak dua koper itu aja yang ade bawa pulang, tolong bantuin bawain yah pak, makasih” balas ku kepada pak Joko, “siap 86 non cantik” ucapnya. Pak Joko mengakut dua koper tersebut dan meletakannya di bagasi mobil, sedangkan aku langsung duduk di kursi depan sebelah pak Joko. Saat pak Joko masuk dia kaget kenapa aku duduk di depan, “males ah pak dibelakang enakan di depan, aku kalo di belakang sambil main HP suka mual soalnya” jelas ku padanya. Akhirnya jam 08.00 kami berangkat ke rumah, jarak kost ke rumah ku lumayan jauh apabila tidak lewat toll, oleh karena itu pak Joko aku suruh melalui jalan toll. Awalnya aku tidak sadar bahwa pak Joko sering melirik ke arah toket ku, saat itu aku menggunakan kaos lengan panjang ketat, jogger pants dan kerudung instant, namun saat aku melakukan foto selfie tidak sengaja pak joko yang sedang melirik toket ku terkena foto, dari situ lah aku tau bahwa dia sedari tadi tidak melihat spion yang ada di arahku melainkan melihat toket ku. Saat itu niat nakal ku mulai muncul aku sengaja berpura-pura mengesampingkan hijab ku sedikit sehingga kaos ketat yang tidak mampu menutup toket ku tersebut menampakan belahan toket ku, disitu aku melihat pak Joko sudah sulit untuk fokus menyetir, aku pun melirik tonjolan milik pak Joko dan aku cukup kaget bahwa ukurannya lumayan besar padahal belum ereksi secara maksimal. Akupun semakin nakal dengan sengaja hendak men-chas HP ku dan mencolok charger ke usb port mobil dan sengaja menyenggolkan toket ku ke tangan pak Joko, bulu kuduk ku langsung berdesir dan cd ku mulai sedikit basah. Asalnya aku hendak nakal lebih jauh lagi namun keburu sampai di rumah. Setelah pak Joko memarkirkan mobil aku langsung masuk kedalam rumah, saat itu di rumah hanya ada aku, pak Joko, bi Siti (45 tahun) dan anaknya Indah (18 tahun, lebih muda dariku 2 bulan) yang umurnya tidak terpaut jauh denganku. “eh neng geulis udah sampeeeee, ndahhhh si non udah sampe nihhhhh” ucap bi Siti kepada Indah anaknya, “ihhhhh bi Siti apa kabarrrrrrrr? indah mana bi? kangen jasmine sama indah bi” balas ku kepada bi Siti, “tetehhhhhhhhhh indah kangen bgt ih sama tetehhhh, meuni sombong mentang-mentang udah kost di kota mah hihihi” ucap indah kepada ku, “ih apa sih de, baru juga g ketemu 3 bulan, lebay ah ade hihihi” balasku. “udah-udah ndah, non kasih istirahat dl, bawain barang-barang non ke kamar” ucap bi Siti. Di kamar aku langsung melemparkan diri ke Kasur dan langsung menyalakan spotify, alhasil aku tertidur sejenak hingga ashar. Aku terbangun dikarenakan suara petir yang menggelegar, di luar sedang hujan deras, karena lapar akhirnya aku memutuskan untuk mencari makanan di dapur. Akupun melangkahkan kaki ke dapur yang berada di lantai bawah, di dapur sudah ada bi Siti dan Indah yang sedang ngopi-ngopi cantik. Akupun meminta tolong bi Siti untuk menyiapkan makanan buat ku yang sudah kelaparan, bi Siti pun dengan sigap langsung melaksanakan permintaanku dan akupun ngobrol dengan Indah, “de ari kamu abis pesantren mau kuliah kemana jadinya??” tanyaku kepada indah, “abi nyuruhnya ke universitas islam X non, sekalian indah jadi magang jd sekretaris abi, tapi indah teh males non belajar lagi” celetuknya, “yeeeee, jangan males atuhhhh, kan biar ade sama bi Siti hidup lebih enak dan sejahtera, eh iyah abi pulang jam brp teh biasanya?” tanyaku kepada indah, “biasanya mah jam 9 an non, kenapa emang non?” tanya indah balik, “gpp kangen aja pengen manja sama abi sekalian mau minta HP baru hihihi” balas ku, “yeee si non mah malah minta hp baru, eh iyah btw non di sekolah udah buat patah hati berapa orang? Ahahahha” celetuknya “kepoooooooo ahahha, naha tau aku nolak-nolakin ih?” tanyaku kepada indah, “tau atuh selera non mah kan yang lebih apa itu namanya mastur gitu yah atau matur” jawabnya, “mature woiiii matureeee, sok-sok an English ah masih dahar peteuy oge kawkwakkaw” tawa ku terbahak-bahak, indah dan bi Siti pun tertawa. Kami pun bercanda dan bergosip ria di dapur dan tak terasa jam suara adzhan maghrib berkumandang, akupun izin pamit solat maghrib dan langsung hendak mengerjakan tugas makalah buat besok. Selesai solat aku langsung mengerjakan tugas makalah di kasur, namun entah kenapa saat itu mataku berat sangat alhasil akupun tertidur hingga pukul 01.00, aku yang terbangun saat itu haus banget, kemudian akupun beranjak ke dapur, sekalian aku hendak mengecek apakah abi sudah tidur atau belum, saat aku melangkahkan kaki ke dapur aku melewati kamar abi, namun kamarnya terbuka pintu setengah dan tidak ada abi di dalamnya, kemudian aku berpikir bahwa mungkin abi belum pulang, akupun lanjut ke dapur untuk mengambil minum. Sesampainya di ruang keluarga aku melihat jas dan tas abi tergeletak di ruang keluarga, akupun mencari-cari abi sambil mengambil minum, namun aku tidak melihat abi di manapun. Setelah minum karena kebelet pipis akupun pergi ke arah toilet yang berada di lantai 1, dimana sebelahnya adalah kamar indah. Saat hendak masuk ke toilet aku mendengar suara seperti orang di tampar dan suara desah-desahan yang aku kenal dari video porno, akupun berhati-hati mencari sumber suara tersebut, dan ternyata suara tersebut dari kamar indah, akupun menengok ke jendela kamar indah, disitu aku melihat indah sedang di doggy style oleh seseorang sambil pantatnya di tampar-tampar, aku panik, apakah aku teriak atau harus seperti apa, aku berusaha menenangkan diriku dan lanjut menyaksikan hubungan nikmat tersebut, aku pun mendengarkan dengan seksama suara yang keluar dari dua insan yang sedang berpacu dalam syahwat tersebut. I : “aahhhhh…ahhhhh…ahhhhh…ughhhhhh…” X : “sempit banget memekmu ndukkkkk, ketagihan abi nduk sama memek mu” Aku tersentak kaget, dan menyangsikan apa yang ku dengar, serius itu abi? Abi ngentotin indah? Aku g salah denger kan? Kok abi yang ustadz bisa kek gini. I : “ahhhhhh…ahhhhhh….kkoonnntolll abiiii yanggg gedeee bangettttt…ahhhhhh…enakkk bangetttt kontolll abiiii…mentokkkk sampeeee rahimmm indahhhhh ughhhhhhh…” A : “enak kan nduk kontol abi? Ahahhaha, memek kmu juga enak banget ndukkkkkkk…dari pas abiiii perawanin pas kamu masih kelas 2 sma abi udah ketagihan ndukkkkkk…ahhhhhhhh….*abi mempercepat genjotannya* enakannnn memek kmu ndukkkkk daripadaaaa memekkk ummiii…ahhhhhhhhh” I : “uhhhhhhhhhh…memekkkkk indahhhhhh spesialll buattttt abiii seoranggggg, ughhhhh…kencenginnn lagiiiii biiiii…indah udah mau sampe lagiiiiiii…ahhhhhhhhhh…” Abi pun mempercepat genjotannya di memek indah, tak lama kemudian… I : “abiiiiiiiiiiiiiii indahhhhh nyampeeeeee sayanggggggggggggg…uhhhhhhhhhhhh” *indah kelonjotan dan memeknya menghisap-hisap kontol abi saat sedang orgasme. A : “ganti posisi nduk” *abi mencabut kontolnya* Aku kaget melihat ukuran kontol abi yang sangat besar dan panjang tersebut, video-video porno yang aku tonton kalah sama besar dan panjangnya kontol abi, paling yang mendekati adalah kontol-kontol cowo afrika yang pernah ditunjukan oleh Intan waktu itu. Aku yang melihatnya mau tidak mau ikut horny juga, alhasil aku melepaskan celana dalam ku, kemudian aku gesek-gesekan vaginaku menggunakan tangan kanan ku dan tangan kiriku meremas toket ku. Abi merubah posisi menjadi Pretzel Dip, kaki indah dilipatkan kearah kiri kaki abi., indah yang baru mencapai puncak kenikmatan hanya bisa pasrah saat abi merubah posisi nya dan langsung menusukkan rudal besarnya ke memek sempit indah. I : “oughhhhhh…abiiiiiii….gede banget ya allahhhhhh kontol abiiiiii…” Tanpa ba bi bu abi langsung menggenjot memek indah dengan tempo sedang sambil sesekali menarik penuh kontolnya hingga hanya kepala kontolnya yang berada di dalam memek indah kemudian menusuknya dalam-dalam hingga mentok yang kemudian dilanjut dengan tusukan-tusukan pendek dengan ritme 1 banding 3. I : “ahhhhhhhh…mentokkkkkkk ayangggggg…kontol abi enak bangettttt ahhhhh…” A : “hehehe enak kan kontol abi sayang? Kamu budak sex siapa sayang??” I : “indah budak sex abiiiii…uhhhhhhhh…entotinnnnn indah terussssshhhh abiiiiii…” A : “iyahhhhh sayanggggg, abiiii akan entotttinnn indah terushhhhhh…abi bakal buat indahhhh hamilllll…” I : “uhhhhhhhh…iyahhhhhh hamilinnn indahhhhh abiiiiii…jadikannnn indah gundikmuuuu abiiiii…” Mendengar ucapan indah yang nakal abi semakin bernafsu dan menggenjotnya dengan semakin cepat dan intense. A : “ohhhh…ohhhhh…ohhhhhhh…nikmat sekaliiiii memekmuuuu muridkuuuu pelacurkuuuu…” I : “iyahhhhhhhh…indahhhhh muridddd abiiii yangggg pelacurrrrr…lontheeeee…doyannnn samaaaa kontollll suamiiiii oranggggggg…doyannnnn kontollllll ustadzzzzzzzz…oughhhhhh…” Kedua insan yang berpacu untuk meraih kepuasan syahwat tersebut mempengaruhi ku, aku pun nekat memasukan jari ke memek ku “ouhhhhhhh…andaiiiii aku dientot sama abi jugaaaaaa…pasti aku melayang ke langit ke tujuh…uhhhhhhhhhhh…” Abipun merubah posisi indah menjadi di atas menjadi Face Off (WOT on side of bed). A : “goyanginnnnnn kontollll abiiiii ndukkkkk…” I : “iyahhhhhhhhh…abiiiiii….ouhhhhhhhhh…enak bgttttttttttt ya allahhhhhh…” *indah mengulek kontol abi dengan sangat liar Abi menusuk-nusuk memek indah dari bawah sedangkan indah bergoyang dengat sangat liar. Mereka sudah tidak menghiraukan apakah ada orang lain yang mendengar desahan mereka atau tidak, mereka hanya fokus untuk mencapai puncak kenikmatan. I : “sayangggggg…indahh mau sampeeeee lagiiihhhhh…ahhhhhh…ayangggggggg…indah sampeeeeeeee….ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…” Indah terkulai memeluk abi, abi mendiamkan kontolnya sejenak agar indah dapat menikmati klimaksnya, kontol abi serasa di sedot-sedot oleh memek indah. Kemudian abi pun mengangkat tubuh indah yang terkulai lemas kemudian merubah posisinya menjadi G-Whiz dengan sisa-sisa tenaga indah mengangkat kedua kakinya dan diletakan di Pundak abi. Perlahan abi memasukan kontolnya sambal memijat-mijat klitoris indah. A : “ughhhhh…tempik mu enak banget ndukkkk…yang ummi kalah jauh nduk sama punyamu…” I : “ughhhh…jadi abi lebih milih siapahhhh??” A : “milih kamu lah sayanggggg…uhhhhh…nduk abi udah mau nyampe, abi kencenginnnn yahhhhh…” Layaknya kerbau dicocok hidungnya abi menggenjot indah dengan tempo yang sangat cepat, indah pun hanya bisa pasrah dan mendesah. I : “ahhhh…ahhhhh…yesssss abiiiii…oughhhhh…enakkkkkkkk…sampein abi sayangggg…pejuhin memek indahhhhh biiiiii…oughhhhh…” Aku yang melihat persetubuhan mereka pun makin horny dan mempercepat colmek ku. Entah mendapatkan tenaga dari mana indah pun tidak tinggal diam, walaupun dalam posisi G-Whiz (missionaris dengan kaki dipundak) tetap berusaha bergoyang dengan liarnya. I : “ughhhhhh…gilaaaaaaaaaaa aku nyampe lagiiiii abi sayanggggggg…genjot lonte mu ini biiiii oughhhhhh…” A : “tahan sebentar sayang, kita sampein bareng sayanggggggg…abiiiii juggggaaaaa mauuuuu sampeeeeeee…tahannnnnn dikitttt lggggggg…” I : “g kuatttttttttttt abiiiiiiiii…sayanggggggg aku nyampeeeeeeeeeeee…aaaaaaaaaaahhhhhhhh” *indah pun mencapai kenikmatan namun tetap terus menggoyangkan pinggulnya karena abi juga mau klimaks. A : “akkuuuuuuuuu bentarrrrrr lggggggg sampeeeeeeee sayangggggg…oughhhhhhh” *abi pun tidak mau kalah menghentak-hentakan pantatnya ke atas agar mendapatnya kenikmatan sepenuhnya A : “aaaaabbiiiiii sampeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee ndukkkkkkkkkkkk…ahhhhhhhh” *crotttttt… crotttttt…crotttttttt* Sekitar 8 kali tembakan sperma abi menembak rahim indah yang sudah ku anggap sebagai adik kandung aku sendiri. To be continue…